SEMARANG, WINews - Di tengah tren kembali ke alam, tanaman pacing atau pacing tawar yang selama ini tumbuh liar di pinggir hutan dan pekarangan mulai dilirik sebagai herbal potensial. Tanaman dengan nama latin Costus speciosus (Koen.) J.E. Smith ini dikenal dengan nama daerah pacing, tepung tawar, poncang-pancing, hingga lingkuas in talun.
Menurut Direktur Utama RSI Sultan Agung Semarang, DR.dr. Agus Ujianto, M.Si.Med., Sp.B., FISQua, pacing termasuk kelompok tanaman obat yang sejalan dengan konsep Islamic Complementary Medicine yang ia kembangkan.
DR.dr. Agus Ujianto yang merupakan alumnus FK UNISSULA 1993 dan PPDS Bedah FK Undip ini menegaskan bahwa penyelenggaraan layanan kesehatan berbasis Islam tidak hanya berorientasi pada pengobatan fisik, tetapi juga menempatkan aspek spiritual, lingkungan, dan energi sebagai satu kesatuan dalam menjaga kesehatan manusia. Ia juga dikenal sebagai penggagas riset sel punca dan autohemoterapi.
Berikut rangkuman khasiat pacing menurut kajian ilmiah dan pandangan kedokteran herbal yang relevan dengan keilmuan beliau:
1. Mengatasi Gangguan Pencernaan
Secara empiris di Indonesia, bagian yang digunakan adalah rimpangnya. Tanaman herbal pacing berkhasiat untuk mengobati keluhan mencret (penyakit diare) dan perut kembung.
Di India, rimpang pahitnya juga digunakan sebagai obat cacing, bersifat ekspektoran, dan ekstrak rimpang digunakan sebagai tonik untuk mengurangi sembelit.
2. Kaya Antioksidan dan Senyawa Bioaktif
Kandungan Herbal Pacing: Rimpang mengandung diosgenin, tigogenin, gracilin, sitosterol dan senyawa fenolik lainnya.
Penelitian di UGM menunjukkan urutan kadar total fenolik tertinggi ada pada rimpang, dengan kadar diosgenin tertinggi mencapai 10,18% b/b. Senyawa ini yang memberikan aktivitas antioksidan.
Studi lain menyebutkan aktivitas antioksidan ekstrak daun, bunga, dan batang pacing diuji dengan metode DPPH menunjukkan potensi yang signifikan.
3. Potensi Antidiabetes dan Kesehatan Jantung
Daun pacing, dikenal juga sebagai Costus igneus, sering dikonsumsi sebagai teh herbal. Berbagai penelitian mengeksplorasi potensi manfaatnya bagi kesehatan.
Literatur menyebutkan daun pacing dapat membantu menjaga kesehatan jantung, dengan membantu mengontrol tekanan darah dan kolesterol, berkontribusi pada kesehatan kardiovaskular, serta berpotensi meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan melancarkan pencernaan.
Riset efektivitas antidiabetes ekstrak etanol rimpang pacing terhadap glukosa darah pada mencit juga terus dikembangkan.
4. Antiinflamasi, Antimikroba, dan Kesehatan Kulit
Rimpang C. speciosus memiliki sifat anticholinesterase, antiinflamasi, antipiretik dan kegiatan antihelminthic. Minyak esensial dari rimpang menunjukkan aktivitas antimikroba.
Secara tradisional, seluruh bagian tumbuhan digunakan sebagai obat luar untuk luka akibat digigit ular atau digigit serangga.
Umbi pada tanaman pacing juga dapat digunakan untuk mengobati perut busung (asites) dan bengkak (edema), infeksi saluran kencing, serta berguna dalam mengurangi rasa terbakar, kusta, asma, bronkitis, anemia dan penyakit kulit lainnya.
Pesan DR.dr. Agus Ujianto: Harus Terstandar
Sebagai praktisi yang fokus pada herbal terstandar, DR.dr. Agus Ujianto selalu mengingatkan bahwa penggunaan tanaman obat seperti pacing harus melalui proses budidaya, ekstraksi, dan dosis yang baku.
Kandungan seperti diosgenin dan saponin di dalamnya bersifat poten, sehingga penggunaan untuk tujuan kontrasepsi tradisional, antelmintik, maupun antidiabetes perlu pengawasan medis.
"Herbal bukan sekadar tradisi, tapi harus masuk standar.
Kadar senyawa aktif harus terukur agar aman dan memberikan manfaat optimal," demikian prinsip yang kerap ia tekankan dalam berbagai forum kesehatan.
