Breaking News

Audio Reader
Speed:

Bupati Banjarnegara Buka Porsadin VIII 2026, 19 Kecamatan Siapkan Santri Berprestasi Menuju Tingkat Provinsi dan Nasional





BANJARNEGARA, WINews - Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) ke-8 tingkat Kabupaten Banjarnegara Tahun 2026 resmi dibuka oleh Bupati Banjarnegara, dr. Amalia Desiana, di Pondok Pesantren Raudlatul Mubtadiin, Dusun Jamblang, Desa Kubang, Kecamatan Wanayasa, Sabtu (26/9/2026).

Pembukaan Porsadin VIII ditandai dengan pemukulan genjring atau rebana secara serentak oleh Bupati bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), unsur pemerintah daerah, Kementerian Agama, panitia, pengasuh pondok pesantren dan tokoh masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Pimpinan DPRD Banjarnegara Slamet, S.M., Sekretaris Daerah Banjarnegara Hendro Cahyono, S.E., M.Si., Ketua Panitia Porsadin VIII KH Zahid Khasani, Kepala Kantor Kementerian Agama Banjarnegara Karyono, Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Mubtadiin Dr. KH Ahmad Adibudin Ahalim, serta Camat Wanayasa Sri Wahyuni.

Diikuti Kafilah dari 19 Kecamatan

Porsadin merupakan ajang dua tahunan yang diinisiasi oleh Dewan Pengurus Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPC FKDT) Kabupaten Banjarnegara.

Pada pelaksanaan tahun 2026, seluruh kecamatan di Kabupaten Banjarnegara turut berpartisipasi dengan mengirimkan kafilah masing-masing. Sebanyak 19 kecamatan mengikuti kompetisi yang memadukan kemampuan keagamaan, seni, kecerdasan dan olahraga.

Sejumlah cabang perlombaan disiapkan untuk memberikan ruang kepada para santri dalam mengembangkan bakat dan kemampuan mereka.

Di bidang keagamaan dan seni, perlombaan antara lain meliputi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), azan, pidato bahasa Jawa, baca puisi Islami, kaligrafi dan cerdas cermat.

Sementara di bidang olahraga, peserta berkompetisi dalam cabang bulu tangkis, tenis meja dan lari cepat.

Komposisi perlombaan tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan diniyah tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu keagamaan, tetapi juga memberikan ruang bagi pengembangan kreativitas, keberanian tampil, kemampuan berpikir serta potensi olahraga para santri.

Bupati: Porsadin Jadi Wadah Mengasah Potensi Santri

Dalam sambutannya, Bupati Banjarnegara dr. Amalia Desiana mengapresiasi penyelenggaraan Porsadin VIII sebagai salah satu wadah pengembangan potensi generasi muda di lingkungan pendidikan diniyah.

Menurutnya, kompetisi tersebut tidak semata-mata mengejar kemenangan, tetapi juga menjadi sarana untuk mengasah bakat, minat dan kompetensi santriwan serta santriwati.

“Porsadin sangat penting untuk mengasah bakat, minat, sekaligus kompetensi santri. Ilmu agama menjadi fondasi yang mengimbangi kecakapan akademik,” tutur Amalia.

Ia juga menekankan pentingnya membangun karakter santri di tengah perkembangan teknologi informasi dan media sosial.

Menurutnya, pemahaman agama yang kuat diharapkan dapat menjadi bekal bagi generasi muda agar mampu menyikapi perkembangan informasi secara bijaksana.

“Dengan benteng agama yang kokoh, para santri diharapkan berprasangka baik, terutama bijak dalam bermedia sosial,” imbuhnya.

Pesan tersebut menjadi relevan karena generasi muda saat ini semakin dekat dengan berbagai platform digital. Kemampuan menggunakan media sosial secara bertanggung jawab dinilai perlu berjalan beriringan dengan pendidikan karakter dan pemahaman nilai-nilai agama.

Bupati Ajak Masyarakat Peduli Kekeringan

Selain berbicara mengenai pendidikan dan prestasi santri, Bupati Banjarnegara juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan.

