Breaking News

AI SIAP

Tangis Haru Iringi Penjemputan Peserta Diklatsar Banser Punggelan di Kutasari


Foto : Kasatkoryon Banser Punggelan Umar Hasanuddin bersama dua anggota peserta Diklatsar Banser 

Purbalingga, WINews – Suasana haru tak terbendung menyelimuti momen penjemputan peserta Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser di Desa Karangjengkol, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga. Tangis bahagia pecah saat dua kader muda Banser dari PAC GP Ansor Punggelan kembali ke kampung halaman setelah menuntaskan pendidikan selama tiga hari tiga malam.

Dua peserta tersebut, Sahabat Wawan Guritno dan Sahabat Rohimin, dijemput langsung oleh Kasatkoryon Banser Punggelan, Umar Hasanuddin, bersama jajaran anggotanya. Penjemputan dilakukan menggunakan kendaraan operasional milik Yayasan Bumi Sehat Banjarnegara, menambah kesan hangat dan penuh kekeluargaan dalam momen tersebut.

Umar Hasanuddin menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas kelulusan kedua kader tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan mengikuti Diklatsar merupakan langkah awal dalam pengabdian sebagai anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser).



“Kami mengucapkan selamat kepada Sahabat Wawan Guritno dan Sahabat Rohimin yang telah lulus Diklatsar Banser. Terima kasih juga kami sampaikan kepada PC GP Ansor Purbalingga, PAC GP Ansor Kutasari, serta para instruktur yang telah mendidik anggota baru kami dengan penuh dedikasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Umar menekankan pentingnya menjaga marwah organisasi, agama, dan para ulama. Ia mengingatkan bahwa menjadi Banser bukan untuk mencari keuntungan materi, melainkan untuk menggapai ridha Allah SWT melalui pengabdian yang tulus.

“Jadilah Banser yang menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jamaah, menjaga para kiai, dan tetap berpegang pada aturan agama, negara, serta organisasi. Jika ingin diakui sebagai santri dari Mbah KH. Hasyim Asy’ari, maka pegang teguh nilai-nilai tersebut,” pesannya.



Sementara itu, Sahabat Wawan Guritno tak mampu menahan haru saat menyampaikan kesannya usai mengikuti Diklatsar. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya bisa menjadi bagian dari Banser.

“Saya sangat bangga bisa menjadi Banser NU. Di sisa hidup saya, saya ingin khidmat kepada para ulama dan kiai. Walaupun saya tidak bisa mengaji, saya ingin berbakti, semoga dengan itu saya mendapat keberkahan dunia dan akhirat,” tuturnya.

Wawan juga mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tuanya, khususnya kepada ayahnya, Nursoleh, yang telah memberikan bimbingan hingga dirinya mendapatkan kesempatan mengikuti Diklatsar.


Senada dengan itu, Sahabat Rohimin juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membimbingnya selama proses pendidikan. Ia berharap ilmu yang didapat dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari serta dalam berorganisasi.

“Saya mohon bimbingan dari para senior, karena saya masih belajar dalam berorganisasi. Semoga ilmu yang saya dapat bisa bermanfaat bagi diri saya, keluarga, dan masyarakat,” ucapnya.

Momen penjemputan ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga menjadi simbol lahirnya kader-kader baru Banser yang siap mengabdi dengan penuh keikhlasan, menjaga nilai-nilai keislaman, serta memperkuat peran organisasi di tengah masyarakat.

Pewarta: Sokim

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close