Cilacap, WINews - (2 Mei 2026) Upaya pengendalian erosi dan pencegahan banjir terus dilakukan melalui pembangunan infrastruktur pengaman sungai. Salah satunya terlihat pada proyek pembangunan bronjong di aliran Sungai Cidurian dan Sungai Ciwera, tepatnya di jalur Perumpung, Desa Tinggar Jaya, Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Badan Pengelola Wilayah Sungai (BPWS) Banjar sebagai langkah strategis dalam menangani kerusakan tebing dan memperkuat tanggul sungai yang selama ini rawan terkikis arus deras, terutama saat musim hujan.
Penanganan Titik Rawan Erosi
Berdasarkan hasil survei teknis di lapangan, terdapat tujuh titik strategis yang dinilai paling rentan mengalami kerusakan akibat tingginya debit air dari kedua sungai tersebut. Oleh karena itu, pembangunan bronjong difokuskan pada titik-titik tersebut untuk memberikan perlindungan maksimal.
Karakteristik Sungai Cidurian dan Ciwera yang memiliki arus kuat kerap memicu erosi tebing, bahkan berpotensi menyebabkan longsor dan kerusakan lahan di sekitar bantaran sungai. Dengan adanya konstruksi bronjong, diharapkan daya tahan tebing meningkat secara signifikan.
Progres Pekerjaan dan Pengawasan Ketat
Pengawas lapangan, Warto, menjelaskan bahwa progres pembangunan saat ini telah mencapai 85 persen dan berjalan sesuai rencana teknis.
“Alhamdulillah progres pekerjaan sudah 85 persen. Seluruh tim bekerja dengan semangat dan koordinasi yang baik. Insya Allah dalam waktu satu minggu ke depan proyek ini akan selesai 100 persen sesuai target,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pengawasan dilakukan secara intensif setiap hari guna memastikan kualitas pekerjaan tetap terjaga. Setiap tahapan dikerjakan dengan teliti, mulai dari pemasangan hingga penguatan struktur.
Material Berkualitas Tinggi
Konstruksi bronjong menggunakan material pilihan berupa batu alam berkualitas serta kawat baja berstandar teknis tinggi. Kombinasi ini memberikan ketahanan optimal terhadap tekanan air dan potensi kerusakan dalam jangka panjang.
Selain memperkuat struktur tebing, penggunaan material unggulan ini juga menjadi faktor penting dalam menjamin umur konstruksi yang lebih lama serta efisiensi biaya pemeliharaan ke depan.
Manfaat Besar bagi Masyarakat
Pembangunan bronjong di Sungai Cidurian dan Ciwera memberikan berbagai manfaat signifikan, antara lain:
- Mencegah erosi dan longsor di sepanjang bantaran sungai
- Melindungi lahan pertanian dari ancaman kerusakan akibat luapan air
- Meningkatkan keamanan warga dari risiko banjir
- Menjaga stabilitas aliran air untuk kebutuhan irigasi
- Menjadi investasi infrastruktur jangka panjang yang berkelanjutan
Keberadaan proyek ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani yang bergantung pada stabilitas aliran sungai.
Apresiasi untuk Semua Pihak
Keberhasilan proyek ini tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak. Apresiasi diberikan kepada BPWS Banjar atas komitmennya dalam menghadirkan solusi nyata terhadap permasalahan lingkungan, serta kepada tim pelaksana dan pengawas lapangan yang bekerja secara profesional.
Peran media juga dinilai penting dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada publik, sehingga masyarakat dapat mengetahui progres dan manfaat proyek secara transparan.
Harapan ke Depan
Dengan hampir rampungnya pembangunan bronjong ini, aliran Sungai Cidurian dan Ciwera di wilayah Perumpung Tinggar Jaya diharapkan menjadi lebih stabil dan aman. Risiko bencana dapat diminimalisir, sementara produktivitas pertanian dan kualitas hidup masyarakat sekitar semakin meningkat.
Penulis: Tim Liputan
Sumber: Keterangan Warto & BPWS Banjar
Editor: WINews (wartaindonesia.co.id)
Tanggal Terbit: 2 Mei 2026



0 Komentar