Disclaimer: Artikel ini bersifat edukasi dan tidak menggantikan konsultasi medis. Konsultasikan pemanfaatan rimpang pacing dengan dokter atau ahli herbal terpercaya, terutama jika Anda memiliki penyakit penyerta.
Menurut Direktur Utama RSI Sultan Agung Semarang, DR.dr. Agus Ujianto, M.Si.Med., Sp.B., FISQua, pacing termasuk kelompok tanaman obat yang sejalan dengan konsep Islamic Complementary Medicine yang ia kembangkan.
DR.dr. Agus Ujianto yang merupakan alumnus FK UNISSULA 1993 dan PPDS Bedah FK Undip ini menegaskan bahwa penyelenggaraan layanan kesehatan berbasis Islam tidak hanya berorientasi pada pengobatan fisik, tetapi juga menempatkan aspek spiritual, lingkungan, dan energi sebagai satu kesatuan dalam menjaga kesehatan manusia. Ia juga dikenal sebagai penggagas riset sel punca dan autohemoterapi.
Berikut rangkuman khasiat pacing menurut kajian ilmiah dan pandangan kedokteran herbal yang relevan dengan keilmuan beliau:
1. Mengatasi Gangguan Pencernaan
Secara empiris di Indonesia, bagian yang digunakan adalah rimpangnya. Tanaman herbal pacing berkhasiat untuk mengobati keluhan mencret (penyakit diare) dan perut kembung.
Di India, rimpang pahitnya juga digunakan sebagai obat cacing, bersifat ekspektoran, dan ekstrak rimpang digunakan sebagai tonik untuk mengurangi sembelit.
2. Kaya Antioksidan dan Senyawa Bioaktif
Kandungan Herbal Pacing: Rimpang mengandung diosgenin, tigogenin, gracilin, sitosterol dan senyawa fenolik lainnya.
Penelitian di UGM menunjukkan urutan kadar total fenolik tertinggi ada pada rimpang, dengan kadar diosgenin tertinggi mencapai 10,18% b/b. Senyawa ini yang memberikan aktivitas antioksidan.
Studi lain menyebutkan aktivitas antioksidan ekstrak daun, bunga, dan batang pacing diuji dengan metode DPPH menunjukkan potensi yang signifikan.
3. Potensi Antidiabetes dan Kesehatan Jantung
Daun pacing, dikenal juga sebagai Costus igneus, sering dikonsumsi sebagai teh herbal. Berbagai penelitian mengeksplorasi potensi manfaatnya bagi kesehatan.
Literatur menyebutkan daun pacing dapat membantu menjaga kesehatan jantung, dengan membantu mengontrol tekanan darah dan kolesterol, berkontribusi pada kesehatan kardiovaskular, serta berpotensi meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan melancarkan pencernaan.
Riset efektivitas antidiabetes ekstrak etanol rimpang pacing terhadap glukosa darah pada mencit juga terus dikembangkan.
4. Antiinflamasi, Antimikroba, dan Kesehatan Kulit
Rimpang C. speciosus memiliki sifat anticholinesterase, antiinflamasi, antipiretik dan kegiatan antihelminthic. Minyak esensial dari rimpang menunjukkan aktivitas antimikroba.
Secara tradisional, seluruh bagian tumbuhan digunakan sebagai obat luar untuk luka akibat digigit ular atau digigit serangga.
Umbi pada tanaman pacing juga dapat digunakan untuk mengobati perut busung (asites) dan bengkak (edema), infeksi saluran kencing, serta berguna dalam mengurangi rasa terbakar, kusta, asma, bronkitis, anemia dan penyakit kulit lainnya.
Pesan DR.dr. Agus Ujianto: Harus Terstandar
Sebagai praktisi yang fokus pada herbal terstandar, DR.dr. Agus Ujianto selalu mengingatkan bahwa penggunaan tanaman obat seperti pacing harus melalui proses budidaya, ekstraksi, dan dosis yang baku.
Kandungan seperti diosgenin dan saponin di dalamnya bersifat poten, sehingga penggunaan untuk tujuan kontrasepsi tradisional, antelmintik, maupun antidiabetes perlu pengawasan medis.
"Herbal bukan sekadar tradisi, tapi harus masuk standar.
Kadar senyawa aktif harus terukur agar aman dan memberikan manfaat optimal," demikian prinsip yang kerap ia tekankan dalam berbagai forum kesehatan.
Disclaimer: Artikel ini bersifat edukasi dan tidak menggantikan konsultasi medis. Konsultasikan pemanfaatan rimpang pacing dengan dokter atau ahli herbal terpercaya, terutama jika Anda memiliki penyakit penyerta.
Pewarta: Nursoleh

0 Komentar