Breaking News

Audio Reader
Speed:

SEED Summit 2026 Dorong Ekonomi Inklusif dan Ketahanan Masyarakat di Kota Palu




Palu, WINews – Pemerintah Kota Palu bersama Sasakawa Peace Foundation (SPF) dan Inkubator Bisnis (INBIS) Kota Palu menyelenggarakan SEED Summit 2026 pada 26–27 September 2026 di Auditorium Kantor Wali Kota Palu. Kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran, refleksi, dan kolaborasi untuk memperkuat pengembangan kewirausahaan sosial serta ekonomi inklusif di Kota Palu.

Wali Kota Palu H. Hadianto Rasyid, S.E., dalam kegiatan tersebut menekankan pentingnya kolaborasi dalam memperkuat ekonomi masyarakat. Menurutnya, pengembangan ekonomi inklusif perlu membuka ruang yang lebih luas bagi generasi muda, pelaku usaha, komunitas, dan berbagai kelompok masyarakat untuk berkembang serta mengambil bagian dalam pembangunan Kota Palu.



Sejalan dengan hal tersebut, Penanggungjawab Program SEED for Palu 2026, Andi Rizky Hardiansyah, menjelaskan bahwa SEED Summit 2026 merupakan bagian dari program Social Entrepreneurship and Economic Development (SEED) for Palu yang mendorong generasi muda mengembangkan usaha yang tidak hanya berkelanjutan secara ekonomi, tetapi juga memberikan dampak sosial dan lingkungan.

Rangkaian kegiatan dimulai pada Sabtu, 26 September 2026 melalui sesi Belajar Teknik Menulis dan Storytelling bagi SEED Fellows Wave 1 dan Wave 2. Peserta mendapatkan pembelajaran mengenai cara mengemas cerita tentang kegiatan komunitas, produk, serta dampak sosial menjadi tulisan yang sederhana dan menarik.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penjelasan Hackathon SEED sebagai ruang pengembangan gagasan dan solusi kolaboratif. Sesi ini menjadi bagian dari proses peserta dalam mengembangkan ide yang dapat menjawab berbagai persoalan di masyarakat melalui pendekatan kewirausahaan sosial.

Puncak SEED Summit berlangsung pada Minggu, 27 September 2026 melalui diskusi panel internasional bertema Inclusive Economy and Community Resilience. Forum tersebut membahas peran ekonomi inklusif dan kewirausahaan sosial dalam memperkuat ketahanan masyarakat, sekaligus menjadi ruang dialog antara pemerintah, pemuda, pelaku usaha sosial, penyandang disabilitas, masyarakat sipil, dan mitra pembangunan.

Tiga narasumber hadir dalam diskusi panel tersebut, yakni Wali Kota Palu H. Hadianto Rasyid, S.E., Executive Director Sasakawa Peace Foundation Dr. Nobuko Kayashima, serta Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM RI Bagus Rachman, S.E., M.Ec. Diskusi dimoderatori oleh Dr. Dissa Syakina Ahdanisa dari Sasakawa Peace Foundation.

Dalam diskusi tersebut, sejumlah isu dibahas, mulai dari perjalanan pemulihan Kota Palu pascabencana, pengembangan ekonomi yang lebih inklusif, dukungan kebijakan bagi UMKM, hingga pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ketahanan masyarakat.

Momentum lainnya ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kota Palu dan Sasakawa Peace Foundation. Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat kolaborasi di bidang ekonomi inklusif, kewirausahaan sosial, pengembangan kapasitas, penelitian, dan pembangunan masyarakat.


SEED Summit 2026 juga dirangkaikan dengan Awarding Wirausaha Berdampak sebagai bentuk apresiasi terhadap usaha yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga menciptakan manfaat sosial dan lingkungan. Tiga usaha yang memperoleh penghargaan tersebut yakni Syahan, AneVera, dan IRDI Food.

Melalui SEED Summit 2026, jejaring antara SEED Fellows, pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat sipil, dan mitra pembangunan diharapkan semakin kuat, sekaligus membuka peluang kolaborasi baru dalam pengembangan ekonomi inklusif dan kewirausahaan sosial di Kota Palu.



Pewarta: Junaidi 

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close