Jakarta WINews – Semangat persatuan dalam keberagaman kembali digaungkan melalui penyelenggaraan Konferensi Pemuda Lintas Agama "The Golden Rule", sebuah forum yang mempertemukan para pemuda, tokoh agama, pendidik, dan organisasi masyarakat untuk memperkuat nilai toleransi, harmoni, serta perdamaian di Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan tersebut menjadi momentum penting dalam membangun dialog lintas iman sekaligus mempererat hubungan antarumat beragama di tengah keberagaman bangsa. Salah satu tamu kehormatan yang hadir adalah Ketua Umum Yayasan Satria Kencana Nusantara (SKN), R. Abd. Latif, bersama jajaran pengurus yayasan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap penguatan nilai kebangsaan dan persaudaraan.
Konferensi ini menghadirkan berbagai tokoh dari beragam latar belakang keyakinan, mulai dari perwakilan agama Islam, Kristen, Hindu, Buddha, Konghucu, hingga tokoh Aliran Kepercayaan Sunda Buhun. Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk bersatu, melainkan kekuatan dalam membangun Indonesia yang damai dan beradab.
Mengusung nilai universal "The Golden Rule", yaitu prinsip memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan, para peserta sepakat bahwa toleransi harus diwujudkan melalui tindakan nyata, saling menghormati, serta menjaga kerukunan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kesempatan tersebut juga digelar Deklarasi Toleransi Beragama dan Perdamaian Dunia yang menegaskan komitmen bersama untuk menjaga persatuan bangsa, menolak segala bentuk intoleransi, serta mendorong generasi muda menjadi pelopor perdamaian.
Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan kontribusi dalam membangun kerukunan antarumat beragama, panitia menyerahkan Piagam Penghargaan kepada sejumlah tokoh dan institusi yang dinilai telah memberikan inspirasi nyata bagi terciptanya kehidupan yang harmonis.
Penerima penghargaan tersebut antara lain:
- Dra. Yessy Anwar, Kepala MAN 13 Jakarta, sebagai Inisiator Toleransi Beragama.
- MAN 13 Jakarta sebagai Penyelenggara Golden Rule Interfaith Youth Conference.
- MAN 13 Jakarta sebagai Inspirator Toleransi Beragama dan Perdamaian Dunia.
- Princess Natasha Dematra sebagai Tokoh Toleransi dan Perdamaian Dunia.
- Syarif Hidayullah, Tokoh Islam, sebagai Deklarator Toleransi Beragama.
- Pdt. Samuel Martinus Riwu, Tokoh Kristen, sebagai Deklarator Toleransi Beragama.
- I Wayan Sarjana, Tokoh Hindu, sebagai Deklarator Toleransi Beragama dan Perdamaian Dunia.
- Chandra Natawijaya, Tokoh Konghucu, sebagai Deklarator Toleransi Beragama.
- Romo Eddy Sastro, Tokoh Buddha, sebagai Inisiator Toleransi Beragama.
- Ki Bambang Sumantri, Tokoh Aliran Kepercayaan Sunda Buhun, sebagai Deklarator Toleransi Beragama.
- R. Abd. Latif, Ketua Umum Yayasan Satria Kencana Nusantara, sebagai Deklarator Toleransi Beragama.
- Hj. Sri Mulyaningsih, Ketua Komite MAN 13 Jakarta.
- Nurlaila Jamilah, Komite MAN 13 Jakarta.
- Lelly Maria Johanna, sebagai Inspirator Toleransi dan Perdamaian.
Penyelenggara berharap konferensi ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi awal lahirnya kolaborasi berkelanjutan antarumat beragama dalam bidang pendidikan, sosial, kemanusiaan, dan pemberdayaan generasi muda.
Di tengah tantangan global yang kerap memunculkan polarisasi dan konflik identitas, Indonesia dinilai memiliki modal sosial yang kuat berupa semangat Bhinneka Tunggal Ika. Melalui forum seperti The Golden Rule Interfaith Youth Conference, generasi muda diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menjaga persatuan, memperkuat toleransi, dan menghadirkan perdamaian bagi Indonesia maupun dunia.
Pewarta: Rodi Ajat Subekti



0 Komentar