BANJARNEGARA – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Banjarnegara kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat kurang mampu dengan menyalurkan bantuan sosial dan ekonomi senilai lebih dari Rp1,2 miliar kepada ribuan mustahik di wilayah Banjarnegara.
Penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan di Aula Sasana Bhakti Praja, Rabu (11/3/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Banjarnegara dr. Amalia Desiana, Ketua DPRD Banjarnegara, perwakilan Bank Indonesia Cabang Purwokerto, serta ratusan Penyuluh Agama Islam se-Kabupaten Banjarnegara.
Ketua Baznas Banjarnegara, H. Sutedjo Slamet Utomo, SH., M.Hum, dalam sambutannya menyebut para penyuluh agama Islam sebagai “pendekar” sekaligus mitra strategis dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Menurutnya, penyuluh agama memiliki peran penting karena mereka yang paling memahami kondisi masyarakat di lapangan.
“Penyuluh agama Islam ini yang tahu tetek bengek kondisi masyarakat. Mereka tahu siapa yang benar-benar membutuhkan bantuan, termasuk para janda dan keluarga prasejahtera, karena mereka yang mendampingi warga setiap hari,” ujar Sutedjo.
Dalam penyaluran kali ini, Baznas Banjarnegara menyalurkan bantuan uang tunai dan sembako melalui kerja sama dengan 139 penyuluh agama Islam. Bantuan uang tunai sebesar Rp695 juta diberikan kepada 1.390 mustahik tetap yang tersebar di 266 desa dan 12 kelurahan, dengan masing-masing penerima mendapatkan Rp500 ribu.
Selain itu, Baznas juga menyalurkan 1.700 paket sembako dengan total nilai Rp510 juta, atau sekitar Rp300 ribu per paket. Bantuan tambahan berupa 950 boks sembako juga diberikan secara khusus kepada para tukang becak, kusir dokar, dan sopir angkutan kota.
Sutedjo menegaskan pentingnya ketepatan data agar bantuan dapat tersalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Jangan sampai yang rumahnya sudah bagus malah menerima bantuan, sementara yang benar-benar membutuhkan justru terlewat. Ini harus benar-benar tepat sasaran,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Banjarnegara dr. Amalia Desiana mengapresiasi peran Baznas yang konsisten mengelola dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS), khususnya yang berasal dari para ASN di Banjarnegara, untuk membantu masyarakat dan mendukung program pengentasan kemiskinan.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan Baznas menjadi solusi strategis di tengah penyesuaian anggaran daerah.
Selain bantuan konsumtif, Baznas Banjarnegara juga menjalankan berbagai program pemberdayaan ekonomi produktif, seperti pelatihan mencukur rambut, bengkel motor, pengolahan makanan, hingga pengelasan.
Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemandirian ekonomi para penerima manfaat sehingga di masa depan mereka tidak lagi menjadi penerima zakat, melainkan dapat menjadi pemberi zakat (muzaki).
“Kita berharap melalui pelatihan ini angka kemiskinan bisa terus berkurang. Yang tadinya menerima bantuan, suatu saat bisa bergantian menjadi pemberi,” ungkap Sutedjo.
Di akhir laporannya, Sutedjo memastikan bahwa pengelolaan dana di Baznas Banjarnegara dilakukan secara transparan dan sesuai regulasi. Ia menjelaskan bahwa lembaganya diaudit oleh tiga pihak sekaligus, yakni audit internal, akuntan publik independen, serta pembinaan dari Kementerian Agama.
“Kami pastikan amanah. Setiap rupiah yang dikelola harus memiliki dasar hukum dan dapat dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.
Pewarta: Daryoko

0 Komentar