Palu, WINews – Pemerintah Kota Palu bersama perwakilan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Inpres Manonda, Kota Palu, Kamis (29/10/2026). Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan stabilitas pasokan pangan sekaligus mengantisipasi kenaikan harga komoditas yang berpengaruh terhadap inflasi daerah.
Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) serta Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Palu. Beberapa komoditas strategis yang menjadi perhatian meliputi cabai, bawang merah, bawang putih, beras, dan minyak goreng.
Pemantauan ini merupakan tindak lanjut arahan Menteri Dalam Negeri agar pemerintah pusat turun langsung ke daerah yang berpotensi mengalami kenaikan harga pangan. Melalui langkah tersebut, pemerintah dapat mengetahui kondisi pasar secara langsung sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat.
Perwakilan Kemendagri RI, Ria Marini, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pemantauan, kondisi harga dan ketersediaan bahan pokok di Kota Palu secara umum masih relatif terkendali. Meski demikian, komoditas cabai menjadi perhatian karena mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan.
“Kami lihat harganya masih terjangkau, walaupun ada kenaikan harga. Memang cabai yang sedang cukup tinggi, mencapai sekitar Rp130 ribu per kilogram dari harga normal sekitar Rp80 ribu per kilogram,” ungkap Ria Marini.
Menurutnya, ketersediaan pasokan yang masih terjaga menjadi salah satu faktor penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Karena itu, pemantauan secara langsung diperlukan untuk mengetahui perkembangan harga sekaligus memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga.
“Kami melihat untuk Kota Palu kondisinya masih relatif aman. Mudah-mudahan masyarakat tetap mampu membeli beras, cabai maupun minyak goreng,” ujarnya.
Ria Marini juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Palu dalam menjaga stabilitas harga pangan melalui berbagai program penguatan produksi lokal. Salah satunya Program Kelurahan Menanam yang dinilai berpotensi membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekaligus mendukung pengendalian inflasi.
“Upaya pemerintah kota yang kami dengar dari Kepala Dinas Pertanian dan Ibu Kadis Perindag sudah cukup baik dalam menjaga stabilitas harga. Program-program seperti Kelurahan Menanam terus konsisten karena sangat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Palu,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala DPKP Kota Palu, Lukman, menyampaikan bahwa pemantauan akan dilanjutkan dengan kunjungan ke lokasi budidaya cabai melalui Program Kelurahan Menanam di Kelurahan Poboya. Kunjungan tersebut bertujuan melihat secara langsung perkembangan tanaman dan kontribusi produksi petani terhadap ketersediaan cabai di pasaran.
“Alhamdulillah, kita melihat hasilnya sekarang di pasaran. Stok cabai tetap tersedia dan harganya masih relatif terjangkau. Artinya ada pengaruh dari produksi petani yang ikut dalam Program Kelurahan Menanam,” jelas Lukman.
Ia menjelaskan, pengembangan cabai melalui program tersebut ditargetkan mencapai 10 hektare. Hingga saat ini, realisasi penanaman telah mencapai sekitar 50 persen, sedangkan puncak produksi diperkirakan berlangsung pada akhir 2026 hingga 2027.
“Produksi dari Kelurahan Menanam sudah mulai berjalan dan puncaknya diperkirakan pada akhir tahun sampai tahun depan. Hari ini kami juga mengajak tim dari Kemendagri melihat langsung lokasi pertanaman pertama yang sudah mulai berproduksi,” katanya.
Selain cabai, Pemkot Palu melalui DPKP juga mendorong peningkatan produksi bawang dan tomat sebagai komoditas yang turut memengaruhi pergerakan inflasi. Upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan budidaya serta peningkatan kapasitas petani agar produktivitas pertanian lokal semakin optimal.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah menggelar sekolah lapang bagi petani cabai dan tomat se-Kota Palu di Kelurahan Mamboro. Program ini diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam menerapkan teknik budidaya serta mengelola usaha tani secara lebih efektif.
Lukman optimistis, peningkatan realisasi penanaman cabai hingga mencapai target 10 hektare akan memperbesar potensi produksi lokal. Dengan pasokan yang semakin kuat, ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah diharapkan dapat ditekan sekaligus mengantisipasi tekanan kenaikan harga.
Melalui pemantauan harga secara berkala, penguatan produksi pangan lokal, serta koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, Pemkot Palu terus berupaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok. Langkah ini diharapkan mampu mendukung pengendalian inflasi sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
Pewarta: Junaidi



0 Komentar