PONOROGO, WINews - Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional kembali ditegaskan oleh⁰037 Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, dalam kunjungan kerja padat di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (4/7/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari@
Penguatan agenda nasional menuju swasembada pangan yang berkelanjutan dengan pendekatan lintas sektor: pendidikan, kesehatan, dan pertanian.pa
Agenda tersebut juga menegaskan bahwa pembangunan pangan tidak dapat berdiri sendiri, melainkan harus ditopang oleh kualitas sumber daya manusia dan layanan dasar masyarakat.
Empat Agenda Strategis Kunjungan Wamenko Pangan di Ponorogo
Sejak pagi hari, Wamenko Pangan menjalankan empat agenda utama yang mencerminkan pendekatan pembangunan terintegrasi:
1. Penguatan Sektor Pendidikan
Dalam kegiatan wisuda Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO), Hanif Faisol menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai motor inovasi pangan nasional. Ia mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta solusi melalui riset dan teknologi pertanian modern.
Menurutnya, transformasi sektor pangan di masa depan sangat bergantung pada kemampuan kampus dalam melahirkan inovator yang mampu menjawab tantangan krisis pangan global
2. Pengembangan Layanan Kesehatan Primer
Agenda berikutnya adalah peletakan batu pertama pembangunan Klinik Pratama Al Manar. Fasilitas ini diharapkan dapat memperluas akses layanan kesehatan dasar masyarakat, terutama di wilayah pedesaan.
Pemerintah menilai bahwa kesehatan masyarakat merupakan fondasi penting dalam mendukung produktivitas nasional, termasuk di sektor pertanian dan ketahanan pangan.
3. Dukungan Langsung ke Sektor Pertanian
Di Desa Pijeran, Kecamatan Siman, Wamenko Pangan turut melakukan panen jagung bersama petani sebagai simbol dukungan terhadap peningkatan produksi pangan lokal.
Kegiatan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat kesejahteraan petani melalui peningkatan hasil produksi, akses pupuk, dan penguatan rantai distribusi pangan nasional.
4. Konsolidasi Politik dan Sosial
Selain agenda sektoral, Hanif Faisol juga menghadiri pertemuan kader dan relawan Partai Amanat Nasional (PAN) di Desa Slahung, Kecamatan Slahung, untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan elemen masyarakat.

Swasembada Pangan Jadi Fondasi Kemandirian Bangsa
Dalam dialog bersama kader dan relawan, Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa swasembada pangan bukan sekadar target jangka pendek, melainkan strategi besar menuju kemandirian bangsa.
“Ketahanan dan swasembada pangan bukan hanya program, tetapi fondasi kemandirian bangsa. Pemerintah terus berpihak kepada petani melalui kebijakan peningkatan produksi, kesejahteraan, dan stabilitas pangan nasional,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan program pangan nasional membutuhkan kolaborasi menyeluruh antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, penyuluh pertanian, hingga masyarakat desa.
Apresiasi dari DPRD Jawa Timur
Kunjungan kerja tersebut mendapat apresiasi dari anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Suli Da'im, yang menilai langkah Wamenko Pangan sebagai bentuk kepemimpinan yang responsif dan turun langsung ke lapangan.
Ia menegaskan bahwa pendekatan langsung seperti ini penting agar kebijakan pemerintah benar-benar sesuai dengan kondisi riil masyarakat.
“Kehadiran beliau menunjukkan komitmen pemerintah untuk mendengar langsung kondisi masyarakat, bukan hanya menerima laporan di atas meja,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi tiga pilar pembangunan: pangan, kesehatan, dan pendidikan. Menurutnya, jika ketiganya berjalan seimbang, maka percepatan menuju Indonesia maju akan lebih mudah tercapai.
Sinergi Nasional Menuju Kedaulatan Pangan
Kunjungan kerja Wamenko Pangan di Ponorogo menjadi gambaran nyata bahwa agenda swasembada pangan tidak hanya berada di sektor pertanian, tetapi merupakan gerakan nasional yang melibatkan banyak elemen.
Kolaborasi antara petani, akademisi, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, dan relawan menjadi kunci utama dalam memperkuat ketahanan pangan Indonesia di tengah tantangan global seperti perubahan iklim, fluktuasi harga pangan, dan kebutuhan populasi yang terus meningkat.
Dengan pendekatan terpadu ini, pemerintah berharap Indonesia mampu mencapai kemandirian pangan yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di akar rumput.
Penutup
Kunjungan kerja Hanif Faisol Nurofiq di Ponorogo menegaskan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat fondasi pembangunan nasional melalui tiga sektor utama: pendidikan, kesehatan, dan pertanian. Sinergi lintas sektor ini diharapkan menjadi motor penggerak menuju swasembada pangan dan Indonesia yang lebih mandiri
Pewarta: Muh Nurcholis

0 Komentar