Breaking News

Audio Reader
Speed:

Pembangunan SMK Kesehatan Parigi Capai 90 Persen, Masuk Tahap Finishing




PANGANDARAN, WINews - Pembangunan revitalisasi sarana dan prasarana SMK Kesehatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, kini memasuki tahap akhir pengerjaan. Progres fisik pembangunan dilaporkan telah mencapai sekitar 90 persen, dengan sejumlah pekerjaan finishing terus dikebut agar fasilitas pendidikan tersebut dapat segera dimanfaatkan secara optimal.

SMK Kesehatan Parigi berlokasi di Jalan Raya Cijulang Nomor 66, Desa Cibenda, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran. Program revitalisasi tersebut mencakup rehabilitasi tiga ruang kelas, rehabilitasi toilet, serta pengecatan dan perapihan sejumlah ruang lainnya.

Berdasarkan data pembangunan yang disampaikan pihak sekolah, kegiatan tersebut memperoleh dukungan anggaran sebesar Rp545.733.000 yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026. Pelaksanaan pembangunan dilakukan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) dengan masa pelaksanaan selama 112 hari kalender, terhitung sejak 1 Agustus hingga 20 November 2026.

Progres 90 Persen, Pekerjaan Fokus pada Finishing

Memasuki tahap finishing, pekerjaan konstruksi utama secara umum telah berjalan dan kini difokuskan pada penyelesaian berbagai bagian bangunan.

Sejumlah pekerjaan yang sedang dikerjakan antara lain pengecatan, pemasangan instalasi listrik dan sanitasi, perapihan interior, penyelesaian bagian dinding dan lantai, hingga penataan area luar bangunan.

Tahap finishing menjadi bagian penting dalam pembangunan karena tidak hanya menentukan tampilan akhir bangunan, tetapi juga berkaitan dengan aspek kenyamanan, keamanan, dan kesiapan fasilitas untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran.

Pihak sekolah berharap seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target waktu dan memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan dalam pelaksanaan program revitalisasi.

Diharapkan Tingkatkan Kualitas Pembelajaran Kejuruan

Kepala SMK Kesehatan Parigi, H. Dedi Dzunaedi, S.Ag., mengatakan pihak sekolah menyambut positif perkembangan pembangunan tersebut. Menurutnya, seluruh pihak yang terlibat terus berupaya agar hasil revitalisasi dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi peserta didik.

“Dengan revitalisasi ini, SMK Kesehatan Parigi diharapkan memiliki ruang kelas yang lebih representatif, laboratorium kesehatan yang modern, serta sarana penunjang yang memadai demi meningkatkan mutu pendidikan kejuruan di wilayah Kabupaten Pangandaran,” ujar H. Dedi Dzunaedi, Senin (21/9/2026).

Menurutnya, penyelesaian pembangunan secara fisik merupakan salah satu tahapan penting. Namun, manfaat program revitalisasi akan lebih optimal apabila fasilitas yang telah dibangun tersebut dapat diikuti dengan penguatan proses pembelajaran, peralatan praktik, kompetensi tenaga pendidik, serta kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri.

Sekolah Masih Membutuhkan Dukungan Berkelanjutan

H. Dedi Dzunaedi juga menyampaikan apresiasi dan rasa syukur kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap kelancaran proses revitalisasi SMK Kesehatan Parigi.

Ia berharap dukungan tersebut dapat terus berlanjut, terutama dalam pengembangan ekosistem pendidikan kejuruan setelah pembangunan fisik selesai.

Pasalnya, pendidikan vokasi tidak hanya membutuhkan ruang belajar yang layak, tetapi juga membutuhkan peralatan praktik yang sesuai perkembangan teknologi, peningkatan kompetensi guru, penguatan pembelajaran berbasis praktik, serta hubungan yang lebih erat dengan dunia kerja.

“Harapan kami ke depan, fasilitas baru ini tidak hanya menjadi simbol fisik, tetapi mampu mendongkrak kualitas pembelajaran praktik siswa, meningkatkan kompetensi lulusan agar makin relevan dengan kebutuhan dunia kerja, serta memperkuat kolaborasi sekolah dengan dunia usaha dan dunia industri,” ungkapnya.

Ia menambahkan, memasuki tahap akhir pembangunan, sekolah masih membutuhkan arahan, pendampingan, serta dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan para pemangku kepentingan agar fasilitas yang telah direvitalisasi dapat digunakan secara maksimal.

“Besar harapan kami agar kemitraan dan perhatian ini terus berlanjut, sehingga fasilitas yang sudah megah ini dapat difungsikan secara optimal dan melahirkan generasi muda yang terampil, mandiri, serta siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” tandasnya.

Revitalisasi Bukan Sekadar Pembangunan Fisik

Revitalisasi sarana pendidikan pada dasarnya tidak berhenti pada penyelesaian konstruksi bangunan. Setelah pekerjaan fisik mencapai 100 persen, tantangan berikutnya adalah memastikan setiap fasilitas dapat berfungsi sesuai peruntukannya dan memberikan dampak nyata terhadap kualitas pembelajaran.

Bagi SMK Kesehatan Parigi, keberadaan ruang kelas yang lebih representatif dan fasilitas praktik yang memadai diharapkan dapat mendukung pembelajaran berbasis kompetensi. Hal tersebut menjadi penting mengingat lulusan pendidikan kejuruan dituntut memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan dunia kerja.

Dengan progres pembangunan yang telah mencapai sekitar 90 persen, perhatian kini tertuju pada penyelesaian tahap finishing dan kesiapan fasilitas sebelum digunakan. Pengawasan terhadap kualitas pekerjaan, ketepatan waktu penyelesaian, serta pemanfaatan sarana setelah pembangunan menjadi bagian penting agar tujuan revitalisasi benar-benar memberikan manfaat bagi siswa dan masyarakat.

Jika seluruh tahapan dapat diselesaikan sesuai target, revitalisasi SMK Kesehatan Parigi diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas pendidikan kejuruan di Kabupaten Pangandaran, sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi peningkatan kompetensi generasi muda di bidang kesehatan.

Pewarta: Nurzaman

WINews -Warta Indonesia News

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close