PURBALINGGA, WINews - Kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana kembali ditunjukkan keluarga besar SMKN 1 Kaligondang, Kabupaten Purbalingga. Melalui PGRI Ranting Khusus SMKN 1 Kaligondang bersama Gerakan Pramuka, bantuan kemanusiaan disalurkan untuk membantu warga yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan tersebut diserahkan melalui Posko Bencana Kodim 0702/Purbalingga di Makodim 0702/Purbalingga, Jalan S. Parman, Bancar, Purbalingga, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi bentuk penyaluran bantuan, tetapi juga menjadi bagian dari pendidikan karakter di lingkungan sekolah. Semangat berbagi, gotong royong, empati, dan kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah menjadi nilai penting yang terus ditanamkan kepada para peserta didik.
PGRI SMKN 1 Kaligondang Dorong Kepedulian Sosia
Ketua PGRI Ranting Khusus SMKN 1 Kaligondang, Ratna Palupi, mengatakan bantuan tersebut merupakan wujud solidaritas keluarga besar sekolah terhadap masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana.
“Bantuan ini mungkin tidak seberapa dibandingkan kebutuhan saudara-saudara kita yang terdampak bencana di NTT. Namun, kami berharap kepedulian kecil dari keluarga besar SMKN 1 Kaligondang ini dapat memberikan manfaat dan menjadi bentuk nyata solidaritas kemanusiaan,” ujar Ratna.

Menurut Ratna, pendidikan memiliki tanggung jawab yang lebih luas daripada sekadar mengejar prestasi akademik. Sekolah juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik agar mampu memahami kondisi sosial di sekitarnya.
Ia menilai kepedulian terhadap korban bencana dapat menjadi sarana pembelajaran langsung bagi generasi muda tentang arti empati dan solidaritas.
“Kami ingin mengajarkan kepada peserta didik bahwa ketika ada saudara kita yang mengalami musibah, kita tidak cukup hanya merasa prihatin. Kita juga perlu hadir sesuai kemampuan, berbagi, dan bergerak bersama,” tambahnya.
Pramuka Jadi Wadah Pendidikan Karakter
Semangat kemanusiaan tersebut juga mendapat dukungan dari Gerakan Pramuka SMKN 1 Kaligondang.
Ka Gudep Pramuka SMKN 1 Kaligondang, Eni Astuti, menyampaikan bahwa kegiatan sosial dan penggalangan bantuan memiliki keterkaitan erat dengan nilai-nilai kepramukaan.

Menurutnya, Pramuka tidak hanya mengajarkan keterampilan kegiatan di alam terbuka, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.
“Pramuka mengajarkan Satya dan Darma, salah satunya tentang kewajiban menolong sesama hidup. Karena itu, kepedulian terhadap korban bencana ini menjadi momentum bagi anggota Pramuka untuk mengamalkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan nyata,” ungkap Eni.
Ia berharap kegiatan sosial serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga kepedulian terhadap sesama tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat.
Menurut Eni, pengalaman terlibat dalam kegiatan kemanusiaan dapat menjadi pembelajaran berharga bagi peserta didik untuk memahami bahwa kontribusi positif dapat dilakukan siapa saja sesuai kemampuan masing-masing.
Bantuan Disalurkan Melalui Posko Bencana Kodim
Bantuan dari keluarga besar SMKN 1 Kaligondang tersebut diterima melalui Posko Bencana Kodim 0702/Purbalingga untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah terdampak bencana di NTT.
Pasipers Kodim 0702/Purbalingga, Kapten Inf Abu Khasan, yang mewakili Dandim 0702/Purbalingga, menyampaikan apresiasi atas kepedulian PGRI Ranting Khusus dan Gerakan Pramuka SMKN 1 Kaligondang.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada PGRI Ranting Khusus serta Pramuka SMKN 1 Kaligondang yang telah menunjukkan kepedulian terhadap saudara-saudara kita yang terdampak bencana di NTT. Bantuan ini merupakan bentuk nyata semangat gotong royong dan kepedulian sosial,” kata Kapten Inf Abu Khasan.

Ia menambahkan, Posko Bencana Kodim 0702/Purbalingga siap menjadi bagian dari upaya masyarakat dalam menghimpun dan menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada pihak yang membutuhkan.
«“Semoga bantuan yang diberikan ini dapat bermanfaat dan meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang menghadapi musibah. Semangat kebersamaan seperti ini tentu sangat berarti dalam penanganan bencana,” lanjutnya.»
Pendidikan, Kepedulian, dan Gotong Royong
Penyerahan bantuan untuk korban bencana NTT tersebut memperlihatkan bahwa lingkungan sekolah dapat menjadi ruang tumbuhnya kepedulian sosial.
Kolaborasi antara PGRI Ranting Khusus dan Gerakan Pramuka SMKN 1 Kaligondang menjadi contoh bagaimana nilai pendidikan karakter dapat diwujudkan melalui aksi nyata.
Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat pesan bahwa generasi muda tidak hanya perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga kemampuan untuk berempati, bekerja sama, serta mengambil peran ketika masyarakat menghadapi situasi sulit.
Semangat gotong royong yang tumbuh dari lingkungan pendidikan diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi kebiasaan positif di tengah masyarakat.
Bagi korban bencana, setiap bantuan yang diberikan sesuai kemampuan dapat menjadi dukungan moral sekaligus membantu memenuhi kebutuhan di tengah masa pemulihan.
Pewarta: Nursoleh

0 Komentar