Breaking News

Audio Reader
Speed:

Sinergi Dua Kecamatan, Forpimka Bungkal dan Jetis Bersihkan Sampah di Jembatan Selopayung


PONOROGO, WINews - Persoalan pembuangan sampah sembarangan di kawasan Jembatan Selopayung menjadi perhatian Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forpimka) Bungkal dan Jetis. Dua wilayah kecamatan tersebut bersinergi menggelar apel gabungan sekaligus kerja bakti untuk membersihkan tumpukan sampah yang mencemari kawasan sungai.

Kegiatan Apel Gabungan Penanggulangan Pembuangan Sampah tersebut berlangsung Kamis (17/9/2026) sekitar pukul 08.00 WIB di area Jembatan Selopayung, yang menjadi titik perbatasan Kecamatan Bungkal dan Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo.

Kegiatan ini tidak hanya diarahkan untuk membersihkan sampah yang telah menumpuk, tetapi juga menjadi langkah pencegahan agar kawasan jembatan dan aliran sungai tidak kembali dijadikan tempat pembuangan sampah oleh oknum warga.

Jembatan Selopayung Jadi Perhatian karena Sampah Liar

Jembatan Selopayung diketahui menjadi salah satu titik yang kerap digunakan sebagai lokasi pembuangan sampah secara sembarangan.

Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kebersihan dan estetika lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan persoalan lain apabila sampah masuk ke aliran sungai. Tumpukan sampah yang terbawa aliran air dapat mengganggu lingkungan dan berpotensi menyumbat saluran pada kondisi tertentu.

Atas kondisi tersebut, unsur pemerintahan kecamatan, aparat keamanan, pemerintah desa, serta masyarakat bergerak bersama untuk melakukan penanganan langsung di lokasi.

Libatkan 62 Personel Gabungan

Apel gabungan dipimpin langsung Camat Bungkal, Wasis, A.P., M.Si. Sebanyak 62 personel dilibatkan dalam kegiatan tersebut.

Personel yang dikerahkan terdiri atas:

- 12 anggota TNI;
- 20 anggota Polri;
- 16 pegawai dan staf kecamatan;
- 14 orang dari unsur masyarakat, termasuk Pemerintah Desa Bedi Wetan dan Desa Ngasinan.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa persoalan kebersihan lingkungan membutuhkan kolaborasi, terutama ketika lokasi yang ditangani berada di kawasan perbatasan dua kecamatan.

Dalam arahannya, Camat Bungkal Wasis menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

“Terima kasih kepada seluruh anggota TNI, Polri, pihak kecamatan, serta Pemdes Bedi Wetan dan Ngasinan yang hadir. Semoga kegiatan ini menjadi amal baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” ujar Wasis.

Tidak Hanya Bersih-Bersih, tetapi Juga Mencegah Sampah Kembali

Wasis menjelaskan, kegiatan tersebut tidak berhenti pada pengangkutan sampah. Upaya pencegahan juga dilakukan agar lokasi yang telah dibersihkan tidak kembali menjadi tempat pembuangan sampah.

Setelah apel selesai, seluruh personel dibagi menjadi dua tim dengan tugas berbeda.

Tim pembersihan bertugas mengangkut serta menaikkan tumpukan sampah dari kawasan sungai untuk kemudian dimuat ke truk pengangkut.

Sementara tim pencegahan bertugas memasang jaring paranet di sepanjang pagar jembatan. Pemasangan tersebut dilakukan sebagai upaya menutup akses dan menghalangi warga yang berniat membuang sampah ke aliran sungai.

Pola penanganan tersebut menunjukkan bahwa persoalan sampah tidak cukup diselesaikan dengan mengangkut sampah yang sudah ada. Pencegahan perilaku membuang sampah sembarangan juga diperlukan agar upaya kebersihan dapat memberikan dampak lebih berkelanjutan.

Keselamatan Kerja Jadi Perhatian

Dalam pelaksanaan kerja bakti, Wasis juga menekankan pentingnya keselamatan seluruh personel.

Pembersihan di sekitar sungai memiliki risiko tersendiri, sehingga setiap anggota diminta memperhatikan kondisi lokasi dan mengutamakan keselamatan selama proses pengangkutan sampah berlangsung.

Langkah tersebut diperlukan agar kegiatan lingkungan yang melibatkan banyak unsur dapat berjalan aman, tertib, dan lancar.

Polisi Dorong Kesadaran Masyarakat

Sementara itu, Kapolsek Bungkal AKP Ichwanul Huda, S.H., menegaskan dukungan kepolisian terhadap langkah preventif maupun upaya penindakan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak lagi menjadikan kawasan sungai sebagai tempat membuang sampah.

Menurutnya, menjaga kebersihan sungai bukan hanya berkaitan dengan keindahan lingkungan, tetapi juga menyangkut kesehatan masyarakat serta upaya mengurangi potensi gangguan lingkungan, termasuk risiko banjir akibat tersumbatnya aliran air oleh sampah.

Kesadaran masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan hasil kerja bakti. Tanpa perubahan perilaku, kawasan yang telah dibersihkan berpotensi kembali dipenuhi sampah.

Sinergi Dua Kecamatan untuk Lingkungan Bersih

Kegiatan di Jembatan Selopayung menjadi contoh bahwa persoalan lingkungan yang berada di wilayah perbatasan membutuhkan koordinasi lintas kecamatan.

Kolaborasi Forpimka Bungkal dan Jetis bersama TNI, Polri, pemerintah desa, staf kecamatan, dan masyarakat diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pembersihan kali ini.

Pengawasan lingkungan, edukasi masyarakat, serta pencegahan pembuangan sampah sembarangan perlu dilakukan secara berkelanjutan. Dengan demikian, kawasan Jembatan Selopayung dan lingkungan sungai di sekitarnya dapat terjaga kebersihannya serta memberikan manfaat bagi masyarakat di kedua wilayah kecamatan.


Pewarta: Muh Nurcholis

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close