
Kegiatan yang menjadi agenda rutin warga Nahdliyin Kecamatan Punggelan tersebut berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan. Sejak pagi hari, jamaah dari berbagai desa berdatangan untuk mengikuti rangkaian pengajian dan silaturahmi antarwarga.
Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama, para kiai, ulama, pengurus badan otonom, serta masyarakat umum yang turut meramaikan suasana religius dan penuh kekeluargaan. Kehadiran para tokoh NU menjadi penguat semangat warga dalam menjaga tradisi keagamaan yang telah mengakar di tengah masyarakat.

Di sisi lain, jajaran Barisan Ansor Serbaguna (BANSER) tampak sigap mengawal jalannya acara. Dengan seragam khas dan sikap disiplin, Banser turut membantu pengaturan lalu lintas, keamanan, hingga kenyamanan jamaah selama kegiatan berlangsung. Kehadiran mereka menambah kesan tertib sekaligus menunjukkan semangat khidmah kepada umat dan organisasi.
Tak hanya menjadi ruang penguatan spiritual, kegiatan ini juga membawa dampak positif bagi geliat ekonomi masyarakat sekitar. Puluhan pedagang kaki lima dan pelaku UMKM tampak memanfaatkan momentum tersebut untuk menjajakan aneka makanan, minuman, hingga kebutuhan jamaah lainnya. Deretan lapak yang ramai dikunjungi menjadi gambaran bahwa kegiatan keagamaan juga mampu menggerakkan roda perekonomian warga secara nyata.
Salah satu jamaah mengungkapkan rasa syukur atas antusiasme masyarakat yang terus terjaga dalam mengikuti kegiatan pengajian rutin. Menurutnya, tradisi Salapanan bukan sekadar majelis ilmu, tetapi juga menjadi perekat persaudaraan, kebersamaan, dan kecintaan kepada ulama serta ajaran Ahlussunnah wal Jamaah.

Pengajian rutin MWC NU Punggelan ini diharapkan terus menjadi ruang dakwah yang meneduhkan, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta membawa manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat luas.
Pewarta Wawan Guritno
0 Komentar