Breaking News

Audio Reader
Speed:

Eric Vr: Wartawan yang Disayang Masyarakat Adalah Mereka yang Berani Menyuarakan Keadilan Sesuai UU Pers




JAKARTA, WINews - Di tengah derasnya arus informasi digital yang semakin sulit dikendalikan, keberadaan wartawan profesional menjadi semakin penting sebagai penjaga kebenaran publik. Di saat masyarakat dibanjiri informasi dari berbagai platform, mulai dari berita valid hingga kabar bohong, pers dituntut hadir bukan hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai pengawal keadilan dan kepentingan masyarakat.

Praktisi dan pengamat media Eric Vr menilai, wartawan yang akan selalu mendapat tempat di hati masyarakat adalah mereka yang bekerja dengan keberanian, integritas, serta berpegang teguh pada aturan dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

Menurutnya, profesi wartawan bukan sekadar mencari berita atau mengejar popularitas, melainkan memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan informasi yang benar, berimbang, dan bermanfaat bagi publik.

Wartawan Harus Menjadi Penjaga Kebenaran di Era Digital

Perkembangan teknologi informasi membuat siapa pun dapat menyebarkan informasi melalui media sosial. Namun, menurut Eric Vr, kondisi tersebut justru semakin mempertegas pentingnya peran wartawan profesional.

"Di era digital, tugas wartawan bukan hanya menyampaikan peristiwa, tetapi juga menjadi penyaring informasi agar masyarakat tidak terjebak dalam arus hoaks, fitnah, dan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan," ujar Eric Vr saat diwawancarai, Rabu (15/7/2026).

Ia menjelaskan, bentuk kepedulian wartawan terhadap masyarakat saat ini bukan hanya dengan memberitakan persoalan sosial, tetapi juga memastikan setiap informasi yang diterima publik telah melalui proses verifikasi yang benar.

"Menolong masyarakat melalui jurnalistik berarti memberikan kepastian informasi yang akurat. Wartawan harus hadir membawa solusi, bukan memperbesar kegaduhan," tegasnya.

Kecepatan Berita Tidak Boleh Mengalahkan Akurasi

Eric Vr mengingatkan bahwa salah satu tantangan besar dunia jurnalistik saat ini adalah persaingan kecepatan dalam menyajikan berita. Banyak media berlomba menjadi yang pertama mengunggah informasi, namun terkadang mengabaikan proses pemeriksaan fakta.

Padahal, kata dia, prinsip utama jurnalistik adalah kebenaran dan keberimbangan.

"Kecepatan tanpa akurasi dapat menjadi ancaman bagi kepercayaan publik. Wartawan profesional tidak boleh mengorbankan kebenaran hanya demi mengejar jumlah pembaca atau popularitas," katanya.

Ia menegaskan, wartawan yang bijaksana akan lebih memilih menyajikan berita secara lengkap dan terverifikasi dibandingkan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.

Pers Harus Kembali Mendapat Kepercayaan Publik

Fenomena judul sensasional atau clickbait yang hanya mengejar trafik digital menjadi salah satu tantangan serius bagi industri media. Menurut Eric, praktik tersebut dapat merusak citra pers dan membuat masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap media.

"Ketika berita hanya mengejar keuntungan iklan tanpa mempertimbangkan nilai edukasi dan kepentingan publik, maka hubungan antara pers dan masyarakat akan semakin jauh," ungkapnya.

Ia menilai, cara terbaik untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat adalah dengan menghidupkan kembali semangat dasar jurnalistik, yaitu keberanian menyampaikan fakta dan memperjuangkan kepentingan publik.

"Masyarakat akan menghargai wartawan yang berdiri bersama mereka. Wartawan yang berani mengungkap persoalan, menyuarakan keadilan, mengawal kebijakan publik, dan tetap bekerja secara profesional akan selalu mendapat penghormatan," jelas Eric.

Profesionalisme Wartawan Harus Berjalan Bersama Etika

Menurut Eric Vr, perkembangan teknologi harus menjadi alat pendukung bagi wartawan, bukan menjadi pengendali arah pemberitaan.

Wartawan masa kini memang dituntut mampu menguasai berbagai platform digital, mulai dari media online, video jurnalistik, hingga media sosial. Namun, kemampuan teknologi harus tetap berjalan beriringan dengan nilai etika.

"Algoritma hanya membaca angka, tetapi wartawan memiliki hati nurani. Jangan sampai teknologi membuat jurnalisme kehilangan nilai kemanusiaannya," ujarnya.

Ia menambahkan, wartawan profesional adalah mereka yang mampu memanfaatkan teknologi untuk memperluas informasi yang benar, bukan mempercepat penyebaran informasi yang menyesatkan.

Berani Menyuarakan Keadilan dengan Cara Profesional

Menutup pernyataannya, Eric Vr mengajak insan pers untuk tetap menjaga marwah profesi jurnalistik di tengah perubahan zaman.

Menurutnya, keberanian wartawan bukan berarti bebas menyampaikan tuduhan tanpa dasar, tetapi keberanian untuk mengungkap fakta berdasarkan data, melakukan konfirmasi, serta memberikan ruang bagi semua pihak.

"Wartawan yang disayang masyarakat adalah wartawan yang berani menyuarakan keadilan, tetapi tetap menjunjung tinggi hukum, etika, dan profesionalisme. Pers harus menjadi cahaya penerang bagi masyarakat, bukan sumber kebingungan," pungkas Eric Vr.

Dengan menjaga integritas, akurasi, dan keberpihakan pada kepentingan publik, pers di era digital diharapkan tetap menjadi pilar demokrasi serta menjadi mitra masyarakat dalam memperoleh informasi yang benar dan terpercaya.

Pewarta: Rodi Ajat Subekti

Editor: WINews

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close