Breaking News

Audio Reader
Speed:

Deklarasi Aliansi Wargo Hutomo,

  

Ribuan Warga Banjarnegara Bersatu dalam Apel Besar Wargo Hutomo, Gaungkan Semangat "Beda Ora Apa-Apa, Sing Penting Rukun Lan Guyub"



BANJARNEGARA, WINews – Pada hari Sabtu, 11 Juli 2026, ribuan warga dari berbagai unsur organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, komunitas, aktivis, serta tokoh masyarakat memadati Alun-Alun Kabupaten Banjarnegara dalam kegiatan Apel Besar Pasukan dan Deklarasi Aliansi Wargo Hutomo, sebuah momentum kebersamaan yang mengusung semangat persatuan dalam keberagaman.

Acara akbar ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah dan pusat, yang dibuktikan dengan hadirnya jajaran pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Banjarnegara. Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah yang hadir mewakili Gubernur Jawa Tengah, beserta para anggota FKPD, anggota DPR, dan sejumlah tokoh penting lainnya.

Dengan membawa pesan utama "Kita Memang Beragam dan Tidak Harus Seragam", kegiatan tersebut menjadi simbol bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk berjalan bersama membangun daerah. Justru keberagaman menjadi kekuatan apabila dirawat dengan sikap saling menghormati, guyub rukun, dan menjunjung nilai kebangsaan.

Suasana Alun-Alun Banjarnegara tampak semarak sejak pagi. Ribuan peserta hadir menggunakan atribut organisasi masing-masing, membentuk barisan panjang dengan penuh antusias. Beragam warna seragam, mulai dari hitam, merah, hingga corak khas organisasi, berpadu dalam satu lapangan yang sama.

Bukan sekadar berkumpul, acara tersebut menjadi ruang silaturahmi besar antar-elemen masyarakat Banjarnegara.

Warna Budaya Jawa Mengiringi Deklarasi Kebersamaan

Nuansa budaya lokal turut mewarnai jalannya acara. Sebelum pembacaan deklarasi, peserta disuguhi pertunjukan seni tradisional yang menghadirkan keindahan budaya Jawa.

Para penari dengan balutan busana tradisional bernuansa hijau, emas, dan selendang kuning tampil membawakan tarian penuh kelembutan. Gerakan mereka menjadi simbol bahwa budaya merupakan perekat masyarakat yang diwariskan turun-temurun.

Kehadiran unsur budaya tersebut semakin memperkuat pesan bahwa perjuangan sosial masyarakat tidak dapat dilepaskan dari akar kearifan lokal.

"Urip ning tanah Jawa kudu ngerti unggah-ungguh. Beda pilihan ora dadi masalah, sing penting tetep sedulur, tetep rukun, lan ora ngilangke rasa kemanusiaan," menjadi semangat yang terasa dalam kegiatan tersebut.

Lintas Organisasi Bersatu dalam Satu Komitmen

Aliansi Wargo Hutomo dalam kegiatan ini melibatkan berbagai unsur organisasi dan komunitas masyarakat Banjarnegara. Berdasarkan informasi yang terpampang dalam kegiatan tersebut, sejumlah elemen yang hadir di antaranya:

  • GRIS JAYA

  • BANSER

  • PROGIB

  • GMBI

  • KNPI

  • GAPARI

  • PKP

  • LBH KEMBANG EMAS

  • YOSYD

  • YKPS

  • V FLASH 87

  • GUSDURIAN

  • PSHT

  • FORBAKOR

  • GANESHA NUSANTARA

  • JAMBU AL

  • PAKASA

  • FORUM 14

  • UNITED OF MEDIA PERS BANJARNEGARA

  • PERISAI

  • FRMB

  • ALCOM

  • YCSN

  • GERAKAN RAKYAT

Kehadiran berbagai kelompok tersebut menunjukkan adanya ruang bersama bagi masyarakat untuk memperkuat komunikasi dan kebersamaan.

Dalam suasana apel, panitia juga mengajak peserta yang masih berada di sekitar area teduh untuk bergabung ke dalam barisan utama. Ajakan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kekompakan seluruh peserta.

Empat Pilar Deklarasi Wargo Hutomo

Puncak kegiatan ditandai dengan pembacaan ikrar bersama sebagai bentuk komitmen Aliansi Wargo Hutomo. Empat pilar utama yang menjadi landasan deklarasi tersebut adalah:

  1. Setia kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

  2. Setia menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

  3. Berperan aktif dalam percepatan pembangunan daerah dan nasional.

  4. Menjaga nilai-nilai demokrasi serta kehidupan masyarakat yang damai.

Melalui deklarasi tersebut, Aliansi Wargo Hutomo menegaskan bahwa keberadaan organisasi masyarakat harus menjadi kekuatan positif dalam menjaga persatuan dan membantu pembangunan daerah.

Pesan Sesepuh: Pemimpin Harus "Blaka Suta" lan Duwe Ati Jembar

Di tengah semangat deklarasi, pesan moral dari para sesepuh menjadi perhatian tersendiri. Bapak Nurjatmiko, salah satu sesepuh anggota Wargo Hutomo, menyampaikan harapan agar setiap elemen masyarakat, terutama para pemimpin, selalu mengedepankan kejujuran dan ketulusan dalam menjalankan amanah.

Menurutnya, nilai "blaka suta" dalam filosofi Jawa bukan hanya bermakna berkata jujur, tetapi juga memiliki keberanian untuk bersikap terbuka, bertanggung jawab, dan memiliki kesadaran dalam setiap tindakan.

"Pemimpin iku kudu blaka suta, aja mung pinter ngomong nanging kudu bisa dadi tuladha. Sing dipikirke dudu mung kepentingane dhewe, nanging kepentingan masyarakat," ujar Nurjatmiko.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kekuatan sebuah komunitas bukan hanya dilihat dari jumlah massa, tetapi dari nilai moral, kepedulian, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Wargo Hutomo: Saka Banjarnegara Kanggo Guyub Rukun Indonesia

Deklarasi Aliansi Wargo Hutomo diharapkan menjadi awal perjalanan kebersamaan berbagai elemen masyarakat Banjarnegara dalam menjaga suasana daerah yang aman, damai, dan kondusif.

Semangat yang dibawa bukan tentang siapa yang paling kuat, melainkan bagaimana seluruh masyarakat dapat berjalan bersama. Dalam filosofi masyarakat Banyumasan dikenal ungkapan: "Ora penting sapa sing paling ngarep, sing penting kabeh bisa mlaku bareng. Beda-beda tetep sedulur, akeh warna tetep siji tujuan."

Melalui semangat tersebut, Wargo Hutomo ingin menunjukkan bahwa persatuan bukan berarti harus sama, tetapi mampu saling menghargai dalam perbedaan. Banjarnegara tetap satu, guyub rukun, lan terus maju.

BANJARNEGARA, WINews Jurnalisme Persatuan, Kearifan Lokal, dan Suara Masyarakat.

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close