• Jelajahi

    Copyright © WARTA INDONESIA NEWS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Verry Jacob : Tanah Kosong Di SBB Bukan Semak Belukar, Itu Mesin ATM Yang Belum Ambil Uang-nya

    Warta Indonesia News
    21 Jan 2026, 18:12 WIB

     


    SBB, warta- Bayangkan seorang pejabat tinggi di Kabupaten, dulu duduk di kursi empuk, kini berjalan di sawah dengan sepatu boots penuh lumpur. 


    Inilah kisah nyata mantan Sekretaris Daerah (Sekda) SBB, Setelah pensiun, beliau tidak memilih istirahat, tapi justru turun ke hutan, Misinya sekarang sederhana tapi penting mengajak dan memotivasi petani di Seram Bagian Barat untuk mengolah lahan yang masih tidur.


    Sekertaris Hena Hetu Seram Bagian Barat Verry. V. Jacob/Suitela dalam keterangan-nta kepada sejumlah awak media menyampaikan bahwa" Kata Mansur Tuharea" Kita punya kekayaan yang terbuang, Lihatlah tanah-tanah kosong di pulau kita, Itu bukan semak belukar, tapi itu adalah mesin ATM yang belum kita ambil uangnya! Ucap Mansur Tuharea kepada sekertaris Hena Hetu dan sejumlah awak media di kebun jagung-nya, sore kemarin. 


    Beliau tidak hanya bicara, Beliau tunjukkan angka riil dari kebun percobaan, Dalam 8 hari terakhir saja Terkumpul 139 karung hasil panen ketimun, plus 150 ikat kacang panjang yang langsung dibeli pedagang.


    Ketimun, hanya butuh 40 hari sejak tanam sampai petik pertama, Setelah itu, bisa dipanen setiap 4 hari, sampai 15 kali panen! Bayangkan, hampir setiap minggu ada hasil yang dijual.


    Kacang Panjang, Lebih cepat lagi! Hanya 1 bulan sejak tanam sampai panen pertama, Lalu, bisa dipetik setiap 2 hari sekali, dan ini bisa berlangsung sampai 30 kali panen dalam 2 bulan! Beber Tuharea.


    Artinya apa? Dalam waktu singkat, kita bisa dapat penghasilan berulang-ulang, Ini seperti menabung di bank, tetapi bunganya kita petik setiap beberapa hari sekali, Ini yang disebut Pertanian Cepat Hasil. Tutur Sek Hena Hetu yang akrab di sapa bung Veja itu


    Pasalnya" Namun masalah yang dihadapi bagi petani di kabupaten SBB, Semangat bertani sering kali jatuh karena satu masalah klasik yaitu serangan ternak sapi yang dilepas liar, Sapi masuk ke kebun, makan dan injak-injak tanaman yang hampir panen, Hasil kerja berbulan-bulan bisa hancur dalam semalam, Ini membuat banyak petani jadi malas dan takut mulai menanam. Ucap Sek Hena Hetu


    Sek Hena Hetu juga menyampaikan pesan terakhirnya mantan sekda Kab. SBB Mansur Tuharea, dengan semangat, Saya sudah turun gunung, Sekarang, saya ajak kita semua turun ke sawah dan kebun, Kita punya tanah, kita punya tenaga, kita punya contoh suksesnya, Jangan tunggu besok, Kita punya sumber daya dan tenaga, Mulailah dengan lahan seadanya, Kelola seperti mengejar target, Setiap panen adalah kemenangan. Ucap Tuharea


    Sek Hena Hetu menyampaikan bahwa" Mansur Tuharea sebut begini" Mari kita bangun pulau Seram dari kebun-kebun kita sendiri, Jadikan tanah tidur kita menjadi mesin pencetak uang untuk anak istri kita. Ayo kita kerja!


    Akhir kata Sek Hena Hetu menyampaikan" Kisah ini ditulis untuk menginspirasi generasi muda dan petani di Seram, bahwa kemandirian ekonomi ada di ujung cangkul dan kesabaran kita. Tutupnya 

    Pewarta ( Aja)

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Budayakan komentar yang baik dan sopan. Dilarang spams