Foto : Rumah Misngad yang Terbakar dan lagi di padamkan oleh warga secara manual
Banjarnegara, WINews - Musibah kebakaran menghanguskan rumah milik Misngad, warga Desa Domas, RT 03 RW 08 Desa Danakerta Kecamatan Punggelan, pada Kamis (4/6/2026) sekitar pukul 10.30 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp 80 juta.
Menurut keterangan pemilik rumah, kebakaran diduga bermula dari dapur yang sebelumnya digunakan untuk memasak. Setelah selesai memasak, istrinya pergi mencari rumput untuk pakan kambing dan diduga lupa mematikan api di dapur.
Akibatnya, api yang masih menyala dengan cepat menyambar berbagai bahan mudah terbakar yang berada di area dapur. Dalam waktu singkat, kobaran api membesar dan melalap sebagian besar bangunan rumah.

"Sebelumnya dapur habis dipakai memasak. Setelah itu istri saya pergi mencari rumput untuk pakan kambing dan lupa mematikan api. Karena di dapur banyak bahan yang mudah terbakar, api cepat sekali membesar," ujar Misngad saat menceritakan kronologi kejadian.
Selain menghanguskan bangunan rumah, kebakaran juga menyebabkan sekitar 40 ekor ayam milik korban ikut terbakar dan tidak dapat diselamatkan.
Meski berhasil menyelamatkan diri, Misngad mengaku tidak mampu berbuat banyak saat kebakaran terjadi. Kondisi fisiknya yang sudah sekitar 12 tahun tidak bisa berjalan membuatnya hanya bisa menjauh dari lokasi dan menyaksikan rumahnya dilalap api.

"Alhamdulillah saya masih bisa keluar menjauh dari api. Tetapi saya tidak bisa berbuat apa-apa karena sudah sekitar 12 tahun tidak bisa berjalan," tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
Dalam kesempatan tersebut, Misngad berharap adanya bantuan dari pemerintah maupun pihak-pihak terkait untuk membantu membangun kembali rumahnya yang kini rata dengan tanah.
"Saya berharap ada bantuan untuk membangun kembali rumah ini. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada warga masyarakat Domas yang sudah membantu memadamkan api," ucapnya haru.

Warga Berharap Ada Bantuan untuk Korban
Sementara itu, Yono, salah seorang warga Desa Domas, menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang menimpa Misngad. Menurutnya, kondisi rumah yang sebagian besar berbahan mudah terbakar serta situasi warga yang sedang beraktivitas bekerja membuat proses penanganan awal tidak dapat dilakukan dengan cepat.
"Kami sangat prihatin atas musibah yang dialami Pak Misngad. Saat kejadian banyak warga sedang bekerja, sehingga bantuan tidak bisa datang secepat yang diharapkan. Akibatnya rumah sudah terlanjur habis terbakar," kata Yono.
Ia berharap pemerintah daerah, instansi terkait, maupun para dermawan dapat memberikan bantuan kepada korban agar dapat segera memiliki tempat tinggal yang layak kembali.
"Harapan kami, pihak-pihak terkait bisa membantu membangun kembali rumah Pak Misngad. Dari warga sendiri juga siap bergotong royong dan membantu semampunya," tambahnya.
Pentingnya Kewaspadaan terhadap Potensi Kebakaran Rumah
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu memastikan api kompor maupun sumber api lainnya benar-benar padam sebelum meninggalkan rumah. Kelalaian kecil dapat memicu kebakaran besar yang mengakibatkan kerugian material bahkan mengancam keselamatan jiwa.
Saat ini, warga Desa Domas terus memberikan dukungan moral dan bantuan kepada keluarga Misngad sembari menunggu perhatian serta bantuan dari pemerintah dan berbagai pihak terkait guna meringankan beban korban pascakebakaran.
Pewarta; Nursoleh/Wawan
Editor: Redaksi WINews


0 Komentar