• Jelajahi

    Copyright © WARTA INDONESIA NEWS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    AI System Offline WINews

    Lagi-Lagi MBG Bermasalah: Telur Puyuh Busuk dari Dapur SPPG Diterima Siswa SDN 1 Kapulogo Wonosobo

    Warta Indonesia News
    11 Feb 2026, 12:52 WIB


    WONOSOBO, WINews
     - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, siswa SD Negeri 1 Kapulogo, Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo diduga menerima makanan tidak layak konsumsi berupa telur puyuh berbau busuk dari dapur SPPG, Jumat (6/2/2026).

    Informasi tersebut memicu kehebohan setelah sejumlah siswa dan guru mencium aroma menyengat dari menu MBG yang dibagikan. Demi menghindari risiko kesehatan, pihak sekolah langsung mengambil langkah cepat dengan menghentikan konsumsi makanan tersebut.

    Telur Puyuh Berbau Busuk, Sekolah Ambil Tindakan Cepat

    Menurut salah satu narasumber yang enggan disebutkan identitasnya, bau busuk tercium kuat sesaat setelah makanan dibuka. Guru-guru langsung menarik dan mengembalikan menu MBG tersebut kepada pengelola SPPG.

    Tidak berselang lama, anggota Koramil bersama petugas Puskesmas mendatangi dapur SPPG untuk melakukan pemeriksaan langsung. Hasil awalnya, operasional SPPG dinonaktifkan sementara guna keperluan evaluasi dan klarifikasi.

    SPPG Dinonaktifkan, Tim Investigasi Turun ke Lokasi

    Pada Selasa, 10 Februari 2026, tim investigasi KJN melakukan penelusuran langsung ke lokasi kejadian di Jalan Kapulogo Tengah, dilanjutkan ke SPPG Yayasan Insan Wonosobo.

    Di lokasi, tim bertemu dengan A, selaku koordinator lapangan SPPG. Ia membenarkan adanya kejadian tersebut dan memberikan klarifikasi terkait sumber bau tidak sedap.

    Klarifikasi SPPG: Bau Berasal dari Telur Puyuh Mitra

    Investigasi SPPG MBG Wonosobo

    “Bau menyengat tersebut bukan berasal dari seluruh menu MBG, melainkan dari telur puyuh yang menjadi lauk pendamping,” jelas A kepada tim investigasi.

    Ia menambahkan, telur puyuh tersebut berasal dari mitra berinisial R yang memasak dan mengolah makanan di luar fasilitas SPPG, lalu membawanya dalam kondisi siap saji. Proses inilah yang diduga kuat menjadi penyebab telur puyuh tidak layak konsumsi.

    Masyarakat Desak Pemkab Wonosobo Bertindak Tegas

    Kasus ini memicu kekhawatiran publik. Masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Wonosobo dan Dinas Kesehatan untuk bertindak tegas apabila ditemukan pelanggaran dalam penyediaan makanan MBG.

    “Ini menyangkut keselamatan anak-anak. Jika lalai, potensi keracunan massal sangat besar,” ujar salah satu warga.

    Pengawasan ketat dinilai mutlak diperlukan agar Program Makan Bergizi Gratis benar-benar mencapai tujuannya dalam mencetak generasi sehat dan berkualitas.

    🔗 Baca juga liputan terkait: Isu Kesehatan Masyarakat | Berita Pendidikan | Kabar Wonosobo

    (Tim Redaksi WINews)

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar