PURBALINGGA, WINews - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun 2026 yang dilaksanakan Kodim 0702/Purbalingga di Desa Danasari, Kecamatan Karangjambu, resmi ditutup, Kamis (13/8/2026).
Penutupan program pembangunan berbasis kemanunggalan TNI dan masyarakat tersebut berlangsung di Pendopo Dipokusumo Kabupaten Purbalingga. Seluruh sasaran fisik maupun sasaran tambahan yang telah ditetapkan dalam program TMMD dinyatakan selesai 100 persen.
Upacara penutupan dipimpin Komandan Kodim 0702/Purbalingga Letkol Inf. Aries Ika Satria, S.Hub.Int., M.H.I. selaku Inspektur Upacara. Dalam kesempatan tersebut, Dandim membacakan amanat Pangdam IV/Diponegoro Mayor Jenderal TNI Achiruddin, S.E., M.Han.
TMMD Dorong Pemerataan Pembangunan dari Desa
Dalam amanatnya, Pangdam IV/Diponegoro menegaskan bahwa TMMD merupakan bagian dari upaya memperkuat pembangunan nasional melalui peningkatan kualitas kehidupan masyarakat di wilayah pedesaan.
Program TMMD tahun ini mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa.”
Tema tersebut menempatkan desa sebagai salah satu fondasi penting pembangunan nasional. Desa dinilai memiliki potensi besar dalam menggerakkan perekonomian masyarakat, memperkuat kehidupan sosial, sekaligus menjaga nilai-nilai budaya dan gotong royong.
Pembangunan yang merata hingga tingkat desa diharapkan dapat mempersempit kesenjangan antardaerah. Selain meningkatkan konektivitas dan akses masyarakat, pembangunan infrastruktur dasar juga dapat membuka peluang ekonomi baru bagi warga.
TMMD sendiri merupakan program lintas sektoral yang melibatkan TNI, Polri, pemerintah daerah, kementerian/lembaga pemerintah nonkementerian, serta berbagai unsur masyarakat.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mempercepat pembangunan daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mendukung ketahanan wilayah.
Infrastruktur Desa Danasari Rampung 100 Persen
Pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun 2026 Kodim 0702/Purbalingga di Desa Danasari memiliki sejumlah sasaran fisik yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.
Salah satu sasaran utama adalah pembukaan jalan baru sepanjang 230 meter dengan lebar 5 meter. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat meningkatkan akses dan mobilitas masyarakat serta mendukung aktivitas sosial maupun perekonomian warga.
Selain jalan baru, TMMD juga membangun drainase sepanjang 230 meter dengan lebar 1 meter dan tinggi 0,95 meter. Pembangunan drainase menjadi bagian penting dalam mendukung pengelolaan aliran air serta membantu mengurangi potensi persoalan lingkungan akibat limpasan air.
Sementara itu, pembangunan talud sepanjang 30 meter, lebar 0,3 meter dan tinggi 4,7 meter juga telah diselesaikan.
Untuk memperkuat akses dan sistem drainase, program tersebut turut merealisasikan empat titik gorong-gorong, masing-masing sepanjang 5 meter dengan diameter 0,6 meter.
Seluruh sasaran fisik tersebut dilaporkan telah mencapai 100 persen penyelesaian.

Dua Rumah Tidak Layak Huni Turut Dibangun
Tidak hanya pembangunan infrastruktur, TMMD Sengkuyung Tahap III juga menyentuh aspek sosial melalui program tambahan berupa pembangunan dua unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Kedua unit RTLH tersebut juga telah diselesaikan 100 persen.
Pembangunan rumah layak huni diharapkan memberikan dampak langsung terhadap kualitas kehidupan keluarga penerima manfaat. Hunian yang lebih aman dan sehat menjadi salah satu unsur penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Bukan Sekadar Infrastruktur, tetapi Investasi untuk Masyarakat
Tuntasnya seluruh sasaran TMMD menjadi momentum penting untuk memastikan hasil pembangunan benar-benar memberikan manfaat jangka panjang.
Jalan yang telah dibuka perlu dijaga dan dimanfaatkan secara optimal. Begitu pula drainase, talud, gorong-gorong, dan rumah hasil program TMMD membutuhkan perawatan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Dari sisi ekonomi, peningkatan akses jalan berpotensi mempermudah mobilitas masyarakat, distribusi barang, serta aktivitas usaha warga. Sementara dari sisi sosial, pembangunan tersebut dapat memperkuat konektivitas antarwilayah dan memudahkan masyarakat mengakses berbagai fasilitas pelayanan.
Karena itu, keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari persentase pekerjaan yang selesai, tetapi juga dari sejauh mana hasil pembangunan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat setelah program berakhir.
Sinergi TNI dan Masyarakat Jadi Kunci
Penutupan TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun 2026 di Desa Danasari sekaligus menjadi gambaran pentingnya kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat.
Semangat gotong royong menjadi kekuatan utama dalam menyelesaikan berbagai sasaran pembangunan di tengah masyarakat.
Dengan seluruh sasaran mencapai 100 persen, hasil TMMD diharapkan tidak berhenti sebagai proyek pembangunan, tetapi menjadi aset bersama yang dirawat dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Program tersebut juga memperlihatkan bahwa pembangunan dari tingkat desa dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat pemerataan pembangunan, meningkatkan aksesibilitas, membuka peluang ekonomi, dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pewarta: Nursoleh

0 Komentar