Breaking News

Audio Reader
Speed:

Hari Kontrasepsi Sedunia 2026, Dispermades PPKB Banjarnegara Gelar Touring Edukasi dan Pelayanan KB


BANJARNEGARA, WINews TV -- Peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia 2026 di Kabupaten Banjarnegara dikemas dengan cara berbeda. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dispermades PPKB) Banjarnegara bersama para penyuluh keluarga berencana dan anggota Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPKB) menggelar touring menggunakan sekitar 100 sepeda motor.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (29/9/2026) tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial. Rangkaian touring dimanfaatkan sebagai sarana untuk mendekatkan edukasi keluarga berencana kepada masyarakat sekaligus menghadirkan pelayanan dan bantuan di sejumlah lokasi.

Rombongan diberangkatkan dari Pendopo Kabupaten Banjarnegara. Dari titik tersebut, para peserta bergerak menuju beberapa wilayah dengan membawa pesan mengenai pentingnya perencanaan keluarga, kesehatan reproduksi, penggunaan kontrasepsi yang tepat, serta upaya membangun keluarga yang sehat dan sejahtera.

Kepala Dispermades PPKB Banjarnegara, Esti Widodo, mengatakan pemilihan konsep touring memiliki makna tersendiri. Menurutnya, program keluarga berencana harus terus bergerak dan hadir di tengah masyarakat.

“Kita menggambarkan bahwa kita terus bergerak untuk menyukseskan program KB yang ada di Kabupaten Banjarnegara,” kata Esti, Selasa (29/9/2026).


Edukasi KB Menyasar Masyarakat di Tingkat Lapangan

Salah satu lokasi yang menjadi sasaran kegiatan adalah Kecamatan Banjarmangu. Di wilayah tersebut, rombongan memberikan edukasi mengenai perencanaan keluarga sekaligus menyalurkan bantuan kepada warga yang berisiko mengalami stunting.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa program KB tidak berdiri sendiri. Perencanaan kehamilan, kesehatan ibu dan anak, pemenuhan kebutuhan keluarga, serta pencegahan masalah gizi pada anak merupakan bagian yang saling berkaitan dalam membangun kualitas keluarga.

Setelah dari Banjarmangu, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Puskesmas Mandiraja. Di fasilitas pelayanan kesehatan tersebut, masyarakat mendapatkan informasi mengenai kontrasepsi sekaligus pelayanan pemasangan alat kontrasepsi.

Pelayanan secara langsung di fasilitas kesehatan menjadi bagian penting dalam memberikan akses kepada masyarakat, terutama pasangan usia subur yang membutuhkan informasi sebelum menentukan pilihan metode kontrasepsi.

Rangkaian kegiatan juga menyentuh sektor pendidikan anak. Para peserta memberikan alat permainan edukatif (APE) kepada taman kanak-kanak sebagai bentuk dukungan terhadap tumbuh kembang dan proses pembelajaran anak usia dini.


KB Bukan Sekadar Membatasi Jumlah Anak

Esti Widodo menegaskan bahwa pemahaman masyarakat terhadap program keluarga berencana perlu terus diperluas. Menurutnya, KB tidak semata-mata berkaitan dengan pembatasan jumlah anak, tetapi juga menyangkut kemampuan keluarga dalam merencanakan kehamilan dan mengatur jarak kelahiran.

Pasangan usia subur, kata dia, perlu mendapatkan informasi yang memadai agar dapat mempertimbangkan metode kontrasepsi sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing.

“Tujuannya dalam jangka panjang adalah bagaimana pasangan keluarga ini menjadi keluarga yang baik, yang sejahtera. Anaknya juga sehat, tidak stunting,” ujarnya.

Perencanaan kehamilan juga memiliki kaitan dengan kesehatan ibu dan anak. Dengan perencanaan yang baik, keluarga dapat mempersiapkan kehamilan, kelahiran, pengasuhan, serta kebutuhan kesehatan anak secara lebih terencana.

Esti menambahkan, upaya tersebut juga menjadi salah satu bagian dari perhatian pemerintah terhadap risiko kesehatan ibu dan anak, termasuk dalam konteks menekan risiko kematian ibu dan kematian anak.


Dorong Penggunaan Kontrasepsi Jangka Panjang

Dari sisi kesadaran masyarakat, Esti menyebut penggunaan kontrasepsi di Banjarnegara saat ini sudah cukup baik. Namun, pemerintah daerah melalui Dispermades PPKB akan terus memberikan edukasi mengenai berbagai pilihan metode kontrasepsi, termasuk metode kontrasepsi jangka panjang.

Menurutnya, metode kontrasepsi jangka panjang menjadi salah satu pilihan yang terus didorong karena dapat memberikan perlindungan dalam jangka waktu lebih lama.

“Bukan berarti yang jangka pendek ini kurang bagus, tetapi kita mengandalkan untuk memakai alat kontrasepsi jangka panjang karena bisa lebih efektif dan efisien,” jelasnya.

Dalam memberikan edukasi, masyarakat tetap perlu memperoleh informasi mengenai manfaat, keterbatasan, serta pertimbangan medis dari setiap metode kontrasepsi. Dengan demikian, keputusan penggunaan kontrasepsi dapat dilakukan secara sadar dan sesuai kebutuhan keluarga.

Hari Kontrasepsi Sedunia Jadi Momentum Perluas Pelayanan

Peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia 2026 di Banjarnegara akhirnya tidak hanya berhenti pada kegiatan touring. Momentum tersebut digunakan untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah, penyuluh KB, tenaga kesehatan, dan masyarakat.

Kegiatan edukasi di lapangan juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperoleh informasi secara lebih dekat mengenai perencanaan keluarga dan kesehatan reproduksi.

Esti berharap momentum Hari Kontrasepsi Sedunia dapat mendorong semakin luasnya akses informasi dan pelayanan KB di Kabupaten Banjarnegara.

“Kami mengajak masyarakat memandang program KB sebagai bagian dari upaya menyiapkan keluarga dan generasi yang sehat,” pungkasnya.

Melalui edukasi yang berkelanjutan, pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau, serta keterlibatan penyuluh KB di tengah masyarakat, program keluarga berencana diharapkan dapat terus berkembang sebagai bagian dari upaya membangun keluarga yang sehat, sejahtera, dan mampu mempersiapkan masa depan anak secara lebih baik.

Pewarta: Nursoleh

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close