Breaking News

Audio Reader
Speed:

Ponpes Amanatul Ummah Resmi Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah Muktamar NU ke-35, Siap Tanggung Konsumsi Peserta



Foto: Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet, Mojokerto Jawa Timur

MOJOKERTO, WINews – Polemik penentuan lokasi pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 akhirnya mendapat respons serius dari kalangan pesantren besar di Jawa Timur. Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet, Mojokerto, secara resmi menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah Muktamar NU ke-35 yang dijadwalkan berlangsung pada 1–5 Agustus 2026.

Kesediaan tersebut disampaikan langsung oleh Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, KH Asep Saifuddin Chalim melalui surat resmi kepada Panitia Muktamar NU ke-35 di Jakarta tertanggal 21 Mei 2026.

Langkah ini dinilai sebagai bentuk komitmen nyata pesantren dalam menjaga soliditas dan keberlangsungan organisasi Nahdlatul Ulama sebagai jam’iyah terbesar di Indonesia.

Dalam keterangannya, KH Asep menegaskan bahwa Amanatul Ummah siap secara penuh untuk mendukung suksesnya agenda lima tahunan NU tersebut, baik dari sisi fasilitas, akomodasi, maupun pelayanan peserta.

“Kami berharap diberikan kesempatan menjadi tuan rumah Muktamar ke-35 NU. Amanatul Ummah siap secara lahir maupun batin untuk ikut menyukseskan agenda besar jam’iyah Nahdlatul Ulama,” ujar KH Asep Saifuddin Chalim.

Siap Tanggung Konsumsi Ribuan Peserta

Tidak hanya menyediakan lokasi, Ponpes Amanatul Ummah juga menyatakan kesiapan menanggung konsumsi seluruh peserta Muktamar. Sikap ini mendapat perhatian luas karena menunjukkan kesungguhan pesantren dalam mendukung forum tertinggi NU tersebut.

Dengan jumlah peserta yang diperkirakan mencapai ribuan orang dari seluruh Indonesia, kesiapan logistik menjadi salah satu faktor paling krusial dalam penyelenggaraan Muktamar.

Komitmen Amanatul Ummah dinilai menjadi solusi strategis di tengah dinamika penentuan lokasi pelaksanaan Muktamar yang sebelumnya menjadi perbincangan panjang di internal NU.

Fasilitas Lengkap dan Representatif

Ponpes Amanatul Ummah Pacet Mojokerto dikenal memiliki infrastruktur besar dan modern yang dinilai sangat memadai untuk kegiatan berskala nasional.

Beberapa fasilitas utama yang disiapkan antara lain:

Masjid Raya Abdul Chalim tiga lantai

Student Center berkapasitas sekitar 4.000 peserta

Guest house dan wisma tamu

Klinik kesehatan tiga lantai

Area parkir luas

Gedung pendidikan bertingkat

Apartemen mahasiswa

Gedung entrepreneurship

Kompleks pendidikan MBI Amanatul Ummah

MTs dan MA Hikmatul Amanah

Kampus Universitas KH Abdul Chalim

Keberadaan fasilitas tersebut memperkuat posisi Amanatul Ummah sebagai salah satu pesantren dengan sarana paling lengkap di Jawa Timur.

Posisi Strategis Mojokerto

Secara geografis, Mojokerto juga dinilai strategis karena berada tidak jauh dari Surabaya yang menjadi pusat aktivitas organisasi NU di Jawa Timur.

Selain itu, kawasan Mojokerto dan Jombang memiliki sejarah panjang dalam perkembangan NU. Banyak kiai dan santri di wilayah tersebut memiliki hubungan intelektual dan emosional dengan Pondok Pesantren Tebuireng yang didirikan oleh KH Hasyim Asy'ari.

Faktor historis, jaringan ulama, hingga kultur pesantren yang kuat menjadikan Mojokerto dipandang sebagai lokasi yang ideal untuk pelaksanaan Muktamar NU ke-35.

Dinilai Perkuat Soliditas NU

Pengamat menilai langkah KH Asep Saifuddin Chalim menunjukkan kepedulian terhadap persatuan organisasi di tengah dinamika internal yang berkembang menjelang Muktamar.

Muktamar sendiri merupakan forum tertinggi dalam organisasi NU yang membahas arah kebijakan organisasi, program strategis, hingga pemilihan kepemimpinan baru.

Dengan kesiapan fasilitas dan dukungan penuh dari Ponpes Amanatul Ummah, banyak pihak berharap pelaksanaan Muktamar NU ke-35 nantinya dapat berjalan lancar, aman, dan menghasilkan keputusan terbaik bagi masa depan Nahdlatul Ulama serta umat Islam Indonesia.

Pewarta: Marlina

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close