Breaking News

Audio Reader
Speed:

Kisah Inspiratif Petani Melati Banjarnegara, Hasil Berkebun Antar Rozikin dan Istri Tunaikan Ibadah Haji 2026


Banjarnegara, WINews -- Perjuangan hidup penuh kesabaran dan kerja keras ditunjukkan pasangan suami istri petani melati asal Desa Situwangi, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara. Dari hasil menanam dan menjual bunga melati setiap hari, Rozikin bersama istrinya, Kawati, akhirnya mendapat panggilan untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci pada tahun 2026.

Pasangan sederhana tersebut dikenal sebagai petani melati yang tekun dan ulet. Meski hanya memiliki lahan yang tidak terlalu luas, mereka mampu memanfaatkan setiap jengkal tanah untuk menanam bunga melati yang setiap hari dipetik dan dijual kepada pengepul di wilayah Banjarnegara.

Hasil penjualan bunga melati itu tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, tetapi juga disisihkan sedikit demi sedikit sebagai tabungan haji. Dengan penuh keprihatinan, kesabaran, dan doa, pasangan ini akhirnya berhasil mendaftarkan diri sebagai calon jamaah haji sejak tahun 2012.

Setelah menunggu bertahun-tahun, Rozikin dan istrinya kini merasa bersyukur karena mendapat panggilan menjadi tamu Allah SWT. Mereka dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada 14 Mei 2026.

“Alhamdulillah, berkat hasil penjualan melati dan kerja keras selama ini, kami bisa melunasi biaya haji. Sebagian hasil untuk kebutuhan hidup, sebagian lagi kami tabung untuk berangkat haji,” ujar Rozikin dengan penuh haru.

Kisah pasangan petani melati ini menjadi inspirasi bagi masyarakat bahwa kerja keras, kesabaran, dan ketekunan dapat mengantarkan seseorang meraih impian besar, termasuk menunaikan rukun Islam kelima.

Di tengah keterbatasan ekonomi, Rozikin dan Kawati membuktikan bahwa niat yang tulus serta usaha yang konsisten mampu membuka jalan menuju keberkahan hidup. Perjalanan mereka menuju Baitullah menjadi bukti nyata bahwa rezeki dapat datang dari usaha sederhana yang dijalani dengan penuh keikhlasan.

Warga sekitar turut mendoakan agar pasangan tersebut diberikan kesehatan, kelancaran selama menjalankan ibadah di Tanah Suci, serta kembali ke kampung halaman menjadi haji dan hajjah yang mabrur serta mabruroh.

“Semoga berangkat sehat, pulang juga sehat, dan menjadi haji yang mabrur,” ucap Rozikin penuh harap.

Kisah perjuangan petani melati asal Banjarnegara ini sekaligus menjadi pengingat bahwa ibadah haji bukan hanya tentang kemampuan materi, tetapi juga tentang kesungguhan hati, kesabaran, dan keyakinan kepada Allah SWT.

Pewarta : Suyitno 

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close