
BANJARNEGARA, WINews – Sebanyak 1.059 calon jemaah haji asal Kabupaten Banjarnegara mengikuti Bimbingan Manasik Haji Terintegrasi Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi yang digelar di Ballroom Hotel Surya Yudha, Rabu (25/3/2026).
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Pj Sekda Banjarnegara, Trsiman, S.Sos. Manasik haji ini diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Haji dan Umrah Banjarnegara dengan mengusung tema “Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan”.
Plt. Kepala Kantor Kementerian Haji Banjarnegara, H. Nawawi, SE, dalam laporannya menyampaikan bahwa pada tahun 2026, Banjarnegara akan memberangkatkan 1.059 calon jemaah haji yang terbagi dalam empat kelompok terbang (kloter).

Adapun rinciannya, Kloter 69 sebanyak 60 jemaah, Kloter 70 sebanyak 354 jemaah, Kloter 71 sebanyak 354 jemaah, dan Kloter 72 sebanyak 291 jemaah.
“Haji mabrur dimulai dari persiapan yang disiplin dan kesehatan yang terjaga,” ujar Nawawi.
Kegiatan ini turut menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, di antaranya Direktur Bina Jamaah Haji Reguler Kementerian Haji dan Umrah RI, Dr. H. M. Arief Mundzir, S.Ag., M.Si., Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara, dr. Latifa Hesti, M.Kes., serta Kepala Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, Sukarno, M.M.

Dalam sambutannya, Trsiman mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa manasik haji merupakan bagian penting dalam rangkaian ibadah haji, guna membekali calon jemaah dengan pengetahuan dan keterampilan sesuai tuntunan syariat Islam.
Menurutnya, manasik haji terintegrasi diharapkan mampu memberikan pemahaman yang seragam dan menyeluruh, sehingga para jemaah dapat melaksanakan ibadah dengan tertib, mandiri, dan sesuai syariat.
Ia juga mengajak para calon jemaah untuk menjadikan kegiatan ini sebagai momentum memperbaiki diri, memperkuat niat, serta meningkatkan kualitas ibadah, baik secara individu maupun sosial.

“Haji mabrur dimulai dari persiapan yang disiplin dan kesehatan yang terjaga,” ujar Nawawi.
Kegiatan ini turut menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, di antaranya Direktur Bina Jamaah Haji Reguler Kementerian Haji dan Umrah RI, Dr. H. M. Arief Mundzir, S.Ag., M.Si., Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara, dr. Latifa Hesti, M.Kes., serta Kepala Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, Sukarno, M.M.

Dalam sambutannya, Trsiman mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa manasik haji merupakan bagian penting dalam rangkaian ibadah haji, guna membekali calon jemaah dengan pengetahuan dan keterampilan sesuai tuntunan syariat Islam.
Menurutnya, manasik haji terintegrasi diharapkan mampu memberikan pemahaman yang seragam dan menyeluruh, sehingga para jemaah dapat melaksanakan ibadah dengan tertib, mandiri, dan sesuai syariat.
Ia juga mengajak para calon jemaah untuk menjadikan kegiatan ini sebagai momentum memperbaiki diri, memperkuat niat, serta meningkatkan kualitas ibadah, baik secara individu maupun sosial.

“Dengan kesiapan lahir dan batin serta bekal ilmu yang cukup, semoga seluruh jemaah dapat meraih haji mabrur dan kembali menjadi teladan di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Trsiman mengingatkan peserta agar mengikuti manasik dengan sungguh-sungguh serta mematuhi seluruh aturan yang telah ditetapkan. Ia menekankan bahwa tujuan utama berhaji adalah untuk meraih ridha Allah SWT, bukan sekadar perjalanan semata.
Kegiatan manasik ini diharapkan mampu menjadi bekal penting bagi para calon jemaah haji Banjarnegara agar lebih siap dan mantap dalam menunaikan rukun Islam kelima.
Pewarta: Wiwid
Lebih lanjut, Trsiman mengingatkan peserta agar mengikuti manasik dengan sungguh-sungguh serta mematuhi seluruh aturan yang telah ditetapkan. Ia menekankan bahwa tujuan utama berhaji adalah untuk meraih ridha Allah SWT, bukan sekadar perjalanan semata.
Kegiatan manasik ini diharapkan mampu menjadi bekal penting bagi para calon jemaah haji Banjarnegara agar lebih siap dan mantap dalam menunaikan rukun Islam kelima.
Pewarta: Wiwid
0 Komentar