CILACAP, WINews – Kabar menggembirakan datang dari sektor pertanian Kabupaten Cilacap. Memasuki musim panen raya Juli 2026, para petani di Desa Ciklapa, Kecamatan Kedungreja, menikmati hasil panen padi yang melimpah dengan kualitas gabah yang baik serta harga jual yang dinilai cukup menguntungkan.
Keberhasilan panen tahun ini menjadi penyemangat tersendiri bagi para petani yang selama ini menjadi tulang punggung ketahanan pangan daerah. Di tengah rasa syukur atas hasil panen, masyarakat juga menyambut optimistis pelaksanaan Program Optimasi Lahan Non Rawa yang didanai pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Kedungreja dalam jangka panjang.
Persiapan Program Pertanian Strategis Mulai Dimatangkan
Suasana persiapan program terlihat saat sejumlah awak media melakukan kunjungan ke kediaman Mamun Rosadi di Dusun Ciklapa RT 04 RW 03, Desa Ciklapa, Senin (6/7/2026).
Kunjungan tersebut bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial guna memastikan kesiapan pelaksanaan kegiatan yang akan dikerjakan oleh Kelompok Tani Sidomaju.
Tim media yang hadir terdiri dari Marjuki, Wiyono, Aladi, Giyatno, dan Katir dari berbagai media lokal. Mereka disambut hangat oleh tuan rumah serta warga sekitar yang tengah bergotong roy

ong mempersiapkan berbagai kebutuhan teknis pekerjaan.
Di lokasi terlihat sejumlah warga sedang membuat bingkisting berbahan triplek yang akan digunakan dalam proses pembangunan sarana pendukung proyek. Sementara itu, Winnarto dan Marsudi tampak sibuk menyelesaikan pekerjaan teknis dengan penuh ketelitian di bengkel rumah.
Kehangatan suasana pedesaan begitu terasa. Tradisi menyuguhkan kopi hitam hangat dan tembakau khas daerah menjadi simbol kuatnya budaya gotong royong serta kebersamaan masyarakat dalam mendukung pembangunan sektor pertanian.
Proyek Optimasi Lahan Non Rawa Bernilai Rp253 Juta
Berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan, Program Optimasi Lahan Non Rawa yang akan dilaksanakan Kelompok Tani Sidomaju memiliki nilai pekerjaan sebesar Rp253 juta dan ditujukan untuk meningkatkan kualitas lahan pertanian seluas 55 hektare.
Data Proyek
- Nama Kegiatan: Optimasi Lahan Non Rawa
- Lokasi: BKD 8 Ki, Desa Ciklapa, Kecamatan Kedungreja, Kabupaten Cilacap
- Nomor SPK: 33.01.132/SPK/05/2026
- Tanggal SPK: Mei 2026
- Luas Lahan: 55 Hektare
- Sumber Dana: APBN Kementerian Pertanian Republik Indonesia
- Nilai Anggaran: Rp253.000.000
- Waktu Pelaksanaan: 221 Hari Kalender
- Mulai Pekerjaan: 22 Mei 2026
- Target Selesai: 28 Desember 2026
- Pelaksana: UPKK Kelompok Tani Sidomaju Desa Ciklapa
Dorong Produktivitas dan Ketahanan Pangan
Program optimasi lahan menjadi salah satu strategi pemerintah untuk meningkatkan indeks pertanaman dan produktivitas lahan pertanian. Melalui perbaikan infrastruktur pendukung, pengelolaan air yang lebih baik, serta penataan lahan yang terintegrasi, petani diharapkan dapat meningkatkan frekuensi tanam dalam satu tahun.
Selain mendukung peningkatan hasil produksi padi, program ini juga menjadi langkah penting dalam menghadapi tantangan perubahan iklim yang kerap memengaruhi sektor pertanian.

Dengan lahan yang lebih tertata dan sistem pengairan yang lebih optimal, petani memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan hasil panen sekaligus menekan risiko gagal panen akibat cuaca ekstrem.
Harapan Baru bagi Petani Desa Ciklapa
Keberhasilan panen raya tahun 2026 menjadi momentum yang tepat untuk memulai program pembangunan pertanian berkelanjutan di Desa Ciklapa. Masyarakat berharap pelaksanaan proyek dapat berjalan secara transparan, tepat waktu, dan memberikan manfaat nyata bagi para petani.
Kolaborasi antara pemerintah, kelompok tani, masyarakat, dan insan pers dinilai menjadi faktor penting dalam mengawal keberhasilan program agar seluruh anggaran yang dialokasikan benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani.
Dengan dukungan semua pihak, Program Optimasi Lahan Non Rawa di Desa Ciklapa diharapkan mampu menjadi contoh pembangunan pertanian yang efektif, meningkatkan produktivitas lahan, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan di Kabupaten Cilacap.
Pewarta: Marjuki, Wiyono
Kameramen: Rifal

0 Komentar