Breaking News

Audio Reader
Speed:

Tayub Ponorogo Tampil di Karaton Surakarta, Mekar Budaya Raih Penghargaan


PONOROGO, WINews - Kesenian tradisional Tayub asal Kabupaten Ponorogo kembali menorehkan catatan penting dalam perjalanan pelestarian budaya Jawa. Paguyuban Seni Karawitan dan Langen Tayub Mekar Budaya, Desa Gajah, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo, mendapat kesempatan tampil di lingkungan Karaton Surakarta Hadiningrat, Minggu (27/9/2026).

Pementasan tersebut menjadi momentum penting bagi para seniman Ponorogo untuk memperkenalkan karakter khas Tayub kepada masyarakat sekaligus memperluas ruang apresiasi terhadap kesenian tradisional yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat Jawa.

Sebanyak 42 anggota Paguyuban Mekar Budaya mengikuti kegiatan tersebut. Mereka membawa seni karawitan dan Langen Tayub sebagai bagian dari identitas budaya Desa Gajah, Kecamatan Sambit, sekaligus merepresentasikan kesenian Tayub Ponorogo di lingkungan salah satu pusat kebudayaan Jawa.

Tayub Ponorogo dan Upaya Merawat Tradisi

Bagi para pelaku seni, keberadaan Tayub tidak semata-mata berkaitan dengan pertunjukan atau hiburan. Di dalamnya terdapat unsur karawitan, gerak tari, tata pertunjukan, serta nilai-nilai tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.

Karena itu, tampilnya Paguyuban Mekar Budaya di Karaton Surakarta dinilai menjadi ruang penting untuk menunjukkan bahwa kesenian tradisional masih mampu hadir di tengah perubahan zaman.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya para seniman untuk menjaga keberlanjutan Tayub Ponorogo. Regenerasi pelaku seni menjadi salah satu tantangan penting agar kesenian tradisional tidak berhenti hanya sebagai peninggalan masa lalu, tetapi tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda.

Panggung budaya seperti di Karaton Surakarta juga memberikan kesempatan bagi kesenian daerah untuk berinteraksi dengan berbagai tradisi Jawa lainnya. Pertemuan tersebut dapat memperkaya apresiasi sekaligus memperkuat jejaring antarpelaku kebudayaan.

Mendapat Apresiasi dari Karaton Surakarta

Rombongan Paguyuban Mekar Budaya mendapat sambutan langsung dari Dra. GKR Koes Moertiyah Wandansari, M.Pd., selaku Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Karaton Surakarta Hadiningrat.

Dalam kesempatan tersebut, disampaikan rencana untuk kembali menghadirkan kesenian Tayub Ponorogo dalam sejumlah agenda kebudayaan mendatang.

Di antaranya, kesenian Tayub Ponorogo direncanakan mendapat ruang dalam kegiatan budaya di Kabupaten Cilacap serta agenda Grebeg Maulid di Karaton Surakarta.

Rencana tersebut menjadi peluang bagi para seniman Mekar Budaya untuk terus memperkenalkan kesenian Tayub Ponorogo dalam ruang kebudayaan yang lebih luas.

Tayub Seblak Sampur Dinilai Memiliki Ciri Khas

Apresiasi juga disampaikan KPH Edy Wirabumi, Ketua Punjer Pakasa Karaton Surakarta Hadiningrat. Ia memberikan perhatian terhadap penampilan Tayub Seblak Sampur yang dibawakan rombongan Paguyuban Mekar Budaya.

Menurut KPH Edy Wirabumi, gaya joget yang ditampilkan dalam Tayub Ponorogo memiliki karakter tersendiri.

“Tayub Seblak Sampur ini luar biasa. Ponorogo itu jogetnya priyayi alus,” ujar KPH Edy Wirabumi.

Pernyataan tersebut menunjukkan adanya apresiasi terhadap kekhasan gaya pertunjukan yang dibawa seniman Ponorogo. Bagi para pelaku seni, pengakuan tersebut menjadi dorongan untuk terus mempertahankan karakter Tayub sekaligus mengembangkan pertunjukan agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Mekar Budaya Terima Penghargaan

Tidak hanya mendapat kesempatan tampil, Paguyuban Seni Karawitan dan Langen Tayub Mekar Budaya juga memperoleh penghargaan dari Karaton Surakarta Hadiningrat atas penampilan mereka.

KPH Edy Wirabumi berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi para pelaku seni untuk semakin konsisten dalam melestarikan kebudayaan.

“Kami berharap dengan penghargaan ini bisa menambah semangat dalam melestarikan kebudayaan. Jangan ragu, Karaton Surakarta ini rumah kalian dalam mengembangkan kebudayaan,” pesannya.

Penghargaan tersebut menjadi catatan tersendiri bagi 42 anggota Paguyuban Mekar Budaya yang hadir dalam pementasan. Mereka tidak hanya membawa nama paguyuban, tetapi juga memperkenalkan identitas seni tradisional yang berkembang di Desa Gajah, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo.

Membuka Ruang Lebih Luas bagi Kesenian Daerah

Tampilnya Tayub Ponorogo di Karaton Surakarta memperlihatkan bahwa pelestarian budaya membutuhkan ruang pertunjukan, dukungan komunitas, serta kesempatan bagi para seniman untuk berinteraksi dengan lingkungan kebudayaan yang lebih luas.

Dari Desa Gajah, Kecamatan Sambit, para seniman Paguyuban Mekar Budaya membawa Tayub Ponorogo ke panggung Karaton Surakarta. Mereka pulang dengan apresiasi dan penghargaan, sekaligus membawa peluang untuk kembali terlibat dalam agenda kebudayaan berikutnya.

Bagi kesenian tradisional, setiap panggung bukan hanya menjadi tempat pertunjukan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan identitas daerah, membangun regenerasi, dan memastikan warisan budaya tetap hidup di tengah masyarakat.

Pewarta: Muh Nurcholis

WINews -- Tajam, Terpercaya, Berita Sesuai Fakta dan Nyata.

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close