Breaking News

Audio Reader
Speed:

SMKN 1 Susukan Banjarnegara Lestarikan Batik Lewat Pendidikan, Siapkan Generasi Kreatif Berdaya Saing

Foto : Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana,

BANJARNEGARA, WINews -- Di tengah arus modernisasi dan perkembangan industri digital, pelestarian budaya lokal tetap menjadi perhatian penting dunia pendidikan. Salah satu langkah nyata dilakukan SMK Negeri 1 Susukan, Kabupaten Banjarnegara, yang konsisten menjaga warisan budaya bangsa melalui jurusan Kriya Kreatif Batik dan Tekstil.

Melalui program pendidikan berbasis keterampilan budaya tersebut, sekolah tidak hanya membekali siswa dengan kemampuan teknis membatik, tetapi juga menanamkan rasa bangga terhadap identitas budaya Indonesia sejak dini.

Kepala SMKN 1 Susukan, Mohammad Mumfasil, mengatakan bahwa dunia pendidikan memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga eksistensi budaya tradisional agar tidak tergerus perkembangan zaman.

Menurutnya, batik bukan sekadar kain bercorak seni, melainkan simbol budaya sekaligus peluang ekonomi kreatif yang menjanjikan bagi generasi muda.

“Tujuannya agar siswa bisa menjaga dan melestarikan budaya batik yang menjadi kebanggaan kita. Kami ingin batik bukan sekadar warisan, tetapi juga menjadi peluang karier di industri kreatif,” ungkap Mumfasil.

Batik Tulis Dikerjakan Manual, Satu Kain Butuh Dua Pekan

Ia menjelaskan, para siswa memproduksi berbagai jenis batik, termasuk batik tulis yang seluruh proses pengerjaannya dilakukan secara manual tanpa bantuan mesin.

Proses tersebut membutuhkan ketelitian tinggi, mulai dari membuat pola, mencanting, pewarnaan hingga tahap pelorodan. Karena tingkat kerumitannya, satu lembar kain batik tulis bisa memerlukan waktu pengerjaan hingga dua minggu.

Meski dikerjakan oleh pelajar, kualitas karya siswa SMKN 1 Susukan disebut mampu bersaing di pasaran. Bahkan, hasil karya mereka telah diminati pembeli dari luar daerah seperti Yogyakarta dan Pekalongan yang dikenal sebagai pusat industri batik nasional.

Selain mengangkat motif Nusantara, siswa juga aktif mengembangkan motif khas daerah Banjarnegara, salah satunya motif Dawet Ayu yang terinspirasi dari ikon kuliner tradisional daerah tersebut.

Satu-Satunya SMK Jurusan Batik di Banjarnegara

SMKN 1 Susukan menjadi satu-satunya Sekolah Menengah Kejuruan di Kabupaten Banjarnegara yang memiliki jurusan khusus membatik.

Saat ini, sekolah memiliki empat program keahlian, yakni:
Kriya Kreatif Batik dan Tekstil
Teknik Ototronik
Teknik Komputer dan Jaringan
Desain Interior dan Teknik Furnitur

Dari total sekitar 650 siswa, sebanyak 108 siswa tercatat aktif menekuni jurusan Kriya Kreatif Batik dan Tekstil.

Menurut Mumfasil, keberadaan jurusan ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda kreatif yang mampu menjaga budaya sekaligus menciptakan peluang usaha mandiri di sektor ekonomi kreatif.

Bupati Banjarnegara Apresiasi Pelestarian Budaya di SMKN 1 Susukan

Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, turut memberikan apresiasi saat mengunjungi SMKN 1 Susukan.

Ia menilai keberadaan jurusan Kriya Kreatif Batik dan Tekstil merupakan langkah strategis dalam menjaga kekayaan budaya lokal sekaligus memperkuat identitas daerah.

Menurutnya, batik dari wilayah Susukan, khususnya Gumelem, kini telah dikenal luas dan menjadi salah satu ciri khas Kabupaten Banjarnegara.


“Satu-satunya SMK yang memiliki jurusan membatik adalah SMK Negeri 1 Susukan. Jadi ini sangat luar biasa untuk melestarikan budaya, terutama di Kecamatan Susukan ini, di Gumelem yang batiknya juga sudah menjadi ciri khas Banjarnegara,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati juga berkesempatan mencoba membatik secara langsung bersama para siswa dan berdialog mengenai proses kreatif pembuatan batik tradisional.

Kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pelestarian budaya sekaligus pengembangan pendidikan vokasi berbasis kearifan lokal di Banjarnegara.

Pewarta: Wawan Guritno

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close