WINews, Opini -Belakangan ini, isu tentang kemunculan “kolor ijo” kembali ramai diperbincangkan di tengah masyarakat.
Cerita dari mulut ke mulut hingga unggahan di media sosial menyebutkan sosok misterius yang meresahkan warga, khususnya pada malam hari. Kabar ini pun memicu kekhawatiran, bahkan kepanikan di sejumlah lingkungan.
Namun, di tengah derasnya informasi, masyarakat perlu bersikap waspada—bukan hanya terhadap sosok yang disebut-sebut itu, tetapi juga terhadap cara kita menyikapinya.
Kolor ijo, dalam cerita rakyat, digambarkan sebagai makhluk gaib yang memiliki kemampuan menghilang dan sering dikaitkan dengan tindakan tidak senonoh.
Tetapi dalam banyak kasus yang pernah terjadi, “kolor ijo” justru terungkap sebagai pelaku kejahatan biasa yang memanfaatkan ketakutan dan kepercayaan masyarakat terhadap hal mistis.
Dengan kata lain, mitos ini kerap menjadi tameng bagi pelaku kriminal untuk melancarkan aksinya.
Di sinilah letak bahayanya. Ketika masyarakat terlalu cepat percaya pada hal gaib, fokus terhadap upaya pengamanan justru bisa melemah.
Alih-alih meningkatkan ronda malam, memasang penerangan, atau melaporkan kejadian mencurigakan, sebagian warga justru sibuk mencari “dukun” atau melakukan ritual tertentu. Padahal, langkah-langkah nyata jauh lebih efektif dalam mencegah kejahatan.
Kondisi ini juga diperparah oleh penyebaran informasi yang belum tentu benar. Di era digital, satu pesan berantai bisa dengan cepat memicu keresahan massal.
Tanpa verifikasi yang jelas, kabar tentang kolor ijo bisa berkembang menjadi isu liar yang sulit dikendalikan.
Bahkan, tidak jarang menimbulkan tuduhan terhadap orang yang tidak bersalah.
Karena itu, kewaspadaan harus dibarengi dengan akal sehat. Jika memang ada kejadian mencurigakan, segera laporkan kepada aparat setempat.
Aktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling), perkuat solidaritas warga, dan pastikan lingkungan tetap terang dan aman.
Orang tua juga perlu meningkatkan pengawasan terhadap anggota keluarga, terutama pada malam hari.
Lebih dari sekadar cerita mistis, fenomena kolor ijo sejatinya adalah alarm sosial. Ia mengingatkan bahwa masih ada celah keamanan yang perlu diperbaiki, serta pentingnya literasi informasi di tengah masyarakat.
Jangan sampai ketakutan terhadap sesuatu yang belum tentu nyata justru membuat kita lengah terhadap ancaman yang sebenarnya.
Pada akhirnya, yang perlu ditakuti bukanlah “kolor ijo” sebagai makhluk gaib, melainkan kemungkinan adanya pelaku kejahatan yang bersembunyi di balik mitos tersebut.
Waspada, berpikir jernih, dan bertindak nyata adalah kunci utama agar masyarakat tetap aman dan tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum tentu benar.
Penulis: Nursoleh

0 Komentar