Breaking News

Audio Reader
Speed:

Prof. Dr. Sutan Nasomal Dorong Presiden RI Bentuk Regulasi Khusus Perlindungan Ibu dan Anak Jaga Anak Indonesia Harus Jadi Gerakan Nasional



JAKARTA, WINews - Pakar Hukum Internasional Prof. Dr. K.H. Sutan Nasomal, S.H., M.H., meminta Presiden Republik Indonesia untuk segera memperkuat regulasi nasional terkait perlindungan ibu dan anak. Menurutnya, persoalan yang menimpa perempuan dan anak di Indonesia saat ini membutuhkan perhatian serius melalui aturan hukum yang lebih kuat, terpadu, dan memiliki daya cegah tinggi.

Dalam momentum Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tahun 2026 yang diperingati pada Kamis (23/7/2026), Prof. Sutan Nasomal menyampaikan keprihatinannya terhadap berbagai persoalan anak yang masih terjadi di berbagai daerah, mulai dari kekerasan, pelecehan seksual, perundungan, narkoba, hingga keterlibatan anak dalam tindak kriminal.

Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Dr. Sutan Nasomal saat memberikan pandangan kepada sejumlah pimpinan redaksi media cetak dan online melalui sambungan telepon dari kantor Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka di kawasan Cijantung, Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Dorongan Membentuk Aturan Khusus Perlindungan Ibu dan Anak

Prof. Sutan Nasomal menilai Indonesia membutuhkan sebuah kebijakan nasional yang lebih komprehensif untuk memastikan perlindungan terhadap ibu dan anak benar-benar berjalan di seluruh wilayah.

Menurutnya, persoalan keluarga, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), pelecehan seksual terhadap anak, hingga perlakuan tidak manusiawi terhadap anak harus menjadi perhatian bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, dan masyarakat.

“Indonesia tidak akan menjadi negara maju apabila generasi penerusnya tidak mendapatkan perlindungan yang maksimal. Anak adalah aset bangsa yang harus dijaga sejak dini,” ujar Prof. Sutan Nasomal.

Ia mendorong adanya program nasional “Jaga Anak Indonesia” yang melibatkan seluruh unsur pemerintahan hingga tingkat daerah agar perlindungan anak tidak hanya menjadi slogan, tetapi menjadi sistem nyata yang memiliki pengawasan dan tindakan hukum yang jelas.

Ancaman Serius Terhadap Anak Indonesia

Prof. Sutan Nasomal menyebut sejumlah persoalan anak yang saat ini menjadi ancaman serius bagi masa depan bangsa, di antaranya:

Masih adanya anak yang tidak mendapatkan pendidikan layak.

Anak menjadi korban penyalahgunaan narkoba.

Meningkatnya kasus pelecehan seksual terhadap anak.

Anak terlibat dalam aksi kriminal seperti tawuran, membawa senjata tajam, pencurian, perusakan, hingga kekerasan terhadap orang lain maupun keluarga.

Menurutnya, berbagai persoalan tersebut tidak bisa diselesaikan hanya oleh satu lembaga, melainkan membutuhkan kerja sama lintas sektor dengan pendekatan hukum, sosial, pendidikan, dan psikologi.

Kasus Pelecehan Seksual Anak Harus Mendapat Perhatian Serius

Prof. Sutan Nasomal menyoroti maraknya kasus pelecehan seksual terhadap anak yang menurutnya telah memasuki tahap mengkhawatirkan.

Ia mengatakan, lingkungan yang seharusnya menjadi tempat aman seperti sekolah dan lembaga pendidikan juga harus mendapatkan pengawasan ketat agar tidak menjadi ruang terjadinya kejahatan terhadap anak.

“Anak harus mendapatkan rasa aman di rumah, sekolah, maupun lingkungan sosialnya. Semua pihak harus memiliki tanggung jawab moral untuk melindungi mereka,” tegasnya.

Ia meminta agar penegakan hukum terhadap pelaku kekerasan seksual anak dilakukan secara tegas sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku sehingga memberikan efek jera dan mencegah terulangnya kasus serupa.

Narkoba dan Masa Depan Generasi Muda

Selain persoalan kekerasan seksual, Prof. Sutan Nasomal juga mengingatkan bahaya peredaran narkoba yang menyasar generasi muda.

Menurutnya, anak-anak yang terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba dapat mengalami kerusakan kesehatan, pendidikan, serta masa depan mereka.

Ia meminta pemerintah memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi bahaya narkoba sejak sekolah, pengawasan lingkungan, serta pemberantasan jaringan peredaran narkotika yang menyasar anak-anak.

“Generasi muda adalah penerus bangsa. Negara harus hadir untuk menyelamatkan mereka dari ancaman yang dapat menghancurkan masa depan,” katanya.

Pendidikan Menjadi Kunci Masa Depan Bangsa

Prof. Sutan Nasomal juga menyoroti masih adanya anak yang putus sekolah akibat persoalan ekonomi keluarga.

Menurutnya, pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia.

“Pendidikan adalah paru-paru kehidupan bangsa. Jika pendidikan anak terjamin, maka masa depan negara juga akan lebih kuat,” ungkapnya.

Ia berharap pemerintah terus memperluas akses pendidikan dan memberikan perhatian kepada keluarga yang mengalami kesulitan ekonomi agar tidak ada anak Indonesia kehilangan kesempatan belajar.

Dorong Safari Sadar Hukum di Sekolah

Untuk mengurangi keterlibatan anak dalam tindak kriminal, Prof. Sutan Nasomal mengusulkan adanya program Safari Sadar Hukum yang melibatkan aparat penegak hukum (APH), akademisi hukum, serta psikolog anak.

Menurutnya, pendekatan edukatif sejak dini dapat membantu anak memahami batasan hukum, dampak pergaulan negatif, serta pentingnya membangun karakter positif.

Ia juga mendorong adanya evaluasi terbuka yang melibatkan berbagai ahli, termasuk psikolog dan pemerhati anak, agar pemerintah memiliki strategi tepat dalam menangani persoalan anak.

Profil Narasumber Prof. Dr. K.H. Sutan Nasomal, S.H., M.H. Pakar Hukum Internasional Pemerhati Anak Indonesia Ekonom Nasional

Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia

Ketua Umum YPLBH Profesor Sutan Nasomal S.H., M.H. Ketua Umum Partai Oposisi Merdeka Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Ass Saqwa Plus

WINews - Mengawal Informasi, Menyuarakan Aspirasi Masyarakat

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close