Breaking News

Audio Reader
Speed:

Rektor Untad Turun Langsung Verifikasi Penerima KIP Kuliah di Donggala, Ingatkan Mahasiswa Jaga Prestasi


Donggala, WINews - Universitas Tadulako (Untad), Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., turun langsung melakukan survei, pengecekan, dan verifikasi terhadap mahasiswa penerima bantuan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) di Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa mahasiswa yang menerima bantuan pendidikan dari pemerintah benar-benar memenuhi persyaratan dan kriteria yang telah ditetapkan.

Dalam proses verifikasi lapangan, Rektor melihat secara langsung kondisi tempat tinggal dan keadaan keluarga mahasiswa penerima KIP Kuliah. Langkah ini sekaligus menjadi upaya mencocokkan data serta dokumen persyaratan yang telah diserahkan mahasiswa dengan kondisi sebenarnya.

Prof. Amar menegaskan bahwa keakuratan data menjadi hal penting dalam pelaksanaan program KIP Kuliah. Menurutnya, seluruh informasi yang dicantumkan mahasiswa dalam dokumen persyaratan harus sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

“Apa yang tercantum dalam dokumen yang telah diserahkan mahasiswa harus sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan. Karena itu, kami melakukan pengecekan secara langsung agar bantuan KIP Kuliah tepat sasaran dan diberikan kepada mahasiswa yang benar-benar membutuhkan,” tegas Prof Amar.

Ia menjelaskan, verifikasi secara langsung merupakan bagian dari upaya memastikan program bantuan pendidikan pemerintah berjalan sesuai tujuan, yakni memberikan kesempatan kepada mahasiswa dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi untuk mengakses pendidikan tinggi.

Pada kesempatan tersebut, Rektor juga memberikan perhatian khusus terhadap tanggung jawab mahasiswa setelah memperoleh bantuan KIP Kuliah.

Ia mengingatkan agar kesempatan yang telah diberikan pemerintah tidak disia-siakan. Mahasiswa diminta bersungguh-sungguh mengikuti perkuliahan, meningkatkan prestasi akademik, serta menyelesaikan pendidikan sesuai target waktu.

“Kesempatan mendapatkan KIP Kuliah ini jangan disia-siakan. Manfaatkan sebaik-baiknya untuk belajar, meningkatkan prestasi, dan menyelesaikan studi tepat waktu. Kalian harus memiliki tanggung jawab untuk menjaga kepercayaan yang telah diberikan pemerintah,” pesannya.

Prof. Amar juga menekankan bahwa mahasiswa penerima KIP Kuliah harus mampu mempertahankan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00 dan memenuhi seluruh ketentuan yang berlaku dalam program tersebut.

Ia mengingatkan, mahasiswa yang tidak mampu memenuhi persyaratan akademik, termasuk memperoleh IPK di bawah ketentuan, dapat dikenai penghentian bantuan sesuai aturan yang berlaku.

Karena itu, penerima KIP Kuliah diharapkan tidak hanya berorientasi pada keberlanjutan bantuan, tetapi juga menjadikan kesempatan tersebut sebagai motivasi untuk meningkatkan kualitas diri dan mencapai prestasi akademik.

Selain kepada mahasiswa, Rektor Untad juga menyampaikan pesan kepada para orang tua agar turut berperan aktif dalam mengawasi aktivitas perkuliahan anak-anak mereka.

Menurutnya, dukungan keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan mahasiswa dapat menjalankan kewajiban akademik dengan baik.

“Orang tua juga harus ikut memantau aktivitas kuliah anak-anaknya. Pastikan mereka mengikuti perkuliahan dengan sungguh-sungguh dan tidak menyia-nyiakan kesempatan yang sudah diberikan pemerintah. KIP Kuliah ini merupakan amanah yang harus dijaga bersama,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prof Amar menyampaikan bahwa keberhasilan program KIP Kuliah tidak semata-mata diukur dari tersalurkannya bantuan pendidikan kepada mahasiswa yang memenuhi kriteria.

Namun, keberhasilan program tersebut juga harus terlihat dari kemampuan mahasiswa menyelesaikan pendidikan hingga meraih gelar sarjana dan berkontribusi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Sementara itu, salah satu mahasiswa penerima KIP Kuliah, Riskina, dari Fakultas Teknik Program Studi Teknik Lingkungan Untad, mengaku sangat terbantu dengan adanya program bantuan pendidikan tersebut.

Ia mengatakan, KIP Kuliah memberikan kesempatan besar baginya untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Tadulako meskipun keluarganya memiliki keterbatasan ekonomi.

“Program KIP Kuliah ini sangat membantu saya untuk bisa melanjutkan kuliah di Universitas Tadulako. Di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, bantuan ini menjadi kesempatan besar bagi saya untuk tetap melanjutkan pendidikan,” ungkap Riskina.

Riskina berharap dapat memanfaatkan bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya, menyelesaikan pendidikan tepat waktu, serta meraih gelar sarjana di Universitas Tadulako.

Ia juga berharap keberhasilannya menyelesaikan pendidikan tinggi nantinya dapat menjadi kebanggaan bagi kedua orang tuanya.

Dalam kegiatan survei dan verifikasi tersebut, Rektor Untad didampingi Ketua Dewan Profesor Prof. Dr. Ir. Fathurrahman, M.P., Sekretaris Senat M. Iqbal, S.T., M.T., serta sejumlah rombongan lainnya.

Pewarta: Junaidi

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close