
Banjarnegara, wartaindonesianrws.co.id. - Di bawah langit Punggelan yang teduh, sebuah sejarah baru saja dipahat. Gerakan Pemberdayaan Masyarakat Punggelan (GPMP), organisasi kemasyarakatan yang lahir dari semangat keguyuban pada tahun 2024, baru saja merayakan sebuah tonggak pencapaian penting melalui giat syukuran dan touring wilayah Punggelan pada Sabtu, 2 Februari 2026.
Bukan sekadar perjalanan biasa, kegiatan ini menjadi simbol pergerakan 50 anggota GPMP di bawah komando Hadi Sutikno. Puncak dari kegiatan ini adalah peresmian aset berupa sebidang tanah yang berlokasi di Desa Tlaga, Blok Tlagasana, yang kini resmi menjadi milik organisasi.
Hadi Sutikno menuturkan kawasan Punggelan merupakan zona Merah rawan bencana longsor, maka dari itu tanah tersebut akan kami tanami pohon holtikultura.

Dan untuk keamanan touring kami dikawal pihak kepolisian Polsek Punggelan.
Lebih dari Sekadar Organisasi
GPMP hadir bukan sebagai nama belaka. Organisasi ini membawa visi besar untuk menjaga napas kehidupan di Punggelan melalui tiga pilar utama:
1.Kelestarian Lingkungan Hidup: Menjaga alam agar tetap menjadi warisan bagi anak cucu.2.Kemandirian Pertanian: Menguatkan pundak para petani sebagai tulang punggung daerah.
3.Geliat Perdagangan: Membangun ekosistem ekonomi lokal yang tangguh.

Jejak Langkah di Blok Tlagasana
Suasana haru dan bangga menyelimuti prosesi syukuran. Pembelian tanah di Blok Tlagasana ini bukan hanya tentang kepemilikan aset fisik, melainkan tentang membangun "rumah bersama" bagi gagasan-gagasan pemberdayaan di masa depan."Tanah ini adalah bukti bahwa dengan kebersamaan, niat tulus untuk membangun desa bisa kita wujudkan secara nyata," ujar Hadi Sutikno di sela-sela kegiatan.

Hadi Sutikno menambahkan Kegiatan touring yang mengawali acara juga memperlihatkan sisi humanis GPMP. Sepanjang rute, para anggota menyapa warga, memotret potensi alam, dan menyerap aspirasi yang ada di wilayah Punggelan. Ini adalah bentuk kedekatan nyata antara ormas dan masyarakat yang mereka bela.
Menatap Hari Esok
Dengan aset baru ini, GPMP diprediksi akan semakin aktif dalam menjalankan program-program pemberdayaan. Tanah di Desa Tlaga tersebut nantinya diharapkan menjadi pusat inovasi bagi sektor pertanian dan perdagangan di wilayah Punggelan.GPMP: Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Untuk Punggelan.
Pewarta: Nur S
0 Komentar