
BAWEAN, WINews - Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa meriah di kawasan Perikanan Bawean, Minggu (16/8/2026). Selain menghadirkan berbagai perlombaan rakyat, GMBI KSM Sangkapura turut mengisi momentum kemerdekaan dengan aksi sosial berupa santunan bagi anak yatim dan kaum dhuafa.
Sebanyak 20 anak yatim dan 10 kaum dhuafa menerima santunan dalam kegiatan yang berlangsung dengan suasana penuh kebersamaan tersebut. Bagi GMBI KSM Sangkapura, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menghidupkan semangat kemerdekaan melalui kepedulian sosial dan gotong royong.
Ketua GMBI KSM Sangkapura, Junaidi, mengatakan peringatan HUT Kemerdekaan RI tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial. Menurutnya, momentum 17 Agustus merupakan kesempatan untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus memperkuat kepedulian terhadap masyarakat.
“Setiap hari kemerdekaan kami selalu memperingatinya. Ini bagian dari wujud rasa syukur kami atas kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan,” ujar Junaidi.

Santunan Jadi Wujud Kepedulian Sosial
Junaidi menjelaskan, pemberian santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa merupakan bentuk kepedulian yang ingin terus dipertahankan dalam setiap momentum peringatan kemerdekaan.
Sebanyak 30 penerima santunan terdiri dari 20 anak yatim dan 10 kaum dhuafa. Kehadiran mereka menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan yang menggabungkan hiburan rakyat dengan aksi sosial.
“Kami ingin kemerdekaan ini tidak hanya dirayakan dengan perlombaan, tetapi juga diisi dengan kepedulian dan berbagi kepada sesama,” tegasnya.
Menurut Junaidi, semangat berbagi tersebut diharapkan dapat mempererat hubungan antara organisasi, masyarakat, serta berbagai elemen warga di kawasan Sangkapura.

Lomba Dayung hingga Panjat Pinang Meriahkan Kemerdekaan
Selain santunan, masyarakat turut menikmati berbagai perlombaan tradisional yang menjadi ciri khas perayaan HUT Kemerdekaan RI.
Lomba dayung, tarik tambang, dan panjat pinang menjadi sejumlah kegiatan yang mendapat perhatian warga. Antusiasme peserta dan dukungan masyarakat membuat suasana kawasan Perikanan Bawean semakin semarak.
Lomba-lomba tersebut bukan sekadar hiburan. Di dalamnya terdapat nilai kebersamaan, sportivitas, kerja sama, serta semangat pantang menyerah yang relevan dengan karakter perjuangan para pendahulu bangsa.
Lomba tarik tambang, misalnya, membutuhkan kekompakan antarpeserta. Sementara panjat pinang mengajarkan pentingnya kerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Adapun lomba dayung menjadi salah satu kegiatan yang menonjolkan keterampilan, ketahanan, dan semangat kompetitif warga.

Mengisi Kemerdekaan dengan Gotong Royong
Bagi GMBI KSM Sangkapura, peringatan HUT ke-81 RI menjadi momentum untuk menerjemahkan nilai kemerdekaan ke dalam kegiatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai peringatan sejarah, tetapi juga sebagai kesempatan membangun kepedulian, memperkuat persaudaraan, dan menjaga budaya gotong royong.
Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa perayaan kemerdekaan dapat dikemas secara seimbang antara hiburan masyarakat dan kegiatan sosial. Dengan demikian, semangat 17 Agustus tidak berhenti setelah perlombaan selesai, tetapi dapat terus diwujudkan melalui kepedulian terhadap warga yang membutuhkan.
Junaidi menegaskan, GMBI KSM Sangkapura akan terus berupaya hadir bersama masyarakat dalam berbagai momentum sosial dan kemasyarakatan.
Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya mengisi kemerdekaan dengan tindakan nyata: bersama, peduli, berbagi, dan bergotong royong demi memperkuat kehidupan sosial masyarakat.
Pewarta: Junaidi
0 Komentar