TASIKMALAYA, WINews - Upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik terus dilakukan oleh SDN Kedungwaru, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya.
Bertepatan dengan Hari Batik Nasional, Jumat 2 Oktober 2026, SDN Kedungwaru menggelar kegiatan sosialisasi sekolah ramah anak dan penyuluhan anti-bullying dengan melibatkan jajaran Polsek Kawalu. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan pendidikan karakter sekaligus membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya mencegah perundungan sejak usia sekolah dasar.
Kegiatan dipimpin oleh Kepala SDN Kedungwaru, Arif, S.Pd., dengan menghadirkan Kapolsek Kawalu AKP Yusuf Setyanto, S.H., didampingi Bhabinkamtibmas Aipda E. Budiyana.
Seluruh peserta didik mulai kelas 1 hingga kelas 6 mengikuti kegiatan tersebut bersama para guru dan tenaga kependidikan. Perwakilan orang tua siswa yang tergabung dalam POM (Perwakilan Orang Tua Murid) juga turut hadir.
Keterlibatan orang tua menjadi salah satu aspek penting dalam kegiatan tersebut. Sekolah tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya proses pembelajaran, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga dalam membangun karakter, kedisiplinan, empati, dan kemampuan anak dalam berinteraksi secara sehat dengan lingkungan sekitarnya.
Polsek Kawalu Berikan Edukasi tentang Bahaya Bullying
Dalam pemaparannya, AKP Yusuf Setyanto, S.H. memberikan edukasi mengenai berbagai bentuk perundungan yang dapat terjadi di lingkungan anak.
Perundungan dapat berupa tindakan fisik, ucapan yang merendahkan atau menyakiti, pengucilan dalam pergaulan, hingga tindakan melalui media digital atau cyberbullying.

Menurut materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, pencegahan bullying tidak cukup hanya dilakukan setelah terjadi suatu persoalan. Kesadaran mengenai perilaku saling menghormati perlu ditanamkan sejak dini melalui lingkungan sekolah dan keluarga.
Anak juga perlu mendapatkan ruang untuk menyampaikan pengalaman maupun persoalan yang mereka hadapi. Dengan komunikasi yang terbuka, guru dan orang tua dapat lebih cepat mengetahui apabila terdapat persoalan yang berpotensi mengganggu kenyamanan dan keamanan anak.
Pola Asuh dan Komunikasi Orang Tua Dinilai Penting
Selain membahas perundungan, kegiatan juga menyoroti pentingnya pola asuh yang ramah anak.
Orang tua memiliki peran dalam memberikan arahan, pendampingan, pengawasan, sekaligus membangun komunikasi yang sehat dengan anak. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu anak memahami batasan perilaku, menghargai orang lain, serta berani menyampaikan persoalan yang dialaminya.
Sekolah dan keluarga dengan demikian memiliki peran yang saling melengkapi. Pendidikan karakter tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga dibentuk melalui kebiasaan anak di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Kolaborasi tersebut menjadi semakin penting di tengah perkembangan teknologi digital. Anak-anak saat ini berinteraksi tidak hanya secara langsung, tetapi juga melalui berbagai platform komunikasi dan media sosial.
Karena itu, edukasi mengenai etika berkomunikasi, penggunaan teknologi secara bertanggung jawab, serta kemampuan menyelesaikan konflik secara sehat menjadi bagian penting dari perlindungan anak.
Kepala Sekolah: Sekolah Harus Menjadi Tempat yang Aman
Kepala SDN Kedungwaru Arif, S.Pd. menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polsek Kawalu yang telah hadir dan memberikan edukasi secara langsung kepada para peserta didik.
Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat budaya sekolah yang mengedepankan rasa aman, saling menghargai, dan kepedulian terhadap sesama.

“Melalui kegiatan sosialisasi ramah anak dan anti-bullying ini, kami berharap anak-anak didik kami tidak hanya memahami apa itu perundungan, tetapi juga memiliki mental yang tangguh, saling menghargai antarteman, serta menjadikan sekolah sebagai rumah kedua yang aman dan menyenangkan,” ujar Arif.
Ia juga berharap komunikasi antara sekolah, orang tua, dan aparat kepolisian dapat terus terjalin sehingga berbagai persoalan yang berkaitan dengan keamanan dan kenyamanan peserta didik dapat ditangani secara tepat.
Diakhiri Penandatanganan MoU
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi penyampaian materi, tanya jawab, pesan-pesan moral, hingga foto bersama antara jajaran Polsek Kawalu, pihak sekolah, guru, orang tua siswa, dan peserta didik.
Momentum tersebut kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara SDN Kedungwaru dan Polsek Kawalu sebagai bentuk komitmen bersama dalam menciptakan situasi yang kondusif dan ramah anak di lingkungan sekolah.
Kerja sama tersebut secara khusus diarahkan pada upaya pencegahan perundungan serta penguatan lingkungan pendidikan yang aman bagi peserta didik.
Sinergi antara sekolah, keluarga, kepolisian, dan masyarakat diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membangun sistem perlindungan anak yang lebih kuat.
Melalui pendidikan yang mengedepankan keamanan, penghormatan terhadap sesama, komunikasi terbuka, dan pembentukan karakter, SDN Kedungwaru diharapkan mampu terus menciptakan lingkungan belajar yang positif.
Harapannya, kolaborasi tersebut dapat berkelanjutan dan memberikan ruang bagi anak-anak untuk tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, berakhlak mulia, saling menghormati, serta mampu menjauhi berbagai bentuk kekerasan dan perundungan.
Pewarta: Amoy Purwanto
WINews --Tajam, Terpercaya, Berita Sesuai Fakta dan Nyata.

0 Komentar