Palu, WINews - Universitas Tadulako (Untad) menggelar Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 pada Senin (4/5/2026) pagi di Lapangan Upacara Untad.
Upacara ini diikuti oleh seluruh civitas akademika, mulai dari jajaran pimpinan universitas, dosen, hingga mahasiswa. Rektor Untad bertindak sebagai pembina upacara.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor membacakan pidato Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang menekankan pentingnya peran pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan bangsa di tengah berbagai tantangan global.
Dalam pidato tersebut disampaikan bahwa pendidikan merupakan kunci strategis dalam menghadapi disrupsi digital, krisis lingkungan, ketimpangan sosial, hingga perubahan dunia kerja akibat perkembangan kecerdasan artifisial.
Tema Hardiknas tahun ini, “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, menjadi penegasan bahwa pendidikan yang inklusif, adil, dan berkualitas adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.
Menteri juga menekankan tiga fokus utama transformasi pendidikan tinggi. Pertama, perluasan akses pendidikan yang inklusif melalui berbagai program bantuan seperti Kartu Indonesia Pintar Kuliah dan beasiswa, guna memastikan tidak ada anak bangsa yang tertinggal.
Kedua, penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dengan berbagai pihak untuk menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Kampus didorong menjadi pusat inovasi yang berkontribusi langsung terhadap persoalan bangsa, termasuk isu kemiskinan dan ketahanan pangan.
Ketiga, pengembangan riset yang berdampak nyata, tidak hanya menghasilkan publikasi, tetapi juga inovasi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan industri. Fokus riset diarahkan pada bidang strategis seperti energi, pangan, kesehatan, hingga kecerdasan artifisial.
Selain itu, pemerintah juga menargetkan lahirnya ilmuwan berkelas dunia melalui program “Indonesia Road to Nobel Laureate 2045” sebagai bagian dari upaya menjadikan Indonesia tidak hanya sebagai pengguna, tetapi juga pencipta ilmu pengetahuan.
Menutup pidato tersebut, seluruh elemen bangsa diajak untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun pendidikan yang relevan, inklusif, dan berdampak nyata bagi masa depan Indonesia.
Upacara berlangsung dengan khidmat dan menjadi momentum refleksi bagi seluruh civitas akademika Untad dalam memperkuat komitmen terhadap kemajuan pendidikan di Indonesia.
Pewarta: Junaidi


0 Komentar