Breaking News

Audio Reader
Speed:

Inbis Palu dan SPF Jepang Dorong 15 Tim Wirausaha Sosial Kembangkan Bisnis Berdampak melalui SEED Wave 2

 


Palu, WINews – Sebanyak 15 tim wirausaha sosial dan komunitas di Kota Palu mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) SEED for Palu Wave 2 yang berlangsung selama tiga hari, 13–15 Agustus 2026, di Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Sulawesi Tengah.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Inkubator Bisnis Digital (Inbis) Palu di bawah naungan Pemerintah Kota Palu dengan dukungan The Sasakawa Peace Foundation (SPF), Jepang. Bursa Efek Indonesia Kantor Sulawesi Tengah turut berperan sebagai mitra kolaborator dalam pelaksanaan program.

Manajer Program SEED for Palu Wave 2, Nur Rina Maskayanti, mengatakan program tersebut dirancang untuk memperkuat kapasitas generasi muda dalam membangun usaha yang mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjawab berbagai persoalan sosial dan lingkungan.

“Melalui SEED for Palu, kami ingin mendorong lahirnya lebih banyak wirausaha muda yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata bagi persoalan yang dihadapi masyarakat. Karena itu, peserta dibekali dengan berbagai keterampilan yang dapat memperkuat model bisnis sekaligus dampak sosial yang mereka hasilkan,” ujar Nur Rina.


Sebanyak 15 tim yang mengikuti program ini terdiri atas Rumah Karya, Tanakaili Roastery, PT Isra Cakery and Food, Ranger Market, Rinoya UNTAD, Floinhub, Evolux Breeding Center, Kalibamba House, #PAASTI, Clip Clay, Mindshift Puan, Sekolah Tani Muda, Magfa Palu, Saudagro, dan Teratur.id.

Peserta berasal dari berbagai latar belakang kegiatan, mulai dari pemberdayaan perempuan dan pemuda, pemberdayaan penyandang disabilitas, penguatan ekonomi masyarakat, teknologi informasi, konservasi, hingga isu lingkungan.

Pada hari pertama, peserta memperoleh materi mengenai bisnis hijau dan bisnis sosial dalam pasar saham yang disampaikan oleh perwakilan Bursa Efek Indonesia Sulawesi Tengah. Materi tersebut memberikan pemahaman mengenai pentingnya prinsip keberlanjutan, tata kelola usaha, serta dampak sosial dan lingkungan dalam dunia bisnis modern.

Selain itu, para mentor dari Inkubator Bisnis Kota Palu memberikan pelatihan mengenai Design Thinking dan Social Business Model Canvas. Melalui pendekatan tersebut, peserta diajak mengidentifikasi persoalan sosial, merumuskan solusi, menentukan kelompok penerima manfaat, serta menyusun model bisnis yang berkelanjutan.


Selama tiga hari kegiatan, peserta juga mendapatkan pembekalan terkait pembuatan konten, branding, pemasaran digital, pencatatan keuangan, serta legalitas usaha. Materi tersebut ditujukan untuk memperkuat tata kelola dan profesionalitas usaha yang dijalankan peserta.

Nur Rina menambahkan bahwa rangkaian pendampingan SEED for Palu Wave 2 akan terus berlanjut setelah pelaksanaan Bimtek.

“Harapannya, setiap tim mampu mengembangkan usaha sosial yang lebih kuat, terukur, dan berkelanjutan sehingga dapat memberikan dampak yang semakin luas bagi masyarakat serta lingkungan di Kota Palu,” katanya.

Program SEED for Palu merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem kewirausahaan sosial melalui kolaborasi Pemerintah Kota Palu, The Sasakawa Peace Foundation, Bursa Efek Indonesia Sulawesi Tengah, serta berbagai komunitas dan wirausaha muda di daerah tersebut.


Pewarta: Junaidi 

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close