Breaking News

Audio Reader
Speed:

Menunggu Berjam-jam Tanpa Kepastian, Sejumlah Warga Mengaku Kecewa dan Memilih Pulang




JAKARTA UTARA, WINews - Kualitas pelayanan publik di sektor kesehatan kembali menjadi perhatian setelah sejumlah warga mengeluhkan lamanya waktu tunggu dan proses pemanggilan antrean di Puskesmas Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

Keluhan tersebut terutama berkaitan dengan antrean yang dinilai berjalan lambat dan kurang memberikan kepastian kepada pasien. Sejumlah warga bahkan mengaku harus menunggu selama berjam-jam hingga akhirnya memilih meninggalkan fasilitas kesehatan tersebut sebelum memperoleh pelayanan.

Salah seorang warga, Rita, warga RW 04, mengaku kecewa setelah menunggu sejak malam hari. Ia mengatakan, hingga sekitar dua jam setelah kedatangannya, nomor antrean yang dimilikinya belum juga dipanggil.

“Menunggu dari jam 7 malam sampai jam 9 masih belum ada panggilan sesuai nomor antrean,” ujar Rita kepada media, Selasa (11/8/2026).

Warga Pertanyakan Kesiapan Petugas

Menurut Rita, kondisi tersebut seharusnya dapat diantisipasi melalui pengaturan petugas yang lebih baik, khususnya ketika terjadi pergantian tenaga pelayanan.

Ia menilai, kesinambungan proses pemanggilan antrean penting agar masyarakat yang telah datang dan mengambil nomor tidak harus menunggu tanpa kepastian.

“Kalau ada pergantian pekerja seharusnya langsung diganti. Jangan seperti ini, kosong, tidak ada pegawai yang duduk dan melanjutkan pengumuman antrean,” keluhnya.

Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan. Warga tersebut mengaku pernah mengalami waktu tunggu yang cukup panjang ketika hendak mendapatkan pelayanan di Puskesmas Kecamatan Penjaringan.

“Saya juga kemarin malam. Dari jam 9 malam sampai jam 12 malam menunggu antrean,” ungkapnya.

Antrean dan Kepastian Pelayanan Jadi Sorotan

Lamanya waktu tunggu membuat warga mempertanyakan efektivitas mekanisme antrean yang diterapkan. Bagi masyarakat, sistem antrean bukan hanya mengenai urutan nomor, tetapi juga menyangkut kepastian kapan pasien dapat memperoleh pelayanan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena masyarakat yang datang ke fasilitas kesehatan umumnya membutuhkan pelayanan dalam kondisi tertentu dan berharap proses administrasi maupun pemeriksaan dapat berlangsung secara tertib sesuai prosedur.

Warga berharap pengelola puskesmas melakukan evaluasi terhadap sistem antrean, pembagian tugas petugas, serta mekanisme pelayanan ketika terjadi pergantian tenaga pada jam operasional.

Evaluasi dinilai penting agar tidak terjadi kekosongan pelayanan yang berpotensi menyebabkan antrean menumpuk atau pasien menunggu dalam waktu yang tidak jelas.

Transparansi Pelayanan Dinilai Penting

Pelayanan kesehatan publik pada dasarnya tidak hanya berkaitan dengan tersedianya fasilitas dan tenaga kesehatan, tetapi juga bagaimana masyarakat mendapatkan informasi yang jelas mengenai proses pelayanan.

Jika terjadi keterlambatan, warga berharap terdapat penjelasan mengenai penyebabnya serta informasi mengenai perkiraan waktu pelayanan. Dengan demikian, pasien tidak merasa dibiarkan menunggu tanpa kepastian.

Keluhan masyarakat juga dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan, terutama dalam aspek manajemen antrean dan komunikasi antara petugas dengan pasien.

WINews Menunggu Klarifikasi Puskesmas

Hingga berita ini diterbitkan, WINews masih berupaya meminta konfirmasi dan klarifikasi dari pihak Puskesmas Kecamatan Penjaringan terkait keluhan masyarakat tersebut.

Klarifikasi diperlukan untuk mengetahui secara utuh mekanisme antrean yang berlaku, jumlah petugas pada waktu pelayanan, kemungkinan adanya pergantian petugas, serta penyebab terjadinya waktu tunggu sebagaimana dikeluhkan warga.

WINews juga membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Kepala Puskesmas Kecamatan Penjaringan maupun pihak terkait lainnya.

Pemberitaan ini disusun berdasarkan keterangan warga yang disampaikan kepada media. Penjelasan resmi dari pihak puskesmas akan menjadi bagian penting untuk memberikan gambaran yang berimbang kepada masyarakat.

Pewarta: Tim Red

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close