Seni Berbisnis: Sekali Tepuk, Tiga Lalat Tumbang 🪰💥
Di dunia bisnis, yang pinter itu banyak. Yang kerja keras juga bejibun. Tapi yang ngerti cara main persepsi? Nah… itu levelnya beda. Kadang orang ga butuh kenyataan. Mereka cuma butuh cerita yang terdengar meyakinkan. Dan inilah kisah strategi tingkat dewa ala korporat ninja.
Fase 1: Anak Idealis yang Tiba-tiba Siap Nikah
Ayah : "Nak, bapak sudah pilih calon istri buat kamu. Siap-siap nikah."
Anak : "Ga mau! Aku ini jiwa bebas. Cinta ga bisa dipaksa."
Ayah : "Dia anaknya Bill Gates."
Anak : "... o, ok, Sebenernya pernikahan itu tentang tanggung jawab dan visi masa depan, Pak."
Pelajaran pertama: idealisme sering kalah cepat sama notifikasi rekening.
Fase 2: Menjual Cerita ke Miliarder
Besoknya, si ayah datang ke Bill Gates.
Ayah : "Saya punya calon suami terbaik untuk putri Anda."
Bill : "Putri saya masih terlalu muda."
Ayah : "Dia Wakil Presiden Bank Dunia."
Bill : "...Kenapa tidak bilang dari tadi?"
Ga ada yang cek CV. Ga ada yang buka Google. Jabatan terdengar keren? Cukup. Di dunia bisnis, titel kadang lebih berat dari kebenaran.
Fase 3: Domino Terakhir
Lalu si ayah datang ke Presiden Bank Dunia.
Ayah : "Anda butuh Wakil Presiden baru."
Presiden : "Kami sudah kebanyakan."
Ayah : "Dia menantu Bill Gates."
Presiden : "...Suruh mulai hari Senin."
Selesai. Sekali tepuk, tiga lalat tumbang.
Anak dapat pasangan miliarder.
Bill dapat menantu pejabat internasional.
Bank Dunia dapat VP “strategis”.
Moral ala WINews - Pisbon:
Bisnis bukan soal bohong atau jujur. Tapi soal menyusun persepsi sampai semua orang merasa pintar… padahal papan catur sudah kamu atur duluan.
Ingat, dunia tidak selalu memberi hadiah pada orang paling cerdas. Dunia memberi panggung pada orang yang paling paham cara kerja ego manusia.
0 Komentar