Breaking News

Audio Reader
Speed:

Sambangi Pelajar SMKN 3 Takalar, Bhabinkamtibmas Tekankan Keselamatan Berlalu Lintas dan Kamtibmas




TAKALAR, WINEWS - Upaya membangun kesadaran keselamatan berlalu lintas dan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman terus dilakukan jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Mappakasunggu. Edukasi tersebut menyasar kalangan pelajar sebagai bagian dari langkah pencegahan terhadap kecelakaan lalu lintas, penyalahgunaan narkoba, perundungan, serta berbagai bentuk kenakalan remaja.

Pesan tersebut disampaikan Bhabinkamtibmas Desa Paddinging, Aipda Syamsuddin B, S.E., saat menyambangi siswa-siswi SMKN 3 Takalar, Dusun Paddinging, Desa Paddinging, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar, Senin (21/9/2026) sekitar pukul 09.30 Wita.

Dalam kegiatan tersebut, Aipda Syamsuddin mengajak para pelajar menjadikan keselamatan dan kedisiplinan sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari, khususnya ketika menggunakan kendaraan bermotor saat berangkat maupun pulang sekolah.

Para siswa diingatkan untuk selalu mengenakan helm, mematuhi ketentuan lalu lintas, serta tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Selain itu, pelajar juga diimbau tidak berboncengan melebihi ketentuan dan menghindari penggunaan knalpot brong yang dapat menimbulkan kebisingan serta mengganggu kenyamanan masyarakat.

Edukasi Lalu Lintas Dimulai dari Lingkungan Sekolah

Menurut pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, tertib berlalu lintas bukan hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga menyangkut tanggung jawab setiap pengguna jalan.

Pelajar sebagai kelompok usia produktif dan pengguna jalan harus memahami bahwa perilaku berkendara memiliki konsekuensi terhadap keselamatan diri sendiri maupun orang lain.

Karena itu, kebiasaan sederhana seperti menggunakan helm, berkendara secara tertib, tidak ugal-ugalan, serta menghormati pengguna jalan lainnya perlu dibangun sejak usia sekolah.

Pendekatan edukatif seperti ini juga menjadi ruang bagi Bhabinkamtibmas untuk berkomunikasi langsung dengan generasi muda sekaligus menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat atau kamtibmas.

Pelajar Diingatkan Menjauhi Narkoba dan Perundungan

Tidak hanya mengenai lalu lintas, Aipda Syamsuddin juga menyampaikan sejumlah pesan terkait kehidupan sosial dan lingkungan pendidikan.

Para pelajar diajak menjauhi narkoba dan minuman keras, serta tidak terlibat dalam tindakan yang dapat merusak masa depan mereka.

Perhatian juga diberikan terhadap fenomena perundungan atau bullying di lingkungan sekolah maupun dalam pergaulan sehari-hari.

Pelajar diingatkan agar membangun hubungan pertemanan yang sehat, saling menghargai, serta tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan atau menyakiti orang lain.

Pencegahan sejak dini dinilai penting karena persoalan kenakalan remaja tidak hanya berdampak terhadap pelaku, tetapi juga dapat memengaruhi keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat.

Polisi Dorong Sinergi Sekolah, Orang Tua dan Masyarakat

Kapolsek Mappakasunggu IPTU Aizullah saat dikonfirmasi mengenai kegiatan tersebut mengatakan bahwa pendekatan kepada pelajar merupakan bagian penting dalam membangun kesadaran dan karakter generasi muda.

Menurutnya, sekolah tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga menjadi lingkungan strategis dalam membentuk kedisiplinan, tanggung jawab, dan perilaku sosial peserta didik.

“Kami ingin para pelajar memahami bahwa tertib berlalu lintas dan menjaga kamtibmas bukan semata-mata karena takut terhadap aturan, tetapi karena kesadaran untuk menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain. Kebiasaan disiplin yang dibangun sejak sekolah akan menjadi bekal penting ketika mereka berada di tengah masyarakat,” kata IPTU Aizullah.

Ia menambahkan, upaya menjaga generasi muda dari berbagai risiko sosial membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

Sekolah, orang tua, kepolisian, dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung perkembangan anak.

“Pelajar adalah aset masa depan. Karena itu, mari kita ciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi mereka. Jika menemukan persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan atau perkembangan anak, jangan ragu berkomunikasi dengan Bhabinkamtibmas maupun pihak kepolisian agar dapat ditangani sejak dini,” ujar Aizullah.

Pencegahan Lebih Awal untuk Membangun Generasi Berkarakter

Kegiatan sambang dan edukasi kepada pelajar menjadi salah satu bentuk komunikasi langsung antara kepolisian dengan masyarakat, khususnya generasi muda.

Pesan mengenai keselamatan lalu lintas, bahaya narkoba, minuman keras, perundungan, serta kenakalan remaja diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penyuluhan, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kesadaran tersebut penting untuk membentuk pelajar yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memahami tanggung jawab sosial, disiplin terhadap aturan, serta mampu menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitarnya.

Melalui komunikasi yang berkelanjutan antara kepolisian, sekolah, orang tua, dan masyarakat, berbagai potensi persoalan yang melibatkan remaja diharapkan dapat dikenali dan dicegah sejak dini.

Dengan demikian, lingkungan pendidikan dapat tetap menjadi ruang yang aman bagi siswa untuk belajar, berkembang, dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan.

Pewarta: Saifuddin Gassing


0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close