![]() |
| Diduga Air Limbah Usaha Kelapa Mengganggu Warga Sagerat 1 |
Seorang warga lansia mengungkapkan kepada wartawan pada Rabu (28/1/2026) bahwa tanaman di perkebunannya mati karena air dari bak penampungan mengalir melewati perbatuan hingga kolam ikan. "Ikan kami mati semua, bahkan tanaman pun kering," kata warga tersebut.
![]() |
| Bitung: Diduga Air Limbah Usaha Kelapa Mengganggu Warga Sagerat 2 |
Pekerja usaha kelapa mengaku bahwa saat hujan deras, air dalam bak sering meluap hingga ke bagian bawah perbatuan. Mereka berharap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bitung segera melakukan pemeriksaan dan uji sampel air.
Pemilik usaha, Rici Tinangon, membenarkan bahwa lokasi tersebut milik dirinya dan merupakan usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang memperkerjakan banyak orang. Ia menegaskan bahwa air yang meluap bukan limbah kelapa, melainkan air cucian kelapa dan lantai. Ia juga mengaku telah mengganti kerugian warga saat ikan di kolam mati akibat luapan air tersebut.
![]() |
| Bitung: Diduga Air Limbah Usaha Kelapa Mengganggu Warga Sagerat 3 |
Kepala Bidang Pencemaran Lingkungan Hidup DLH Kota Bitung, Audy Tulenan, SH, menyatakan bahwa pihaknya beberapa bulan lalu telah meninjau lokasi tersebut. Namun, pihak DLH belum memastikan apakah air yang meluap merupakan limbah atau bukan. DLH berencana memanggil pengusaha dan melakukan uji sampel air untuk memastikan status air tersebut.
Warga berharap DLH Kota Bitung dapat segera memastikan apakah air tersebut limbah agar kegiatan usaha tidak mengganggu ketersediaan air bersih.
Reporter: Michael Hontong



0 Komentar