Breaking News

Audio Reader
Speed:

RS Welas Asih Gandeng RSI Sultan Agung, Bidik Penguatan PPDS

SEMARANG, WINews - Upaya meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran, memperkuat kompetensi tenaga medis, serta mengembangkan pelayanan kesehatan yang unggul terus dilakukan melalui kolaborasi antarrumah sakit pendidikan. Kali ini, RS Welas Asih, rumah sakit pendidikan utama Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (FK UNISBA), melakukan kunjungan strategis ke RSI Sultan Agung Semarang, rumah sakit pendidikan utama Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung (FK UNISSULA).

Kunjungan tersebut menjadi langkah awal untuk menginisiasi kemitraan strategis melalui konsep Brother Hospital atau rumah sakit bersaudara. Kerja sama ini diharapkan menjadi sarana penguatan kapasitas kelembagaan, pertukaran pengetahuan medis, pengembangan pendidikan dokter spesialis, hingga peningkatan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Rombongan RS Welas Asih tiba di Semarang menggunakan kereta api dan dipimpin langsung Wakil Direktur Pelayanan Medis, dr. Rochady Setya Wibawa, Sp.O.G., M.Kes.

Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut, dr. Dewi Ambarwati, M.K.M., selaku Kepala Bidang Penunjang; dr. Anita Meylasari, M.Kes., Dokter Ahli Muda; Pian Nopiansyah, S.K.M., dari bagian Perencanaan; serta Karna Maryana, S.K.M., selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Kedatangan delegasi disambut langsung Direktur Utama RSI Sultan Agung Semarang, DR. dr. H. Agus Ujianto, M.Si.Med., Sp.B., FISQua.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Selain membicarakan peluang kerja sama kelembagaan, kunjungan tersebut juga menjadi momentum mempererat hubungan persahabatan kedua pimpinan yang telah terjalin sejak beberapa tahun lalu, ketika keduanya sama-sama pernah bertugas dalam pelayanan kesehatan jemaah haji.

Hubungan komunikasi dan diskusi bahkan telah berlangsung sejak RS Welas Asih masih menggunakan nama RSUD Al-Ihsan.

Kunjungan ke RSI Sultan Agung Semarang merupakan lokasi kedua dalam rangkaian safari kelembagaan RS Welas Asih, rumah sakit milik Pemerintah Daerah Jawa Barat, setelah sebelumnya melakukan kunjungan ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.

Brother Hospital Jadi Strategi Penguatan Rumah Sakit Pendidikan

Inisiasi kemitraan Brother Hospital bukan sekadar kunjungan silaturahmi antarlembaga. Lebih dari itu, kolaborasi ini diarahkan untuk membangun sinergi antara kemampuan akademik, pengalaman klinis, sumber daya manusia, serta tata kelola rumah sakit pendidikan.

Masing-masing rumah sakit memiliki pengalaman dan kapasitas pendidikan kedokteran yang dapat saling melengkapi.

RS Welas Asih sebagai rumah sakit pendidikan utama FK UNISBA telah mengampu Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Obstetri dan Ginekologi (Obgyn).

Sementara itu, RSI Sultan Agung Semarang mengampu PPDS-1 Ilmu Penyakit Dalam dan saat ini tengah menjalani proses pengembangan program pendidikan dokter spesialis Ilmu Bedah.

Perbedaan fokus pengembangan tersebut membuka peluang kolaborasi dalam berbagai bidang, mulai dari penguatan sistem pendidikan klinis, peningkatan kompetensi dokter dan tenaga kesehatan, pengembangan layanan unggulan, hingga pertukaran pengalaman dalam pengelolaan rumah sakit pendidikan.

Melalui kemitraan ini, kedua institusi diharapkan dapat membangun ekosistem pendidikan kedokteran yang lebih adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.

Penguatan rumah sakit pendidikan juga memiliki arti penting dalam menyiapkan dokter spesialis yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga keterampilan klinis, profesionalisme, etika kedokteran, dan kemampuan memberikan pelayanan yang berorientasi pada keselamatan pasien.

Respons Evaluasi Kementerian Kesehatan terhadap Rumah Sakit Pendidikan

Momentum inisiasi Brother Hospital juga berkaitan dengan upaya kedua institusi dalam merespons kebijakan dan hasil evaluasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengenai wahana Rumah Sakit Pendidikan Utama bagi 160 Program Studi PPDS Baru Berbasis Perguruan Tinggi.

Dalam evaluasi tersebut, sebanyak 54 rumah sakit pendidikan utama, termasuk RS Welas Asih dan RSI Sultan Agung Semarang, serta fakultas kedokteran penyelenggara program terkait menjadi bagian dari penilaian pemenuhan standar penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis.

