CILACAP, WINews - Program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui berbagai kegiatan pembangunan sektor pertanian. Salah satunya melalui proyek Optimasi Lahan Non Rawa seluas 25 hektare yang berlokasi di wilayah Kelompok Tani Larasati I, Desa Cikedondong, Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Pada Jumat (24/7/2026), tim WINews melakukan peninjauan langsung ke lokasi kegiatan untuk melihat perkembangan pekerjaan sekaligus memastikan pelaksanaan proyek yang bersumber dari anggaran negara tersebut berjalan sesuai aturan.
Berdasarkan papan informasi proyek yang berada di lokasi, pekerjaan tersebut dilaksanakan berdasarkan SPK Nomor 33.0127/SPK/05/2026 tertanggal 22 Mei 2026 dengan nilai anggaran murni dari APBN sebesar Rp115.000.000.
Pelaksanaan kegiatan dipercayakan kepada UPKK Kelompok Tani Larasati I, dengan cakupan area pekerjaan seluas 25 hektare pada titik koordinat 7°29'26.07" LS dan 108°54'21.24" BT. Masa pelaksanaan proyek ditetapkan selama 221 hari kalender, terhitung hingga 28 Desember 2026.
Dorong Produktivitas Pertanian dan Ketahanan Pangan
Program optimasi lahan ini memiliki tujuan strategis, yakni meningkatkan kualitas dan fungsi lahan pertanian melalui perbaikan tata kelola lahan, penguatan sistem pengairan, serta peningkatan daya dukung tanah agar lebih produktif.

Dengan adanya optimalisasi tersebut, lahan pertanian diharapkan mampu menghasilkan produksi pangan yang lebih baik serta memberikan manfaat ekonomi bagi para petani di Desa Cikedondong dan wilayah sekitarnya.
Pengelolaan lahan yang tepat menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi tantangan sektor pertanian, terutama terkait perubahan iklim, ketersediaan air, dan kebutuhan peningkatan produksi pangan nasional.
Sumber Air Alami Jadi Keunggulan Lokasi
Dalam proses penelusuran lapangan, awak media WINews melakukan konfirmasi kepada Ketua Gapoktan Larasati I, Nakum Periyatno, yang ditemui di kediamannya di Dusun Kedung Salam, tidak jauh dari lokasi proyek di Dusun Pasir Luhur.
Nakum menyampaikan bahwa lokasi tersebut memiliki potensi alam yang sangat mendukung, terutama keberadaan sumber air alami dari Sungai Ciahur.
“Di lokasi ini terdapat sumber air alami dari Sungai Ciahur yang berada di samping dinding tebing batu wadas putih dan wadas hijau. Meski pernah mengalami kemarau panjang hingga sembilan bulan, airnya tidak pernah surut. Bahkan debit air tetap ada dan terlihat semakin jernih,” ujar Nakum.
Menurutnya, keberadaan sumber air tersebut menjadi keuntungan besar bagi keberlangsungan pertanian karena petani tidak harus bergantung sepenuhnya pada pembuatan sumur tambahan untuk memenuhi kebutuhan irigasi.

Pengawasan Transparansi Menjadi Perhatian Utama
Tim WINews terus melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan proyek tersebut sebagai bentuk fungsi kontrol sosial masyarakat dan media.
Selain meninjau kondisi lapangan, awak media juga memperhatikan kesesuaian pekerjaan dengan informasi yang tercantum dalam papan proyek, termasuk aspek kualitas pekerjaan, penggunaan material, serta penerapan standar teknis yang telah ditentukan.
Harapan masyarakat dan kelompok tani, program optimasi lahan ini dapat dilaksanakan secara profesional, transparan, dan sesuai spesifikasi teknis sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Dengan dukungan pemerintah melalui anggaran APBN, serta pengawasan bersama antara masyarakat dan media, proyek optimasi lahan di Cikedondong diharapkan mampu menjadi salah satu langkah nyata dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
Marjuki Wiyono – WINews
Melaporkan langsung dari lokasi Optimasi Lahan Non Rawa, Desa Cikedondong, Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

0 Komentar