Hal tersebut disampaikan mengingat 54 desa di Kabupaten Banjarnegara dilaporkan terdampak bencana kekeringan, termasuk sejumlah wilayah di Kecamatan Wanayasa.

Amalia mengajak keluarga besar pesantren dan seluruh masyarakat untuk turut bergotong royong menghadapi kondisi tersebut.

“Kondisi ini memerlukan gotong royong kita semua. Mari kita jaga kelestarian alam. Bila ada pohon yang ditebang, harus ada pohon pengganti yang ditanam,” katanya.

Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa persoalan ketersediaan air dan kondisi lingkungan membutuhkan kepedulian bersama. Upaya menjaga vegetasi dan kelestarian alam menjadi salah satu bagian penting dalam membangun ketahanan lingkungan di daerah.

Porsadin VIII Jadi Jalur Seleksi Menuju Tingkat Provinsi dan Nasional

Ketua Panitia Porsadin VIII Kabupaten Banjarnegara, KH Zahid Khasani, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut memiliki fungsi lebih luas daripada sekadar kompetisi tingkat kabupaten.

Porsadin VIII menjadi bagian dari proses seleksi untuk menjaring santri berprestasi yang nantinya akan mewakili Banjarnegara dalam ajang tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Delegasi terpilih akan dipersiapkan untuk mengikuti Porsadin VIII tingkat Provinsi Jawa Tengah yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Tegal pada Oktober 2026.

Selanjutnya, santri terbaik dari tingkat provinsi berpeluang melanjutkan perjuangan pada ajang tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada November 2026.

“Setelah sukses menjadi tuan rumah tingkat Jawa Tengah pada Porsadin VII tahun 2024, kami berharap tahun ini delegasi Banjarnegara mampu menembus jenjang provinsi hingga ke tingkat nasional,” harap Zahid.

Target tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi para peserta untuk memberikan penampilan terbaik sejak kompetisi tingkat kabupaten.

Santri Antusias Tunjukkan Kemampuan

Semangat peserta terlihat sejak proses registrasi hingga pembukaan kegiatan. Para kafilah dari 19 kecamatan hadir membawa semangat kompetisi sekaligus membawa nama daerah masing-masing.

Salah seorang santri peserta, Fikri, mengaku bangga mendapat kesempatan untuk mengikuti Porsadin VIII.

“Saya sangat senang terpilih ikut Porsadin. Kami sudah berlatih keras dan ingin membuktikan bahwa santri diniyah bisa berprestasi, baik dalam ilmu agama maupun olahraga,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menggambarkan antusiasme peserta yang telah mempersiapkan diri sebelum mengikuti kompetisi.

Bagi para santri, Porsadin bukan hanya menjadi ajang untuk memperoleh penghargaan, tetapi juga kesempatan menguji kemampuan, menambah pengalaman, memperluas persaudaraan dan belajar menerima hasil kompetisi dengan sikap sportif.

Dua Hari Kompetisi, Juara Dapat Piala dan Uang Pembinaan

Porsadin VIII tingkat Kabupaten Banjarnegara tahun 2026 dijadwalkan berlangsung selama dua hari.

Panitia telah menyiapkan berbagai penghargaan bagi peserta yang berhasil meraih prestasi. Para juara akan mendapatkan piala, sertifikat dan uang pembinaan.

Melalui penyelenggaraan Porsadin VIII, diharapkan lahir santri-santri berprestasi yang tidak hanya memiliki kemampuan dalam bidang keagamaan, tetapi juga mempunyai keterampilan seni, kecerdasan, kreativitas, kemampuan olahraga dan karakter yang kuat.

Ajang ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat peran pendidikan diniyah dalam membentuk generasi muda Banjarnegara yang berprestasi, berkarakter dan mampu menghadapi perkembangan zaman dengan tetap berpegang pada nilai-nilai agama.

Pewarta: Jatmiko SH

WINews - Tajam, Terpercaya, Berita Sesuai Fakta dan Nyata.

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close