Aspek yang menjadi perhatian meliputi ketersediaan dan kecukupan sumber daya manusia (SDM), jumlah serta variasi kasus klinis (case load), status akreditasi, kemampuan keuangan, tata kelola kelembagaan, hingga masa berlaku penetapan rumah sakit pendidikan utama.

Berbagai aspek tersebut merupakan komponen penting untuk memastikan proses pendidikan dokter spesialis berjalan sesuai standar mutu, kebutuhan kompetensi, dan ketentuan yang berlaku.

Dalam materi tindak lanjut evaluasi yang menjadi perhatian kedua pihak, program studi yang masuk kriteria perbaikan perlu menempuh proses pemenuhan persyaratan secara simultan, termasuk permohonan rekomendasi Menteri Kesehatan sebagaimana dirujuk dalam Kepmenkes Nomor 294 Tahun 2026 dan permohonan penetapan program studi di rumah sakit pendidikan sebagaimana dirujuk dalam Kepdirjen Keslan Nomor 7118 Tahun 2026.

Dalam konteks tersebut, kerja sama antarrumah sakit pendidikan utama dapat menjadi ruang strategis untuk berbagi pengalaman, memperkuat tata kelola, serta mengidentifikasi langkah-langkah perbaikan yang diperlukan.

Pertukaran pengetahuan dan praktik baik diharapkan membantu kedua rumah sakit meningkatkan kesiapan kelembagaan dalam memenuhi standar pendidikan kedokteran spesialis.

Kolaborasi untuk Meningkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan

Selain berorientasi pada pengembangan pendidikan dokter spesialis, kemitraan Brother Hospital juga diharapkan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.

Rumah sakit pendidikan memiliki tanggung jawab ganda, yakni memberikan pelayanan kepada pasien sekaligus menjadi tempat pembelajaran dan pengembangan kompetensi tenaga medis.

Karena itu, sinergi antara RS Welas Asih dan RSI Sultan Agung Semarang berpotensi dikembangkan melalui sejumlah bidang strategis, antara lain:

* Penguatan pendidikan dokter spesialis, melalui pertukaran pengalaman dan pengembangan sistem pembelajaran klinis.

* Peningkatan kompetensi SDM kesehatan, melalui pendidikan berkelanjutan, pelatihan, dan diskusi ilmiah.

* Pengembangan pelayanan medis unggulan, dengan memanfaatkan pengalaman dan kapasitas masing-masing rumah sakit.

* Peningkatan tata kelola rumah sakit pendidikan, termasuk penguatan sistem manajemen dan pemenuhan standar mutu.

* Pengembangan budaya keselamatan pasien, sebagai bagian penting dari pelayanan kesehatan yang berkualitas.

Apabila ditindaklanjuti secara konsisten melalui program kerja yang terukur, kemitraan ini berpotensi menjadi model kolaborasi antarrumah sakit pendidikan yang memberikan manfaat bagi institusi pendidikan, tenaga medis, peserta didik PPDS, dan masyarakat luas.

Kedua Pimpinan Berharap Kerja Sama Berkelanjutan

Wakil Direktur Pelayanan Medis RS Welas Asih, dr. Rochady Setya Wibawa, Sp.O.G., M.Kes., menyampaikan harapannya agar pertemuan tersebut menjadi awal hubungan kelembagaan yang semakin kuat dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.

"Semoga pertemuan ini menjadi keberkahan dan awal dari keberlanjutan kerja sama yang erat di masa depan," ungkap dr. Rochady.

Sementara itu, Direktur Utama RSI Sultan Agung Semarang, DR. dr. H. Agus Ujianto, M.Si.Med., Sp.B., FISQua., menyambut positif inisiasi kemitraan tersebut.

Ia menyatakan kesiapan RSI Sultan Agung untuk terus membuka ruang kolaborasi dan menindaklanjuti pembahasan melalui agenda kerja sama yang lebih formal pada kunjungan berikutnya.

Sikap terbuka tersebut menjadi sinyal positif bagi pengembangan hubungan antarkedua rumah sakit pendidikan utama.

Ke depan, keberhasilan kemitraan Brother Hospital tidak hanya diukur dari terjalinnya hubungan antarlembaga, tetapi juga dari realisasi program kerja, peningkatan kapasitas pendidikan kedokteran, penguatan kompetensi tenaga kesehatan, serta perbaikan mutu pelayanan kepada pasien.

Kolaborasi RS Welas Asih dan RSI Sultan Agung Semarang diharapkan menjadi bagian dari kontribusi nyata dunia kesehatan dalam menyiapkan sumber daya manusia kedokteran yang unggul, memperkuat pendidikan dokter spesialis, dan menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas bagi masyarakat Indonesia.

Pewarta: Nursoleh




0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close