Breaking News

Audio Reader
Speed:

108 GURU DI BANJARNEGARA DIBEKALI KECERDASAN ARTIFISIAL, AI MULAI MASUK RUANG KELAS



BANJARNEGARA, WINEWS TV - Transformasi pendidikan di era digital semakin membutuhkan kesiapan tenaga pendidik dalam menguasai teknologi. Sebanyak 108 guru dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) mengikuti pelatihan Kelas Kecerdasan Artifisial (KA) bertajuk AI Goes to School di Auditorium Politeknik Banjarnegara, Sabtu (7/11/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) Wonosobo bekerja sama dengan Ikatan Guru Indonesia (IGI) Banjarnegara tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi digital guru, sekaligus mempersiapkan dunia pendidikan menghadapi perkembangan teknologi kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI).

Pelatihan ini tidak sekadar memperkenalkan teknologi AI, tetapi juga memberikan pemahaman praktis mengenai bagaimana kecerdasan artifisial dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, efisiensi administrasi sekolah, kreativitas tenaga pendidik, serta pengembangan kemampuan peserta didik.

Sekda Banjarnegara: Guru Harus Siap Menghadapi Transformasi Digital

Kegiatan secara resmi dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Banjarnegara, Hendro Cahyono, SE., M.Si., didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dindikpora) Banjarnegara, Yusuf Agung Prabowo, SH., M.Si., serta Direktur Politeknik Banjarnegara, Drs. Aziz Purwanto, MM.

Turut hadir perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Susilowati Setyaningrum, S.Pd., M.Pd., jajaran pengurus MAFINDO dan IGI Banjarnegara, serta para tenaga pendidik dari berbagai jenjang pendidikan.

Dalam arahannya, Hendro Cahyono menegaskan bahwa penguasaan teknologi kecerdasan artifisial menjadi kebutuhan penting bagi guru di tengah perubahan pola pembelajaran dan perkembangan ekosistem digital.

Menurutnya, tenaga pendidik perlu terus meningkatkan kemampuan agar tidak tertinggal oleh perkembangan teknologi yang semakin memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk sektor pendidikan.

“Pemkab Banjarnegara menyambut baik pelatihan yang didukung oleh MAFINDO dan IGI. Kami berharap semakin banyak guru memiliki kecakapan digital, khususnya dalam memanfaatkan AI, sehingga mampu membawa transformasi positif bagi kemajuan pendidikan,” kata Hendro.

Dukungan tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi profesi guru, komunitas literasi digital, dan lembaga pendidikan dalam membangun sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Materi AI: Dari Pembuatan Perangkat Pembelajaran hingga Administrasi Sekolah

Dalam pelaksanaannya, pelatihan menghadirkan dua orang trainer yang memberikan materi secara teoritis dan praktis.

Materi mencakup pengenalan teknologi kecerdasan artifisial, tantangan dan etika penggunaannya, manajemen prompt, serta teknik berinteraksi dengan Large Language Model (LLM).

Peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai pemanfaatan AI untuk menciptakan pembelajaran yang lebih kreatif, pengelolaan kelas, peningkatan produktivitas kerja, hingga penyelesaian berbagai kebutuhan administrasi pendidikan.

Melalui pelatihan tersebut, guru didorong untuk mengenali berbagai kemungkinan penggunaan AI dalam pekerjaan sehari-hari, antara lain:

1. Penyusunan perangkat pembelajaran: membantu merancang materi, modul ajar, dan bahan pembelajaran sesuai kebutuhan peserta didik.

2. Pengembangan media pembelajaran: mendukung pembuatan bahan presentasi, ide visual, serta konten edukatif yang lebih menarik.

3. Evaluasi pembelajaran: membantu menyusun rancangan soal, rubrik penilaian, dan bahan evaluasi yang dapat ditinjau kembali oleh guru.

4. Efisiensi administrasi sekolah: membantu menyusun konsep laporan, dokumen, dan kebutuhan administrasi lainnya.

5. Pengelolaan kelas: memberikan inspirasi metode pembelajaran yang lebih interaktif, kreatif, dan sesuai karakteristik siswa.

Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan dapat mengurangi beban pekerjaan rutin sehingga guru mempunyai lebih banyak waktu untuk menjalankan fungsi utamanya, yakni mendidik, membimbing, dan mendampingi perkembangan peserta didik.

Etika dan Keamanan Digital Menjadi Perhatian Utama

Di balik berbagai kemudahan yang ditawarkan AI, penggunaan teknologi ini juga menghadirkan tantangan yang tidak boleh diabaikan.

