Dugaan Pungutan Buku di SMK Muhammadiyah 1 Kota Agung Anggaran Ratusan Juta Dipertanyakan
TANGGAMUS, WINews - Polemik pengadaan buku pelajaran mencuat di SMK Muhammadiyah 1 Kota Agung setelah muncul dugaan ketidaksesuaian antara klaim pihak sekolah dengan kondisi di lapangan. Isu ini menyoroti transparansi penggunaan anggaran, khususnya pada sektor pengembangan perpustakaan.
Kepala sekolah, Saipi Samba, sebelumnya menyampaikan bahwa pihaknya telah membagikan buku pelajaran secara gratis kepada siswa sejak tahun 2022 tanpa kewajiban pengembalian. Pernyataan tersebut menegaskan komitmen sekolah dalam mendukung literasi.
Namun, data anggaran menunjukkan alokasi dana yang cukup besar untuk pengembangan perpustakaan. Pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp48.456.000, sementara pada tahun 2025 meningkat signifikan menjadi Rp137.280.000. Kenaikan ini memunculkan pertanyaan terkait realisasi penggunaan anggaran tersebut.
Sejumlah siswa yang ditemui justru mengaku harus membeli buku pelajaran secara mandiri. Hal ini memunculkan dugaan adanya ketidaksesuaian antara program yang disampaikan pihak sekolah dengan pelaksanaannya di lapangan.
Menanggapi hal itu, pihak sekolah menyebut bahwa sebagian buku memang dipinjamkan kepada siswa, namun tidak seluruhnya dikembalikan. Selain itu, disebutkan pula bahwa distribusi buku tidak dilakukan setiap tahun dan bergantung pada kondisi tertentu.
Pernyataan tersebut kembali memicu pertanyaan publik mengenai pengelolaan aset perpustakaan serta efektivitas penyaluran buku kepada siswa. Di sisi lain, alasan rendahnya minat baca siswa juga disebut sebagai salah satu kendala dalam pemanfaatan buku yang telah disediakan.
Sejumlah pihak menilai, kondisi ini perlu mendapat perhatian serius agar tidak menimbulkan beban tambahan bagi siswa dan orang tua. Transparansi serta akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran pendidikan dinilai menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik.
Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah masih diharapkan dapat memberikan penjelasan lebih rinci terkait mekanisme pengadaan dan distribusi buku, guna memastikan bahwa anggaran yang telah dialokasikan benar-benar dimanfaatkan sesuai peruntukannya. (Tim/Red)

0 Komentar