Breaking News

Audio Reader
Speed:

Rutinan Selapanan Ahad Kliwon, PCM Bungkal Teguhkan Silaturahmi, Iman dan Amal Jariyah




PONOROGO, WINews - Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bungkal, Kabupaten Ponorogo, kembali menggelar Pengajian Ahad Pagi sebagai bagian dari agenda rutin selapanan Ahad Kliwon. Kegiatan berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah Bungkal, Jalan Argopuro, Desa Bancar, Kecamatan Bungkal, Minggu (20/9/2026), mulai pukul 06.00 WIB hingga selesai.

Pengajian mengangkat tema “Menjalin Silaturahmi, Memperteguh Iman & Amal Jariyah” dengan menghadirkan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Ponorogo, Drs. H. Imam Fauzan, M.M., sebagai penceramah.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi forum penguatan pemahaman keagamaan, tetapi juga menjadi ruang mempererat hubungan sosial dan ukhuwah di antara warga Muhammadiyah dari berbagai ranting di wilayah Cabang Bungkal.

Semangat kegiatan dirangkum melalui pesan “Ngraketake Paseduluran, Ngugemi Agami, Mrih Berkahae Gusti”, yang menekankan pentingnya menjaga persaudaraan, berpegang teguh pada ajaran agama, serta mengharapkan keberkahan dari Allah SWT.

Silaturahmi sebagai Bagian dari Penguatan Keimanan

Dalam tausiyahnya, Imam Fauzan menekankan bahwa silaturahmi memiliki posisi penting dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, pertemuan rutin seperti Pengajian Ahad Pagi dapat menjadi sarana untuk merawat ukhuwah sekaligus memperkuat komitmen keagamaan.

Ia mengingatkan jamaah agar kegiatan pengajian tidak dipandang sebatas agenda rutin, tetapi juga menjadi momentum untuk melakukan refleksi, memperbaiki kualitas ibadah, serta memperkuat kepedulian terhadap sesama.

Pesan tersebut kemudian dikaitkan dengan pentingnya kesabaran ketika menghadapi berbagai bentuk ujian kehidupan.

Dalam tausiyahnya, Imam Fauzan mengutip sebuah hadits mengenai keutamaan kesabaran dalam menghadapi ujian.

“Ada manzilah (kedudukan) di dalam surga yang bahkan ahli ibadah pun tidak bisa masuk ke dalamnya, kecuali tiga golongan,” ungkap Imam Fauzan dalam pengajian tersebut.

Tiga golongan yang disebutkan dalam materi tausiyah itu adalah orang yang diuji dengan sakit berat kemudian bersabar, orang yang diuji dengan meninggalnya anak kecil kemudian bersabar, serta orang yang mengalami kebangkrutan karena membela agama.

Pesan tersebut disampaikan sebagai pengingat bahwa kesabaran, keikhlasan, dan keteguhan dalam menghadapi ujian merupakan bagian penting dari pembentukan kualitas keimanan.

Pengajian Sekaligus Menggerakkan Amal Sosial

Selain tausiyah, kegiatan juga diisi dengan kebersamaan antarjamaah. Panitia menyediakan sekitar 300 porsi sarapan pagi bagi peserta yang hadir.

Momentum tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk menggerakkan kepedulian sosial melalui Kotak Amal dan Shadaqah. Dana yang dihimpun diarahkan untuk mendukung pembangunan TK 'Aisyiyah serta Gedung Dakwah Muhammadiyah Bungkal.


Kegiatan ini memperlihatkan bahwa pengajian tidak hanya berorientasi pada penguatan aspek spiritual, tetapi juga diarahkan pada kegiatan sosial dan pengembangan fasilitas pendidikan serta dakwah.

Bagi jamaah, keberadaan sarana pendidikan dan gedung dakwah menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan pembinaan generasi dan aktivitas keagamaan di tingkat cabang.

Menjaga Tradisi Pengajian dan Kebersamaan

Pengajian Ahad Pagi selapanan di PCM Bungkal berlangsung dalam suasana khidmat. Jamaah dari berbagai ranting turut hadir mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.

Rutinan tersebut menjadi salah satu ruang perjumpaan warga Muhammadiyah untuk memperkuat komunikasi, menjaga silaturahmi, dan membangun semangat gotong royong melalui kegiatan keagamaan maupun sosial.

Melalui tema silaturahmi, iman, dan amal jariyah, kegiatan Ahad Kliwon ini sekaligus mengingatkan bahwa kehidupan beragama tidak berhenti pada ibadah personal, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kepedulian sosial, pendidikan, pembangunan fasilitas umat, dan penguatan persaudaraan.

Pewarta: Muh Nurcholis

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close