Guru perlu memahami bahwa hasil yang dihasilkan kecerdasan artifisial tidak selalu benar. Informasi yang diberikan AI tetap harus diperiksa, dibandingkan dengan sumber tepercaya, dan disesuaikan dengan konteks pembelajaran.

Aspek perlindungan data pribadi, keamanan digital, potensi penyebaran informasi keliru, serta risiko ketergantungan terhadap teknologi juga menjadi bagian penting dalam membangun budaya penggunaan AI yang bertanggung jawab.

Karena itu, kecerdasan artifisial seharusnya ditempatkan sebagai alat bantu profesional, bukan sebagai pengganti kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan peran kemanusiaan seorang guru.

Guru tetap menjadi pihak yang menentukan ketepatan materi, kualitas pembelajaran, serta nilai-nilai pendidikan yang ditanamkan kepada peserta didik.

Perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Susilowati Setyaningrum, S.Pd., M.Pd., menilai pemahaman AI penting bagi tenaga pendidik, baik untuk meningkatkan efisiensi kerja maupun membimbing siswa menghadapi risiko teknologi digital.

“AI dapat membantu guru menghemat waktu dalam menyusun administrasi dan perangkat pembelajaran, sehingga lebih banyak kesempatan untuk mendampingi siswa secara personal. Namun, guru juga harus memahami aspek keamanan dan etika agar dapat membimbing peserta didik menggunakan teknologi secara bijak,” jelas Susilowati.

Peserta Mendapat Akses LMS dan Sertifikat Setara 20 JP

Untuk memastikan pelatihan tidak berhenti setelah kegiatan tatap muka, penyelenggara juga memberikan akses Learning Management System (LMS) kepada peserta.

Melalui platform pembelajaran tersebut, guru dapat mengakses materi pelatihan dan mempelajarinya secara fleksibel sesuai waktu masing-masing.

Peserta yang berhasil menuntaskan seluruh modul beserta tugas-tugas yang diberikan berhak memperoleh sertifikat dengan bobot setara 20 jam pelajaran (JP).

Skema pembelajaran berkelanjutan ini diharapkan dapat membantu peserta memperdalam keterampilan sekaligus menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah masing-masing.

MAFINDO Targetkan Pendampingan 10.000 Guru di 40 Kota

Astin Meiningsih dari MAFINDO Wonosobo menjelaskan bahwa program AI Goes to School merupakan bagian dari gerakan pendampingan literasi kecerdasan artifisial bagi tenaga pendidik.

Program tersebut menargetkan pendampingan terhadap 10.000 guru di 40 kota selama 18 bulan.

Menurutnya, peningkatan kemampuan guru dalam memahami dan menggunakan teknologi AI menjadi salah satu langkah penting untuk mempersiapkan dunia pendidikan menghadapi perubahan zaman.

“Harapannya guru semakin kreatif, efektif, dan bertanggung jawab, sekaligus menyiapkan peserta didik menghadapi perkembangan teknologi,” ujarnya.

Target tersebut menunjukkan bahwa peningkatan literasi AI tidak cukup dilakukan melalui pengenalan teknologi secara singkat. Diperlukan pendampingan, praktik, evaluasi, dan penerapan secara berkelanjutan agar kemampuan yang diperoleh benar-benar memberikan manfaat bagi sekolah.

Tantangan Pendidikan ke Depan: AI Membantu Guru, Bukan Menggantikan Guru

Pelaksanaan AI Goes to School di Banjarnegara menjadi momentum penting untuk memperluas pemahaman tenaga pendidik mengenai peluang sekaligus risiko penggunaan kecerdasan artifisial.

Di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, sekolah dituntut mampu membangun lingkungan pembelajaran yang adaptif tanpa mengesampingkan nilai-nilai dasar pendidikan.

Keberhasilan pemanfaatan AI nantinya tidak hanya diukur dari seberapa banyak aplikasi yang digunakan guru, tetapi juga dari sejauh mana teknologi tersebut mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, memperluas akses pengetahuan, mengembangkan kreativitas siswa, dan memperkuat kemampuan berpikir kritis.

Dengan bekal pengetahuan, keterampilan, serta pemahaman etika digital, 108 guru peserta pelatihan diharapkan dapat menjadi bagian dari penggerak transformasi pendidikan di Kabupaten Banjarnegara.

Kolaborasi MAFINDO, IGI, pemerintah daerah, dan lembaga pendidikan pun diharapkan terus berlanjut agar pemanfaatan kecerdasan artifisial tidak sekadar menjadi tren teknologi, melainkan benar-benar menjadi sarana peningkatan mutu pendidikan.

Pewarta: Nursoleh

WINEWS TV - Warta Indonesia News

Tajam, Terpercaya, Berita Sesuai Fakta dan Nyata.

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close