
Foto : Sekedar ilustrasi pemanis
Labuhanbatu, WINews - Tragedi memilukan terjadi di salah satu lokasi wisata pemandian Waterboom yang berada di Desa Janji, Kecamatan Bilah Barat, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara. Seorang pelajar berinisial R (16 tahun) meninggal dunia setelah diduga mengalami sengatan arus listrik saat berada di area pemandian tersebut, Sabtu (11 Juli 2026) sekitar pukul 12.00 WIB.
Korban yang merupakan warga Kecamatan Panai Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, datang ke lokasi Waterboom bersama sejumlah teman-temannya untuk mengisi waktu libur sekolah. Namun, kegiatan rekreasi tersebut berubah menjadi duka setelah korban diduga tersengat listrik di sekitar area kolam.
Kronologi Kejadian, Korban Diduga Menginjak Kabel Listrik Rusak
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, kejadian bermula ketika korban bersama teman-temannya selesai berenang di kolam pemandian. Saat hendak menuju area luar kolam, korban diduga menginjak kabel listrik yang mengalami kerusakan dan berada di sekitar lokasi wisata.
Ayah korban berinisial N menjelaskan kepada Warta Indonesia News, bahwa anaknya tiba-tiba tersengat listrik hingga langsung terjatuh.
“Anak saya, R datang bersama teman-temannya sekitar pukul 12.00 WIB untuk berenang. Setelah selesai dari kolam, saat berjalan menuju luar area, diduga menginjak kabel yang rusak. Seketika anak saya langsung tersengat,” ungkap N.
Akibat kejadian tersebut, korban langsung mendapatkan pertolongan dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rantauprapat. Namun, nyawa pelajar tersebut tidak berhasil diselamatkan.
“Saat dibawa ke rumah sakit, anak saya sudah tidak bernyawa lagi,” ujar N dengan suara penuh kesedihan.
Keluarga Soroti Keselamatan Pengunjung dan Minta Pertanggungjawaban
Saat ini jenazah R masih berada di ruang kamar jenazah RSUD Rantauprapat bersama pihak keluarga sebelum dipulangkan ke rumah duka di Kecamatan Panai Hulu.
N menyampaikan bahwa putranya masih berstatus sebagai pelajar dan rencananya akan melanjutkan pendidikan ke kelas 2. Saat kejadian, korban sedang berada di kampung halaman karena masa libur sekolah yang sudah berlangsung sekitar tiga minggu.
Atas musibah tersebut, pihak keluarga meminta agar pengelola Waterboom bertanggung jawab serta memberikan penjelasan terkait dugaan adanya kabel listrik yang membahayakan keselamatan pengunjung.
“Kami meminta agar kejadian ini diusut secara jelas. Sebagai orang tua, kami ingin ada pertanggungjawaban dari pihak yang memiliki tanggung jawab terhadap keselamatan pengunjung,” kata N.
Keluarga Tempuh Jalur Hukum, Minta Polisi Lakukan Penyelidikan
Pihak keluarga juga menyampaikan bahwa telah melakukan pengaduan ke Polres Labuhanbatu agar kejadian tersebut dapat diproses dan dilakukan penyelidikan secara menyeluruh.
Menurut keluarga, keselamatan pengunjung di tempat wisata merupakan hal yang wajib menjadi perhatian utama pengelola. Mereka berharap aparat penegak hukum dapat menemukan fakta sebenarnya terkait penyebab meninggalnya korban.
“Hingga saat ini belum ada penjelasan resmi dari pihak pengelola Waterboom. Kami berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas dan apabila ditemukan adanya kelalaian, pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas N.
Polisi dan Pengelola Waterboom Belum Memberikan Keterangan Resmi
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian melalui Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu AKP Muhammad Jihad Fajar Balman, S.Tr.K., S.I.K. belum memberikan keterangan resmi meski telah dilakukan konfirmasi oleh wartawan.
Sementara itu, pihak pengelola Waterboom Desa Janji juga belum berhasil dikonfirmasi terkait dugaan peristiwa tersebut.
Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat dan sekaligus mengingatkan pentingnya standar keamanan serta pemeriksaan instalasi listrik di area fasilitas publik, khususnya tempat wisata yang ramai dikunjungi masyarakat.
Pewarta: Tim Redaksi WINEWS
Korban yang merupakan warga Kecamatan Panai Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, datang ke lokasi Waterboom bersama sejumlah teman-temannya untuk mengisi waktu libur sekolah. Namun, kegiatan rekreasi tersebut berubah menjadi duka setelah korban diduga tersengat listrik di sekitar area kolam.
Kronologi Kejadian, Korban Diduga Menginjak Kabel Listrik Rusak
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, kejadian bermula ketika korban bersama teman-temannya selesai berenang di kolam pemandian. Saat hendak menuju area luar kolam, korban diduga menginjak kabel listrik yang mengalami kerusakan dan berada di sekitar lokasi wisata.
Ayah korban berinisial N menjelaskan kepada Warta Indonesia News, bahwa anaknya tiba-tiba tersengat listrik hingga langsung terjatuh.
“Anak saya, R datang bersama teman-temannya sekitar pukul 12.00 WIB untuk berenang. Setelah selesai dari kolam, saat berjalan menuju luar area, diduga menginjak kabel yang rusak. Seketika anak saya langsung tersengat,” ungkap N.
Akibat kejadian tersebut, korban langsung mendapatkan pertolongan dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rantauprapat. Namun, nyawa pelajar tersebut tidak berhasil diselamatkan.
“Saat dibawa ke rumah sakit, anak saya sudah tidak bernyawa lagi,” ujar N dengan suara penuh kesedihan.
Keluarga Soroti Keselamatan Pengunjung dan Minta Pertanggungjawaban
Saat ini jenazah R masih berada di ruang kamar jenazah RSUD Rantauprapat bersama pihak keluarga sebelum dipulangkan ke rumah duka di Kecamatan Panai Hulu.
N menyampaikan bahwa putranya masih berstatus sebagai pelajar dan rencananya akan melanjutkan pendidikan ke kelas 2. Saat kejadian, korban sedang berada di kampung halaman karena masa libur sekolah yang sudah berlangsung sekitar tiga minggu.
Atas musibah tersebut, pihak keluarga meminta agar pengelola Waterboom bertanggung jawab serta memberikan penjelasan terkait dugaan adanya kabel listrik yang membahayakan keselamatan pengunjung.
“Kami meminta agar kejadian ini diusut secara jelas. Sebagai orang tua, kami ingin ada pertanggungjawaban dari pihak yang memiliki tanggung jawab terhadap keselamatan pengunjung,” kata N.
Keluarga Tempuh Jalur Hukum, Minta Polisi Lakukan Penyelidikan
Pihak keluarga juga menyampaikan bahwa telah melakukan pengaduan ke Polres Labuhanbatu agar kejadian tersebut dapat diproses dan dilakukan penyelidikan secara menyeluruh.
Menurut keluarga, keselamatan pengunjung di tempat wisata merupakan hal yang wajib menjadi perhatian utama pengelola. Mereka berharap aparat penegak hukum dapat menemukan fakta sebenarnya terkait penyebab meninggalnya korban.
“Hingga saat ini belum ada penjelasan resmi dari pihak pengelola Waterboom. Kami berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas dan apabila ditemukan adanya kelalaian, pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas N.
Polisi dan Pengelola Waterboom Belum Memberikan Keterangan Resmi
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian melalui Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu AKP Muhammad Jihad Fajar Balman, S.Tr.K., S.I.K. belum memberikan keterangan resmi meski telah dilakukan konfirmasi oleh wartawan.
Sementara itu, pihak pengelola Waterboom Desa Janji juga belum berhasil dikonfirmasi terkait dugaan peristiwa tersebut.
Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat dan sekaligus mengingatkan pentingnya standar keamanan serta pemeriksaan instalasi listrik di area fasilitas publik, khususnya tempat wisata yang ramai dikunjungi masyarakat.
Pewarta: Tim Redaksi WINEWS
0 Komentar