Cilacap, WINews - Pembangunan infrastruktur pertanian melalui program Irigasi Perpompaan di Desa Wringinharjo, Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga Selasa (14 Juli 2026), progres pekerjaan telah mencapai sekitar 30 persen dan diharapkan mampu menjadi solusi peningkatan ketersediaan air bagi lahan pertanian masyarakat.
Awak media WINews, Marjuki Wiyono, melakukan pemantauan langsung ke lokasi pembangunan pada pukul 13.00 WIB sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial terhadap pelaksanaan program pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Proyek Irigasi Perpompaan tersebut diproyeksikan dapat mendukung pengairan lahan persawahan seluas kurang lebih 20 hektare, sehingga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan membantu petani menghadapi tantangan ketersediaan air, terutama pada musim tanam.

Material Sesuai Spesifikasi, Kualitas Pekerjaan Jadi Perhatian
Dalam kegiatan pemantauan tersebut, WINews berdialog dengan Abu Sunaryo, Ketua RT 03 RW 04 Desa Wringinharjo. Ia menyampaikan bahwa proses pembangunan berjalan sesuai rencana dengan dukungan material yang tersedia dan memenuhi standar pekerjaan.
“Bahan bangunan tersedia lengkap, mulai dari pasir, batu merah, hingga besi ukuran 10 dan 12 milimeter sesuai dengan rencana serta spesifikasi. Semen yang digunakan juga berkualitas, yaitu Semen Bima. Kami melihat mutu pekerjaan dijaga agar hasil pembangunan kuat dan tahan lama,” ujar Abu Sunaryo.
Menurutnya, pembangunan Irigasi Perpompaan ini menjadi harapan besar bagi masyarakat, khususnya para petani yang tergabung dalam Gapoktan Dewi Sri. Infrastruktur tersebut dinilai memiliki peran penting dalam mendukung keberlangsungan sektor pertanian di Desa Wringinharjo.

Warga Berharap Akses Jalan Menuju Sawah Ikut Diperhatikan
Selain pembangunan irigasi, masyarakat juga menyampaikan aspirasi terkait kondisi akses jalan menuju area persawahan. Jalan yang masih sempit dinilai menjadi kendala bagi mobilitas kendaraan pengangkut sarana produksi maupun hasil panen.
“Kami sangat berharap perhatian dari pemerintah, khususnya Kementerian Pertanian, agar akses jalan dan jembatan menuju lahan pertanian dapat diperlebar. Dengan begitu, kendaraan pengangkut hasil panen bisa lebih mudah masuk hingga ke lokasi sawah,” ungkap Abu Sunaryo.
Perbaikan akses jalan pertanian dinilai akan menjadi pendukung utama keberhasilan program irigasi, karena infrastruktur pertanian tidak hanya membutuhkan ketersediaan air, tetapi juga akses transportasi yang memadai untuk menunjang kegiatan petani.

Pelaksana Jaga Kualitas Pekerjaan
Sebagai pelaksana pembangunan, Tukiran terus berupaya menjalankan pekerjaan dengan penuh tanggung jawab. Setiap tahapan pembangunan dilakukan dengan memperhatikan ketelitian dan kekuatan konstruksi agar infrastruktur yang dibangun dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Di tengah cuaca panas, dukungan dan pendampingan juga terus dilakukan oleh Eti, Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Gandrungmangu. Ia aktif memberikan pendampingan, arahan, serta pengawasan agar pelaksanaan program berjalan sesuai tujuan.
Peran penyuluh pertanian menjadi bagian penting dalam memastikan program pembangunan pertanian dapat berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi para petani.
Harapan Baru bagi Kemajuan Pertanian Cilacap
Dengan pembangunan Irigasi Perpompaan yang terus berjalan, masyarakat Desa Wringinharjo berharap fasilitas tersebut dapat menjadi penggerak peningkatan hasil pertanian serta memperkuat kesejahteraan petani.
Kolaborasi antara pemerintah, pelaksana kegiatan, penyuluh pertanian, kelompok tani, dan masyarakat menjadi kunci agar pembangunan infrastruktur pertanian benar-benar memberikan manfaat maksimal.
Ke depan, masyarakat berharap tidak hanya jaringan irigasi yang semakin baik, tetapi juga dukungan infrastruktur pendukung seperti jalan dan jembatan pertanian agar akses menuju lahan produksi semakin mudah dan efisien.
Pewarta: Marjuki Wiyono
Editor: WINews

0 Komentar