BANJARNEGARA, wartaindonesianews.co.id Sore itu, Sabtu, 30 Januari, suasana di Desa Situwangi mulanya tampak seperti sore biasa. Namun, tepat pukul 16.15 WIB, alam seolah berubah raut. Langit yang semula redup mendadak pekat, membawa hujan deras yang tak datang sendirian. Angin kencang dengan kecepatan di luar kebiasaan menerjang permukiman, mengubah ketenangan menjadi ketegangan yang mencekam.
"Cuaca tiba-tiba berubah sangat cepat. Anginnya tidak seperti biasanya, sangat kuat," ujar salah satu warga yang masih tampak trauma.
Duka di RT 07: Rumah Bapak Parno Roboh
Dampak paling memilukan terjadi di RT 07 / RW 02, Desa Situwangi. Rumah milik Bapak Parno tidak mampu bertahan melawan terjangan alam. Bangunan tempat bernaung keluarga tersebut roboh, rata dengan tanah setelah dihantam kekuatan angin dan tertimpa material di sekitarnya.

Beruntung, di tengah musibah yang meluluhkan bangunan fisik tersebut, semangat gotong royong warga langsung bangkit. Meski sisa-sisa hujan masih terasa, warga bahu-membahu memastikan keselamatan penghuni rumah dan mencoba menyelamatkan barang-barang yang masih bisa diamankan.
Kondisi Terkini
Selain kerusakan rumah, sejumlah pohon tumbang juga dilaporkan menutup akses jalan dan menimpa kabel listrik di sekitar kawasan tersebut. Hingga berita ini diturunkan, warga masih berjaga-jaga dan saling menguatkan satu sama lain, sembari menunggu pendataan lebih lanjut dari pihak terkait mengenai total kerugian dan bantuan darurat yang diperlukan.
Kejadian sore ini yang terdampak 3 Kadus. Yaitu Kadus 2,4, 5 menjadi pengingat pahit tentang betapa kecilnya manusia di hadapan alam, namun sekaligus menunjukkan betapa besarnya rasa kemanusiaan saat tetangga saling menjaga di tengah badai.
Pewarta: Wawan Guritno


0 Komentar