Surat Warga Cibenda Soal Nautica 22 Resmi Diterima, Basisir Panggeuing Siapkan Langkah ke Menteri Lingkungan
PANGANDARAN, WINews - Aspirasi masyarakat Desa Cibenda, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, terkait keberadaan tongkang Nautica 22 di kawasan pesisir setempat mulai ditempuh melalui jalur resmi.
Komunitas Basisir Panggeuing menyerahkan surat aspirasi kepada Bobby, yang berada di lapangan sebagai koordinator proses evakuasi Nautica 22. Surat tersebut disampaikan langsung oleh Sapdi alias Saprol, Koordinator Komunitas Basisir Panggeuing, didampingi Sekretaris Yeni Rahayu.
Penyerahan surat menjadi langkah komunitas untuk membuka komunikasi langsung dengan pihak yang menangani proses evakuasi sekaligus menyampaikan kepentingan masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sekitar kawasan pesisir Cibenda.
Saprol menegaskan, persoalan Nautica 22 tidak semata-mata berkaitan dengan teknis pemindahan atau evakuasi tongkang. Menurutnya, masyarakat juga berkepentingan mengetahui kondisi lingkungan pesisir serta langkah penanganan setelah proses evakuasi selesai.
“Surat ini kami sampaikan sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab masyarakat Cibenda terhadap lingkungan pantai kami. Kami ingin aspirasi masyarakat disampaikan secara langsung dan tidak hanya melalui pihak lain,” ujar Saprol.
Evakuasi Dinilai Bukan Akhir Persoalan
Basisir Panggeuing menyatakan tidak bermaksud menghambat proses evakuasi Nautica 22. Sebaliknya, masyarakat berharap proses tersebut berjalan aman, tertib, serta memperhatikan aspek keselamatan dan lingkungan.
Namun, komunitas tersebut menilai pengangkatan tongkang belum otomatis menyelesaikan seluruh persoalan apabila kemudian ditemukan dampak terhadap kawasan pesisir.
Karena itu, Basisir Panggeuing mendorong adanya pemeriksaan atau kajian resmi terhadap kondisi lingkungan. Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya dampak yang dapat dibuktikan secara ilmiah, masyarakat berharap tersedia langkah pemulihan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Bagi kami, evakuasi adalah bagian dari penyelesaian. Setelah itu harus ada perhatian terhadap kondisi lingkungan. Kalau berdasarkan pemeriksaan memang ditemukan dampak, maka harus ada langkah pemulihan yang jelas,” kata Saprol.
Masyarakat Cibenda Ingin Dilibatkan
Selain aspek lingkungan, keterlibatan masyarakat menjadi perhatian utama Basisir Panggeuing.
Komunitas tersebut menilai warga yang tinggal di sekitar kawasan pesisir memiliki kepentingan langsung terhadap kondisi lingkungan, terutama karena kawasan pantai berkaitan dengan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat setempat.
Saprol berharap masyarakat tidak hanya menjadi pihak yang menyaksikan proses penanganan dari luar, tetapi memperoleh informasi mengenai perkembangan evakuasi dan kondisi lingkungan pascakejadian.
“Kami tidak ingin menjadi penonton. Kami ingin dilibatkan karena ini menyangkut ruang hidup kami. Kami ingin mengetahui perkembangan penanganannya dan bagaimana kondisi lingkungan setelah peristiwa ini,” tegasnya.
Penyerahan surat kepada koordinator lapangan diharapkan menjadi pintu masuk komunikasi yang lebih terbuka antara masyarakat, pihak yang menangani evakuasi, serta pemangku kepentingan lainnya.
Basisir Panggeuing Siapkan Langkah ke Pemerintah Pusat
Tidak berhenti di tingkat lapangan, Basisir Panggeuing juga menyiapkan langkah lanjutan dengan membawa aspirasi masyarakat Cibenda ke tingkat pemerintah pusat.
Komunitas tersebut berencana melakukan komunikasi dan mengupayakan pertemuan dengan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Moh. Jumhur Hidayat.
Agenda tersebut diharapkan menjadi kesempatan untuk menyampaikan langsung aspirasi masyarakat mengenai kondisi pesisir, keterlibatan warga, serta kebutuhan penanganan lingkungan setelah proses evakuasi Nautica 22.
“Kami akan membawa persoalan ini kepada Menteri Lingkungan. Kami ingin menyampaikan langsung apa yang menjadi kepentingan masyarakat Cibenda dan bagaimana harapan kami terhadap pemulihan lingkungan,” ujar Saprol.
Menurut Basisir Panggeuing, perhatian pemerintah diperlukan agar penyelesaian Nautica 22 tidak berhenti pada aspek teknis pemindahan tongkang, tetapi juga mempertimbangkan kondisi kawasan pesisir dan kepentingan masyarakat sekitar.
Dorong Penanganan Transparan dan Berbasis Pemeriksaan
Basisir Panggeuing juga menekankan pentingnya data dan pemeriksaan resmi dalam menentukan apakah terdapat dampak lingkungan akibat keberadaan Nautica 22.
Langkah tersebut dinilai penting agar setiap keputusan mengenai penanganan dan pemulihan kawasan tidak hanya berdasarkan asumsi, tetapi memiliki dasar pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Komunitas berharap perkembangan penanganan Nautica 22 dapat dikomunikasikan secara terbuka kepada masyarakat sehingga warga memperoleh informasi yang jelas mengenai proses evakuasi, kondisi kawasan pesisir, serta tindak lanjut setelah tongkang berhasil dipindahkan.
Dengan diterimanya surat aspirasi oleh pihak yang berada di lapangan, Basisir Panggeuing kini menyiapkan agenda komunikasi berikutnya dengan pemerintah pusat.
Bagi masyarakat Cibenda, persoalan Nautica 22 bukan sekadar mengenai keberadaan sebuah tongkang di kawasan pantai. Perhatian utama yang disuarakan adalah perlindungan lingkungan pesisir, keterbukaan informasi, keterlibatan masyarakat, serta kepastian tindak lanjut apabila pemeriksaan resmi menemukan dampak lingkungan.
Basisir Panggeuing berharap seluruh proses penanganan dapat berjalan secara profesional, transparan dan mengutamakan kepentingan masyarakat serta kelestarian kawasan pesisir.
Pewarta: Nurzaman

0 Komentar