-->
  • Jelajahi

    Copyright © WARTA INDONESIA NEWS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Danpomdam XV/Pattimura Tegaskan Berita trendingmaluku.com dan tajukmaluku.com Adalah Fitnah dan tidak berdasar

    Warta Indonesia News
    14 Jan 2026, 05:50 WIB

     


    ​Maluku, wartaindonesianews.co.id. --Danpomdam XV/Pattimura, Kolonel Cpm M. Choirun, S.E., M.Hum., Han., membantah keras pemberitaan di media trendingmaluku.com dan tajukmaluku.com terkait tuduhan intimidasi dan perampokan yang dilakukan anggotanya, Sertu SD, terhadap Hj. Hartini.


    ​Kolonel M. Choirun menegaskan bahwa narasi mengenai *Rp365 Juta Lenyap di Bawah Intimidasi Aparat Kodam XV/ Pattimura* tersebut adalah fitnah yang tidak berdasar. Ia menyatakan berita tersebut sengaja disusun untuk menyudutkan institusi TNI Angkatan Darat, khususnya Polisi Militer.


    ​"Saya tegaskan bahwa tuduhan Sertu SD merampas telepon genggam milik Hartini itu tidak benar. Secara logika, anggota saya tidak tahu password HP ataupun PIN ATM yang bersangkutan," ujar Kolonel M. Choirun di Ambon. (14/1/2025) 


    ​Danpomdam juga menjelaskan kejanggalan tuduhan intimidasi di rumah tersebut. Menurutnya, saat kejadian rumah Hartini sedang ramai oleh kehadiran suami, anak, dan keluarga besarnya, sehingga sangat mustahil terjadi tekanan fisik tanpa reaksi.


    ​"Logikanya, jika saat itu ada intimidasi dan Hartini berteriak maling, maka anggota saya pasti sudah dikeroyok oleh warga dan keluarganya. Namun faktanya tidak ada keributan karena anggota kami datang secara baik-baik," jelasnya.


    ​Terkait transaksi uang ratusan juta, Kolonel M. Choirun menjelaskan bahwa pengiriman dana tersebut merupakan kemauan dari Hartini sendiri. Hal ini dilakukan karena Hartini menyadari masih menguasai uang milik Saudari Riski sebesar Rp3,4 Miliar.


    ​"Hartini mengirim uang ke Riski atas kemauannya sendiri. Dia sadar bahwa uang milik Saudari Riski yang merupakan korban masih ada di tangannya dalam jumlah besar, yakni Rp3,4 Miliar," tambah Danpomdam.


    ​Lebih lanjut, Danpomdam menjelaskan bahwa kehadiran Sertu SD awalnya hanya untuk memastikan informasi mengenai status suami Hartini yang dilaporkan sebagai anggota PM. Setelah diketahui suaminya adalah anggota BM (brimob)Sertu SD langsung menarik diri.


    ​Persoalan tersebut kemudian diserahkan sepenuhnya kepada pihak Resmob Polda Maluku. Danpomdam memastikan Sertu SD sudah berada di rumah pribadinya saat proses pengembalian dana sisa dilakukan oleh Hartini melalui ATM BCA pada dini hari.


    ​Kolonel M. Choirun sangat menyayangkan sikap media trendingmaluku.com dan tajukmaluku.com yang menayangkan berita tanpa konfirmasi dan tidak sesuai fakta. Ia mengimbau masyarakat agar tidak mempercayai informasi sepihak yang merusak citra militer.


    ​"Setiap tindakan anggota kami selalu berada di bawah pengawasan hukum yang ketat. Kami meminta pihak media untuk lebih profesional dan melakukan konfirmasi agar informasi yang disajikan berimbang," tutupnya. 

    Sumber : Pendam 15

    Pewarta : Tim Red 

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Budayakan komentar yang baik dan sopan. Dilarang spams