Cilacap, WINews - 12 Juli 2026 Komitmen membangun sektor pertanian tidak hanya bergantung pada dukungan pemerintah, tetapi juga ditentukan oleh dedikasi para pemimpin kelompok tani di tingkat desa. Hal tersebut tercermin dari semangat Sudarto, Ketua Gapoktan Dwi Lestari, yang tetap aktif mengawal pembangunan Irigasi Perpompaan (IRPOM) di Desa Cisuru, Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap.
Meski telah memasuki usia senja, Sudarto menunjukkan tanggung jawab dan kepemimpinan yang kuat dalam memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai rencana. Proyek senilai Rp155.700.000 yang bersumber dari APBN Kementerian Pertanian ini dibangun untuk mendukung sistem pengairan lahan pertanian seluas 25 hektare, sehingga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
Proyek Irigasi Perpompaan Fokus pada Kualitas dan Keberlanjutan
Dalam pelaksanaannya, pembangunan IRPOM dilakukan dengan mengutamakan kualitas konstruksi. Sudarto menegaskan bahwa seluruh pekerjaan harus mengikuti standar teknis agar menghasilkan bangunan yang kokoh, tahan lama, dan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Menurutnya, keberadaan irigasi yang baik akan menjadi fondasi penting dalam menjaga ketersediaan air, terutama saat musim kemarau, sehingga petani dapat meningkatkan intensitas tanam dan hasil produksi.
"Semoga dengan adanya irigasi perpompaan ini, pertanian di Desa Cisuru semakin maju. Air dapat mengalir secara merata ke lahan seluas 25 hektare, tanah menjadi lebih subur, tanaman tumbuh optimal, dan hasil panen meningkat. Harapan kami, kesejahteraan petani ikut terangkat dan manfaatnya dapat dirasakan bersama oleh masyarakat," ujar Sudarto.

Awak Media Lakukan Pemantauan Langsung
Pelaksanaan proyek turut dipantau oleh sejumlah awak media yang melakukan peliputan langsung di lokasi. Mereka terdiri dari Saifuloh, Marjuki Wiyono, Aldi Giyatno, dan Katir.
Dalam hasil pemantauannya, Marjuki Wiyono menyampaikan bahwa proses pembangunan berlangsung dengan tertib, rapi, serta memperhatikan kualitas pekerjaan di setiap tahapan. Selama melakukan peliputan sejak siang hingga malam hari, para jurnalis juga berdialog langsung dengan Sudarto beserta keluarga mengenai harapan pembangunan pertanian di wilayah tersebut.
Suasana penuh keakraban mencerminkan sinergi positif antara masyarakat, pelaksana kegiatan, dan insan pers dalam mendukung pembangunan sektor pertanian.

Silaturahmi dengan Kepala Desa Cisuru
Usai melakukan peninjauan proyek, rombongan awak media melanjutkan kunjungan silaturahmi ke kediaman Kiman Kusdianto, Kepala Desa Cisuru.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Kepala Desa menyambut para tamu dengan ramah, mempererat hubungan yang telah lama terjalin. Bagi Marjuki Wiyono, sosok Kiman Kusdianto merupakan figur yang telah dianggap seperti orang tua sendiri.
Momen tersebut menjadi bukti bahwa hubungan baik antara pemerintah desa, masyarakat, dan media memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah yang transparan dan berkelanjutan.

Kepedulian yang Menginspirasi
Di penghujung kunjungan, saat rombongan hendak kembali, lampu sepeda motor yang digunakan Marjuki Wiyono diketahui mengalami kerusakan sehingga tidak aman digunakan untuk perjalanan malam.
Melihat kondisi tersebut, Kepala Desa Kiman Kusdianto tanpa ragu meminjamkan sepeda motornya agar perjalanan pulang para awak media dapat berlangsung dengan aman. Sikap sederhana namun penuh kepedulian itu menjadi gambaran nilai kebersamaan dan gotong royong yang masih kuat terjaga di tengah masyarakat Desa Cisuru.

Harapan Besar bagi Ketahanan Pangan
Program Irigasi Perpompaan merupakan salah satu upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan melalui penyediaan infrastruktur pengairan yang memadai. Dengan tersedianya akses air yang lebih baik, petani memiliki peluang meningkatkan produktivitas, menjaga stabilitas hasil panen, serta memperkuat perekonomian desa.
Dedikasi Sudarto bersama seluruh pihak yang terlibat diharapkan menjadi inspirasi bagi kelompok tani lainnya untuk terus mengedepankan kualitas, transparansi, dan semangat gotong royong dalam setiap program pembangunan pertanian.
Keberhasilan proyek ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi 25 hektare lahan pertanian yang dilayani, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan di Kabupaten Cilacap.
Pewarta: Marjuki Wiyono
Editor: WINews

0 Komentar