Breaking News

Audio Reader
Speed:

Rahmad Hidayat Harumkan Nama Untad di Ajang Pilmapres LLDIKTI 16

Foto: Rahmad Hidayat 

Palu, WINews - Rahmad Hidayat, peraih predikat Mahasiswa Berprestasi Utama Universitas Tadulako (Untad), berhasil meraih juara 3 kategori program sarjana dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tingkat Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah 16.

Kompetisi bergengsi ini berlangsung pada 4–7 Mei 2026 dan diikuti oleh 28 perguruan tinggi negeri dan swasta dari Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan Sulawesi Utara. Seluruh peserta merupakan mahasiswa terbaik yang mewakili kampus masing-masing.

Dalam ajang ini, peserta dinilai melalui tiga komponen utama, yaitu capaian unggulan, gagasan kreatif, serta kemampuan berbahasa Inggris. Penilaian dilakukan oleh dewan juri profesional yang juga berpengalaman dalam Pilmapres tingkat nasional.

Dari sisi capaian unggulan, Rahmad menunjukkan rekam jejak yang impresif. Ia telah menjuarai berbagai kompetisi tingkat nasional serta aktif menjadi narasumber dalam kegiatan berskala provinsi hingga nasional. Salah satunya adalah Bootcamp Green Youth, Big Impact yang diselenggarakan oleh SavEnviroment bekerja sama dengan United Nations Development Programme (UNDP).

Rahmad juga berhasil memperoleh pendanaan nasional melalui Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) pada tahun 2024 dan 2025 dengan total nilai Rp21.500.000. Selain itu, ia menjabat sebagai Ketua Trash Ranger Sulawesi Tengah dan meraih Telkom Sustainability Award: Aksi untuk Bumi pada kategori pelestarian darat dan laut dengan pendanaan sebesar Rp25.000.000. Ia juga telah mengantongi dua Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

Pada aspek gagasan kreatif, Rahmad mengusung ide berjudul “Skema Bursa Karbon Reguler Berbasis Kearifan Lokal Ombo sebagai Inovasi Pemberdayaan Masyarakat Adat Kaili.” Sementara itu, dalam uji kemampuan bahasa Inggris, ia mengangkat isu SDGs 16 (Peace, Justice, and Strong Institutions) dengan menyoroti hubungan antara Amerika Serikat dan Iran.

Usai pengumuman hasil, Rahmad menyampaikan pesan inspiratif. Ia menegaskan bahwa kemenangan bukanlah tujuan utama. “Menang adalah bonus, yang paling penting adalah pengalaman dan relasi yang dibangun selama proses Pilmapres. Prestasi tidak hanya diukur dari seberapa tinggi pencapaian, tetapi dari seberapa besar dampak yang kita berikan bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.

Ia pun mengajak seluruh mahasiswa Universitas Tadulako untuk terus bergerak dan berkarya. “Mari bergerak, ayo berdampak!” pungkasnya.


Pewarta: Junaidi 

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close